MAKALAH PENENTUAN TOPIK KARANGAN

Baca Juga


 
image source: http://www.poiein.gr

A.      Pendahuluan
Sebagai bagian dari kegiatan berbahasa, menulis berkaitan erat dengan aktivitas berpikir. Keduanya saling melengkapi. Menurut Syafie’ie, secara psikologis menulis memerlukan kerja otak, kesabaran pikiran, kehalusan perasan, kemauan yang keras. Menulis dan berpikir merupakan dua kegiatan yang dilakukan secara bersama dan berulang-ulang. Dengan kata lain, tulisan adalah wadah yang sekaligus merupakan hasil pemikiran. Melalui kegiatan menulis, penulis dapat mengkomunikasikan pikirannya. Melalui kegiatan berpikir, penulis dapat meningkatkan kemampuannya dalam menulis.
Mengemukakan gagasan secara tertulis tidaklah mudah. di samping dituntut kemampuan berpikir yang memadai, juga dituntut berbagai aspek terkait lainnya, misalnya penguasaan materi tulisan, pengetahuan bahasa tulis, dan motivasi yang kuat. Untuk menghasilkan tulisan yang baik, setiap penulis hendaknya memiliki tiga keterampilan dasar dalam menulis, yaitu keterampilan berbahasa, keterampilan penyajian, dan keterampilan pewajahan. Ketiga keterampilan ini harus saling menunjang atau isi-mengisi. Kegagalan dalam salah satu komponen dapat mengakibatkan gangguan dalam menuangkan ide secara tertulis.
Karangan adalah suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
B.       Pengertian Karangan
Karangan adalah karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Untuk dapat mengarang suatu tulisan perlu terlebih dahulu mengerti dan memahami beberapa pengertian yang menyangkut kegiatan itu : [1]
  1.  Mengarang adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan gagasan dan menyampaikan melalui bahasa tulis kepada masyarakat pembaca untuk dipahami.
  2. Karangan adalah hasil perwujudan gagasan seseorang dalam bahasa tulis yang dapat dibaca dan dimengerti oleh masyarakat pembaca.
  3. Pengarang adalah seseprang yang karena kegemarannya atau berdasarkan bidang kerjanya melakukan kegiatan mengarang.
  4.  Karang-mengarang adalah kegiatan atau pekerjaan.
C.      Penentuan Topik Karangan
1.      Pengertian Topik
Topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.Istilah topik dapat diberi batasan atau pengertian sebagai hal pokok yang dibicarakan.Topik karangan atau tulisan dapat diartikan sebagai hal pokok yang dituliskan ataudiungkapkan dalam karangan.[2]
Topik karangan berbeda dengan tema karangan. Tema karangan adalah gagasan dasaryang mendasari sebuaah karangan. Dalam proses penulisan karangan, tema merupakangagasan dasar yang menjadi tumpuan topik karangan.
Topik karangan juga tidak sama dengan judul karangan. Kalau topik karangan adalah hal pokok yang diungkapkan dalam karangan, judul karangan adalah nama sebuah karangan. Judul-judul yang berbeda itu disebabkan oleh cara pandang pengarang terhadap topic karangan dan pertimbangan kemenarikan karangan yang ada pada pengarang.
2.      Cara Membatasi Sebuah Topik Karangan
a.       Tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral.
b.      Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi.
c.       Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
d.      Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.
e.       Topik karangan merupakan jawaban atas pertanyaan “Masalah apa yang akan ditulis? dan hendak menulis tentang apa?”[3]
3.      Pertimbangan Dalam Menulis Sebuah Topik Karangan
a.       Kemanfaatan, kemanfaatan berhubungan dengan kebutuhan pembaca. Suatu topik dirasakan  bermanfaat jika topic memenuhi kebutuhan pembaca. Suatu topik merupakan salah satu daya tarik suatu topik karena orang akan tertarik terhadap suatu tulisan karena ada manfaat yang diperolehnya.
b.      Kemenarikan, topik perlu diusahakan dalam kiat membuat judul tulisan.
c.       Judul tulisan adalah nama karangan.Judul karangan yang baik hendaknya memenuhi persyaratan berikut:
1)      Judul karangan harus bertalian dengan dan mencerminkan isi karangan.
2)      Judul karangan dirumuskan sedemikian rupa sehingga dapat merangsang keinginan pembaca untuk memahami dan mengetahui isi karangan.
3)      Judul karangan disajikan secara singkat dalam bentuk frasa. Dapat diberi penjalasan bahwa judul sebuah karangan dirumuskan dengan prinsip “sesingkat mungkin sepanjang perlu”.
d.      Fisibilitas, adalah kelayakan yang dapat dikerjakan.Fisibilitas ditentukan oleh kemampuan penulis.kriteria- kriteria berikut dapat anda terapkan.
1)      Pertama, topik yang anda pilih adalah yang betul-betul anda kenal dan anda ketahui.
2)      Kedua, topik yang fisibel adalah topik yang cakupannya layak dalam pengertian tidak terlalu luas.[4]
D.      Penyusunan Kerangka Karangan
Kerangka karangan (outline) rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap (dikerjakan), dan merupakan rangakaian ide-ide atau isi pikirannya yang disusun secara sistematis,logis, jelas, terstruktur dan teratur. Kerangka karangan menjamin suatu penyusun yang logis dan teratur, serta penulis dapat membedakan mana yang gagasan utama dan mana yang termasuk gagasan tambahan, kerangka karangan dapat membentuk catatan-catatan sederhana, tetapi dapat juga berbentuk pendektail dan kerja dengan sangat cermat.[5]
Tujuan dari pembuatan ouline atau kerangka karangan adalah agar kita dapat membuat kerangka karangan yang baik, benar dan logis, kita dapat membedakan mana yang gagasan utama dan mana yang termasuk gagasan tambahan dan kita juga menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih.
1.         Manfaat dari penulisan kerangka karangan
a.       Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
b.      Untuk menyusun karangan secara teratur. Kerangka karangan membantu penulis   untuk melihat gagasan-gagasan sehingga dapat dipastikan apakah hubungan dari gagasan-gagasan tersebut sudah tepat dan apakah penyajian gagasan tersebut sudah baik.
c.       Memudahkan penulis untuk menciptakan klimaks yang berbeda-beda. Tujuannya agar pembaca dapat terpikat secara terus menerus maka penyusuna klimaksnya harus diatur sedemikian rupa sehingga tercapai klimaks yang berbeda-beda dan pembaca pun semakin berminat membaca tulisan tersebut.
d.      Menghindari penulisan topik ganda (dua kali atau lebih). Penulisan topic dua kali atau lebih membawa pengaruh yang kurang baik.Selain membuang waktu, tenaga dan materi, juga dapat membuat pembaca bosan. Untuk itu apabila tidak dapat dihindari, maka penulis harus menetapkan pada bagian mana topic akan diuraikan, sedangkan di bagian lainnya hanya ditambahkan unsure-unsur tambahannya saja.
e.       Memudahkan penulis mencari materi pembantu. Dengan menggunakan rincian-rincian dari kerangka karangan, penulis dapat dengan mudah mencari data-data untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya.[6]
Kerangka karangan merupakan miniatur atau prototype dari sebuah karangan. Dalam bentuk miniatur ini, kerangka karangan dapat diteliti, dianalisisdan dipertimbangakan secara menyeluruh, bukan terlepas-lepas.
Suatu kerangka yang baik tidak sekali dibuat. Penulisan dalam menyusun kerangka karangan selalu berusaha menyempurnakan bentuk yang pertama. Langkah ini tidak mutlak harus di ikuti oleh penulis-penulis yang sudah mahir, orang yang mahir menulis tulisan-tulisan yang kompleks atau dengan mudah menyusun kerangka karangan.

2.      Langkah-langkah untuk menyusun kerangka karangan
a.       Rumusan Tema / masalah yang jelas berdasarkan suatu topik dan tujuan yang    akan dicapai melalui topik tersebut. tema yang dirumuskan untuk kepentingan suatu kerangka karangan haruslah berbentuk tesis atau pengungkapan maksud.
b.      Langkah yang kedua adalah melakukan inventarisasi atau mengumpulkan topik-topik bawahannya yang dianggap merupakan perincian dari tesis atau pengungkapan maksud tadi. Dalam hal ini penulisan boleh mencatat sebanyak-banyaknya tipik-topik yang terlintas dalam pikirannya, dengan tidak perlu langsung mengadakan evaluasi terhadap topik-topik tadi.
c.       Langkah yang ketiga adalah penulis berusaha mengadakan evaluasi pada semua topik yang telah dicatat pada langkah kedua diatas.
d.      Untuk mendapatkan kerangka karangan yang sangat rinci maka langkah kedua dan ketiga hendaknya dilakukan berulang-ulang untuk menyusun topic yang lebih rendah tingkatannya.
e.       Apabila semuanya sudah dilaksanakan maka ada satu langkah terakhir yang harus dilakukan, yaitu menentukan pola susunan yang paling sesuai untuk mengurutkan semua rincian dari tesis yang telah diperoleh dengan menggunakan semua langkah diatas. Dengan pola susunan tersebut maka akan diperoleh susunan kerangka karangan yang baik.[7]
3.      Tipe-tipe Susunan Kerangka Karangan
Untuk memperoleh suatu susunan kerangka karangan yang baik dan teratur biasanya digunakan beberapa tipe susunan, yaitu tipe pola alamiah dan pola logis.    
a.         Pola Alamiah
Susunan atau pola alamiah adalah suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai  dengan keadaan yang nyata di alam, sebab itu susunan alamiah itu didasarkan pada ketiga atau keempat dimensi dalam kehidupan manusia : atas – bawah, melintang – menyebrang, sekarang – nanti, ,dulu - sekarang, timur – barat, dan sebagainya. Oleh sebab itu susunan alamiah dapat dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu :
1)     Urutan waktu atau urutan kronologis
2)     Urutan ruang (sposial)
3)     Topik yang ada
b.      Pola Logis
Manusia mempunyai suatu kesanggupan dimana manusia lebih sempurna dari makhluk yang lain, yaitu sanggup menghadapi segala sesuatu yang berada di sekitarnya dengan kemampuan akal budinya. Urutan logis sama sekali tidak ada hubungannya dengan suatu ciri yang intern dalam materinya, tetapi kiat dengan tanggapan penulis. Macam-macam, urutan logis yang dikenal adalah :
1)      Urutan klimaks dan anti klimaks
2)      Urutan kausal
3)      Urutan pemisahan masalah
4)      Urutan umum – khusus
5)      Urutan familitas
6)      Urutan akseptabilitas[8]
4.      Syarat-syarat penulisan kerangka karangan
a.       Tesis atau pengungkapan maksud harus jelas. Pilihlah topik yang khas atau unik, kemudian tentukan tujuan yang jelas.Lalu buatlah tesis atau pengungkapan maksud.
b.      Tiap unsur dalam kerangka karanga hanya mengandung satu gagasan. Bila satu unit terdapat lebih dari satu gagasan, maka gagasan tersebut harus dirinci supaya dapat terlihat perbedaanya.
c.       Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga idea tau pikiran yang dimaksud dapat tergambar secara jelas.
d.      Harus mempergunakan pasangan simbul yang konsisten.
Setiap penulisan suatu karangan maka kita memerlukan penyusunan kerangka karangan. Tujuannya agar mempermudah dalam pembuatan karangan yang teratur, logis dan sistematis. Setiap membuat kerangka karangan harus melalui tahap atau langkah-langkah agar rencana pembuatannya bisa teratur dan mudah sehingga memudahkan penulis untuk membuat kerangka karangan tersebut. Kerangka karangan secara garis besar suatu rencana yang memuat garis-garis besar dan suatu karangan yang akan dikerjakan. Agar dalam pembuatan tidak terjadi penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih sehingga kita perlu mengevaluasi setiap topik yang akan kita kerjakan.[9]
E.       Bentuk-bentuk Karangan
Dibawah ini terdapat beberapa bentuk karangan beserta contohnya sebagai berikut :[10]
1.         Karangan Narasi (Cerita)
Karangan narasi adalah karangan yang menceritakan satu atau beberapa kejadian dan bagaimana berlangsungnya peristiwa-peristiwa tersebut. Rangkaian kejadian atau peristiwa ini biasanya disusun menurut urutan waktu (secara kronologis).
Isi karangan narasi boleh tentang fakta yang benar-benar terjadi boleh pula tentang sesuatu yang khayali. Otobiografi atau biografi seorang tokoh terkenal sering dapat digolongkan dalam jenis karangan narasi. Dan isi karangan itu memang benar-benar nyata atau berdasar fakta sejarah yang tidak dibuat-buat. Tetapi cerpen, novel, hikayat, drama, dongeng, dan lain-lain seringkali hanyalah hasil kreasi daya khayal seorang pengarang, yang sebenarnya cerita itu sendiri tak pernah terjadi. Namun karangan ini juga termasuk dalam jenis karangan narasi.
Dalam karangan narasi acapkali terlihat ada dialog tokoh-tokoh ceritanya, disamping uraian biasa. Dengan dialog, cerita memang terasa lebih hidup dan menarik sehingga lebih dapat mengasyikkan bagi pembaca. Lukisan watak pribadi, kecerdasan, sikap atau tingkat pendidikan tokoh dalam cerita yang disuguhkan acapkali dapat lebih tepat dan mengena apabila ditampilkan lewat dialog-dialog. Tokoh yang kejam, bukan lebih hidup bila diceritakan dalam bentuk percakapan, di bandingkan dengan kalau diceritakan dengan uraian biasa. Karna lukisan yang hidup inilah karangan narasi yang dibumbui dengan dialog dialog pelakunya dapat lebih menarik.
Contoh karangan narasi :
Tiba-Tiba Ia Tertegun
Di sana, sayup-sayup dari jauh, di arah seberang kali sebelah timur, terdengar suara jeritan orang. Tapi selintas saja, jeritan diputuskan oleh sebuah letusan yang sangat hebat… kemudian hening seketika, desingan yang banyak mulai reda, tinggal satu-satu letusan disini. Warsiah menegakan kepala, amtanya mulai liar, badannya dihadapkan ke timur, ke arah tempat jeritan datang, kemudian membalik menghadap ke barat, tegak bertoalak pinggang, lalu lari, lari menurutkan jalan rel, lari kencang sambil mulutnya berkomat-kamit. Dari kamit mulutnya keluar lagi perkataan seperti biasa, tiada berujung tiada berpangkal: ... si bengis lagi, si ganas lagi ... dan ia lari terus, lari lepas sebagai melancar saja, tiada kaku-kakunya. Dan ketika ia sampai di jalan pertemuan antara jalan kereta dan jalan raya, ia berhenti sebentar, seolah-olah berpikir, kemudian ia membelokmenurutkan jalan raya. Dari jauh dalam pandangan kabursambil berlari, ia melihat benda bergerak, berderet sepanjang jalan, tetapi sebelum ia tahu benar apa yang dilihatnya, sebuah peluru datang menyongsong, tepat  menembus tulang dadanya. Warsiah terpelating, jatuh tersungkur di tengah jalan. Sebentar berontak merentak-rentak, mengerang, menyumpah-nyumpah, terhambur pula dalam sumpah serapahnya perkataan: si bengis lagi, si ganas lagi, hitam, kejam …rupanya dalam ia bergulat mempertahankan hidupnya dengan Sakaratulmaut, kebencian kepada si hitamkejamnya, si bengis-ganasnya, masih sanggup mengatasi renggutan tangan Malaikat pengambil nyawanya yang akan menceraikan rohnya dengan badan kasarnaya. Warsiah lama merontak-rontak, merantang kesana kemari, kemudian lemah tak berdaya …Warsiah yang sebentar ini menjadi kerangka hidup, kini sudah benar-benar menjadi kerangka mati. Mati terhantar ditengah jalan, tiada dihiraukan orang, tiada ada yang menangis meratapi. Ia meninggal tidak sebagai pahlawan yang dapat dibanggakan oleh bangsa, tidak sebagai korban pembela kemerdekaan. Ia mati hanya sebagai korban kebuasan, salah satu korban dari yang sekian banyaknya. Ia mati karena nasibnya, demikian sudah menurut suratan tangan, ya, ia mati karena kehendak ialahi.
2.      Karangan Deskripsi ( Lukisan )
Karangan deskripsi selalu berusaha melukiskan dan mengemukakan sifat, tingkah laku seseorang, suasana dan keadaan suatu tempat atau sesuatu yang lain. Misalnya, suasana kampung yang begitu damai, tenteram dan saling menolong, dapat dilukiskan dalam karangan deskripsi. Juga suasana hiruk-pikuk ketika terjadi kebakaran, dapat pula dibuat karangan deskripsi. Dan masih banyak contoh lain lagi.
Lukisan dalam karangan deskripsi harus diusahakan sedemikian rupa, agar pembaca seolah-olah melihat sendiri apa yang kita lukiskan tersebut. Sudah tentu, membuat karangan deskripsi ini membutuhkan keterlibatan emosi (perasaan) pengarang. Dalam karangan deskripsi, agar menjadi hidup, perlu dilukiskan bagian-bagian yang dianggab penting sedetail mungkin. Kalau melukiskan betapa ngeri tersesat dihutan, maka situasi hutan yang dapat menimbulkan kengerian itu harus dilukiskan selengkap-lengkapnya, sehingga pembaca dapat membayangkan bagaimana jika dia sendiri yang tersesat disitu.
Selain detai-detail, urutan waktu dan urutan ruang dalam karangan deskripsi harus pula diperhatikan secara baik. Karena urutan waktu dan urutan ruang tidak dilukiskan secara nyata, dapat membawa akibat kesatuan lukisan tidak terjamin. Dan ini akan membingungkan pembaca.
Contoh karangan deskripsi :
Lasi selesai mengisi kain bahasa, ketika hendak masuk ke matanya bersitatapdengan suaminya. Entah mengapa Lasi terkejut meski ia tidak merasa asing dengan 103 cara Darsa menatap dirinya. Ia pun kadang-kadang mencuri pandang, memperhatikantubuh suaminya dari belakang; sebentuk tubuh muda dengan perototan yang kuat danseimbang, khas tubuh seorang penyedap yang setiap hari dua kali naik-turun belasan atau bahkan puluhan pohon kelapa. Dalam gerakan naik-turun pada tatar-tatar batang kelapa, seluruh perosotan seorang penyedap digiatkan, terutama otot-otot tangkai, tangan, dan punggung.Hasilnya adalah sebentuk tubuh ramping dengan otot liat dan seimbang. Bilaharus dicatat kekurangan pada bentuk tubuh seorang penyadap, itu adalah pundaknya yang agak melengkung ke depan karena ia harus selalu memeluk batang kelapa ketika memanjat maupun turun.
3.      Karangan Eksposisi (Paparan)
Karangan eksposisi adalah karangan yang berusaha menerangkan suatu hal atau suatu gagasan. Dalam memaparkan sesuatu, kita dapat menjelaskan dan memberi keterangan belaka, atau dapat pula mengembangkan sebuah gagasan sehingga menjadi luas dan gampang dimengerti.
Banyak pekerjaan mengarang masuk dalam jenis karangan eksposisi. Misalnya :
a.       Menguraikan taktik gerilya bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan ; sebab-sebab timbulnya kemarahan bangsa Indonesia kepada penjajah, dan jalannya perang,
b.      Menjelaskan tujuan atau ide didirikannya sebuah perguruan tinggi,
c.       Menguraikan kesulitan yang bakal dihadapi jika KB gagal,
d.      Memberikan petunjuk bagaimana proses jalannya sebuah mesin,
e.       Memberikan penjelasan tentang apa yang disebut republik, demokrasi, pancasila, keadilan, kemakmuran, hak asasi, dan seterusnya,
f.       Membuat laporan tentang rapat darmawisata atau kegiatan lainnya,
g.      Menguraikan perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia,
Salah satu bentuk karangan eksposisi adalah uraian tentang proses. Jika kita memaparkan sebuah proses, misalnya proses terjadinya surat kabar, atau bagaimana cara kerja otak kita, maka baik sekali kita bagi proses itu ke dalam beberapa langkah. Tiap langkah diuraikan menurut urutan waktu. Yang dahulu, didahulukan, yang kemudian, dikemudiankan. Tiap langkah itu dijelaskan sejelas-jelasnya sehingga pembaca dapat mengerti.  Supaya paparan bertambah jelas, acapkali dipergunakan contoh-contoh, ilustrasi, gambar-gambar, tabel, diagram, peta, denah, dan sebagainya, dalam uraian.
Contoh karangan eksposisi :
                                       Keseimbangan Oksigen - Karbon Dioksida                                      
Hampir semua bentuk kehidupan di dunia ini memerlukan keseimbangan yang tepat antara gas oksigen dengan gas karbon dioksida. Dan bila keseimbangan itu terganggu akan kacaulah kehidupan semua bentuk.Dunia tumbuhan tiap tahunnya menghasilkan 94 miliar ton oksigen; sementara itu jasad,renik,hewan, dan manusia menghisap oksigen itu dan menghembuskan karbon dioksida ketika bernafas.
Gas yang disebutkan terakhir itu, dimanfaatkan tumbuhan sebagai bahan baku, pembuatan gula, zat pati, selulosa, asam amino, dan lemak; semuanya merupakan hasil - hasil bumi yang ikut menunjang kehidupan manusia dan segala keperluannya. Kita tahu bahwa di dalam udara yang kita hirup itu kadaroksigennya 21 persen, kadar yang selama ini tetap terpelihara. Tetapi dunia industri menghabiskan 41 persen oksigen, yang dihasilkan tumbuhan tiap tahun untuk menggerakkan roda perindustrian itu. Kalau dituliskan di dalam bilangan nyata industri tersebut menghabiskan 400 ton oksigen tiap menit yang diambilnya dari udara tanpa pengembalian. Meskipun bilangan itu besar, tetapi memangbelum sampai membuat kita sesak nafas. Hal itu disebabkan kekayaan oksigenbumi sekitar 1,2 juta miliar ton sehingga kehilangan 400 setiap menit yang diambil industri belumlah ada artinya.Namun, harus diingat bahwa bersamaan dengan penyusutan oksigen itu, udarabumi mendapat tambahan gas karbon dioksida. Karbon dioksida yang kadarnya didalam udara selalu ditingkatkan oleh cerobong pabrik industri, lambat – lambat tetapi pasti akan menghangatkan udara di atas bumi sehingga ada perkiraan bahwa dalam jangka waktu satu abad dari sekarang daerah - daerah kutub akan dipanasi dan naik sepuluh derajat celcius. Selain hawa akan terasa makin panas, permukaan laut akan naik puluhan meter karena mencairya es kutub. Industri harus diperingatkan karena pengambilan oksigen dan penambahankarbon dioksida kenyataannya telah mengganggu keseimbangan yang sudah ada, meskipun pengaruh itu terasa masih sangat kecil. Industri menyemburkan juga debu - debu industri bersama asapnya. Di daerah industri, sejumlah besar debupartikel ibarat disemprotkan ke atmosferbumi. Partikel debu yang besar atau yang agak besar dalam waktu yang tak lama akan turun ke bumi atau terbawa hujan.
Namun, partikel yang ringan akan akan tetap melayang - melayang di udara,membentuk semacam selimut yang menghambat pancaran panas (radiasi) dari permukaan bumi. Akhirnya, sama saja bumi terasa makin panas, keadaan ini mudah dirasakan di daerah - daerah industri.
4.      Karangan Argumentasi
Karangan argumentasi ini adalah karangan yang paling sukar bila dibandingkan dengan karangan-karangan yang telah diuraikan di muka. Tetapi hal itu tidak berarti bahwa karangan argumentasi ini lebih penting dan lebih berharga dari pada karangan narasi, deskripsi, atau eksposisi. Karangan argumentasi lebih sukar oleh karena disini pengarang mengemukakan argumentasi (alasan), bukti atau contoh yang dapat meyakinkan, sehingga pembaca terpengaruh dan membenarkan gagasan, pendapat, sikap dan keyakinannya.
Dan agar dapat mengajukan argumentasi, pengarang sudah pasti harus memiliki pengetahuan dan pandangan yang cukup luas tentang hal yang diperbincangkan. Kelogisan berpikir, keterbukaan sikap dan keluasan pandangan terhadap masalah yang diperbincangkan, akan banyak sekali peranannya untuk mempengaruhi orang lain.
Contoh karangan argumentasi :
Bahasa Indonesia dan Pembakuannya (Suatu Tinjauan Sosiolinguistik)
Perubahan sosial budaya dalam masyarakat membawa serta perubahanbahasa. Sebagai alat perhubungan antara warga dan sebagai sarana penerus ilmupengetahuan dan teknologi, bahasa Indonesia kian hari kian bertambah lincah,sesuai dengan tuntutan kehidupan masyarakat yang modern. Mengingat pulaperanan yang dimainkan oleh bahasa Indonesia di Asia Tenggara sebagai alatkomunikasi antarbangsa di belahan bumi kita ini, sudah sepantasnyalah dilakukan penelitian bahasa dan penginventarisan yang cermat.           
Hasil penyelidikan itu akan merupakan bahan yang berharga dalam usahakodifikasi bahasa Indonesia yang modern. Dengan kodifikasi bahasa diartikan penyusunan suatu sistem asas dan kaidah pemakaian bahasa. Hasil kodifikasi bahasa ini ialah bahasa baku atau bahasa standar, yakni suatu ragam bahasa yang berkekuatan sangsi sosial, dan yang diterima oleh masyarakat bahasa sebagai acuan atau model.
Masalah pembakuan bahasa itu mengenal telaah dalam, yang menyangkutsistem bahasa itu sendiri, misalnya di bidang ejaan, tata bahasa, tata nama, tataistilah, serta perkamusan. Telaah ini termasuk bidang lingustik deskriptif. Disamping itu, pembakuan bahasa itu juga mengenal telaah luar yang menyangkutfungsi bahasa baku dalam suatu masyarakat dan sikap masyarakat itu terhadapbahasa yang baku. Telaah terakhir ini termasuk bidang sosiolinguistik ataulinguistik sosial. Dari sudut tersebut di atas, karangan ini terutama meninjaumasalah pembakuan bahasa Indonesia.
5.      Karangan Persuasi
Persuasiialah bentuk wacana yang tujuannya adalah meyakinkan, mengajak ataumembangkitkan suatu tindakan dengan mengemukakan alasan-alasan yang kadang-kadang agak emosional. Jika argumentasi berusaha membuktikan kebenaran atau pernyataan melalui proses penalaran yang sehat, persuasi berusaha merebut perhatian dan membangkitkan tindakan terhadap pembacanya.
Karena identitas yang berbeda seperti terurai di atas, maka ada implikasi tertentu pada pembaca dalam menyikapi keduanya. Penyikapan terhadap ide yang terdapat dalam karangan argumentasi adalah penyikapan logika, sedangkan penyikapan terhadap ide yang terdapat dalam persuasi di samping penyikapan logika, juga penyikapan emosional. Karangan persuasi ini biasanya dipakai dalam dunia politik, pendidikan, advertensi, dan dunia propaganda.
Contoh karangan persuasi :
Pesona Pulau Paling Eksotis
Christmas Island tampak mungil di peta, namun pada kenyataannya adalah pulau karang yang kokoh di Samudra India. Alam tropis Christmas Island menghadirkan pesona eksotis yang menakjubkan dan tak dimiliki oleh pulaulainnya.
Christmas Island Resort, sebuah resort berbintang 5 dengan kemewahaneksklusifnya, menambah suasana liburan Anda di Christmas Island lebih menyenangkan dan bergairah. Hanya 45 menit dari Jakarta, berarti kurang dari satu jam Anda sudah berada di Christmas Island melalui jadwal penerbangan 5 kali seminggu bersama SempatiAir.
Aneka pertualangan rekreatif dapat Anda lakukan sendiri seperti, melakukan kegiatan yang menantang keberanian Anda: memancing di laut lepas (game fishig), berolahraga bukit karang sekaligus menikmati keindahan pemandangan dilaut, menyelam ke dasar Samudra India untuk mengagumi pesona karang dankekayaan lain miliknya (scuba diving), atau bersantai dalam kemewahan resor eksklusif bertaraf internasional. Hanya dengan mengeluarkan biaya mulai dari Rp. 950.000,00. Anda sudah dapat menikmati kemudahan berupa returnairfares dari Jakarta berikut biaya akomodasi 2 malam untuk 2 orang, penawaran ini hanya berlaku untuk waktu yang terbatas. Keterangan lengkap mengenai aneka paket liburaan ChristmasIsland dapat Anda peroleh dari travel agent berikut ini: Buana Travel Service,Wita Tour, Setia Tour & Travel, PT. Dwi Daya Worldwide Travel, Smailing Tour, Akpindo (Rabbit Tour), Fajar Tour, Mulindo Tour, Vaya Tour, Ramantha Travel,atau hubungi biro perjalanan lokal Anda.
KESIMPULAN


Berdasarkan dari penyusunan makalah ini dapat kita ambil kesimpulan:
1. Topik adalah hal pokok yang diungkapkan dalam sebuah karangan
2. Langkah-langkah menyusun kerangka karangan
·         Rumusan Tema / masalah yang jelas berdasarkan suatu topik dan tujuan yang    akan dicapai melalui topik tersebut.
·         Mlakukan inventarisasi atau mengumpulkan topik-topik bawahannya yang dianggap merupakan perincian dari tesis atau pengungkapan maksud tadi.
·         penulis berusaha mengadakan evaluasi pada semua topik yang telah dicatat pada langkah kedua diatas.
·         hendaknya dilakukan berulang-ulang untuk menyusun topic yang lebih rendah tingkatannya.
·         menentukan pola susunan yang paling sesuai untuk mengurutkan semua rincian dari tesis yang telah diperoleh dengan menggunakan semua langkah diatas.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Lukman dkk, Petunjuk Praktis Berbahasa Indonesia.Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa,  1991.
Amran S. Tasai, E Zaenal  Arifin. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : Akademika Pressindo, 2002.
Finoza, Lamuddin. Komposisi Bahasa Indonesia.Jakarta: Insan Mulia, 2002.
Yus Rusyana, Metode Pengajaran Sastra. Bandung: Gunung Larang, 1982.

[1] Yus Rusyana, Metode Pengajaran Sastra. (Bandung: Gunung Larang, 1982)., 120.
[2] Ibid., hlm. 121.
[3] Amran S. Tasai, E Zaenal  Arifin. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. (Jakarta : Akademika Pressindo, 2002)., hlm. 56.
[4] Ali, Lukman dkk, Petunjuk Praktis Berbahasa Indonesia.(Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa,  1991)., hlm. 80.
[5] Ibid., hlm. 82
[6] Yus Rusyana, op.cit., hlm. 130.
[7] Ibid., hlm.131
[8] Ibid., hlm. 132
[9] Ali, Lukman dkk, op.cit, hlm. 82.
[10] Finoza, Lamuddin. Komposisi Bahasa Indonesia.(Jakarta: Insan Mulia, 2002)., hlm. 170-178.

📢 Bagikan Postingan Ini

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke teman atau media sosial Anda.

Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link

🤝 Butuh Bantuan atau Dokumen Lain?

Terima kasih telah berkunjung ke blog KhairalBlog21. Jika Anda membutuhkan makalah, format surat resmi, administrasi sekolah, atau dokumen lain yang belum tersedia di blog ini, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak. Kami juga menerima request untuk pembuatan dokumen sesuai kebutuhan Anda.

Jangan ragu untuk memberikan saran dan masukan agar blog ini bisa lebih bermanfaat untuk semua. Klik tombol di bawah ini untuk langsung menghubungi kami via WhatsApp:

Kami siap membantu menyediakan dokumen pendidikan dan administrasi sesuai kebutuhan Anda 📚✍️


No comments:

💬 Tinggalkan Komentar Anda

Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️

Featured Post

CONTOH DAN DONWLOAD SURAT LAMARAN SEBAGAI SPG

Bagi Anda yang ingin melamar pekerjaan sebagai Sales Promotion Girl (SPG) , tentunya diperlukan sebuah surat lamaran kerja yang baik dan b...