MAKALAH TENTANG LANDASAN RELIGIUS DAN PENDIDIKAN MANUSIA SEUTUHNYA

Baca Juga


http://imroatulbariroh.blogspot.co.id


A.      Landasan Religius
Landasan religius pendidikan, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber  dari religi atau agama yang menjadi titik tolak  dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan. Seseorang yang tidak memahami agama tidak akan mampu mengembangkan pengetahuan yang mereka dapat. Seperti yang kita ketahui ilmu tanpa agama akan menjadi buta, dan agama tanpa ilmu akan menjadi lumpuh. Dalam mengembangkan ilmu yang kita dapatkan, maka peranan agama sangat berpengaruh.Sehingga ajaran agama dan ilmu yang kita dapatkan harus berjalan dengan seimbang. Selain itu ilmu juga bisa kita dapatkan pada kitab suci, seperti umat Hindu dapat mempelajari kitab suci Weda untuk mendapatkan ilmu, dan dapat mengembangkannya sesuai dengan ajaran – ajaran kitab suci tersebut.[1]
Pendididkan adalah suatu usaha disengaja yang dibutuhkan dalam usaha upaya untuk mengantarkan peserta didik menuju pada tingkat kematangan atau kedewasaan, baik moral maupun intelektual. Di Indonesia banyak kita lihat penurunan kualitas akhlak atau moralitas masyarakat Indonesia ; tawuran antar pelajar, pengeroyokan, pencurian, kekerasan dalam rumah tangga hingga korupsi di kalangan pejabat negara, baik di tingkat eksekutif, yudikatif maupun legislatif. Di antara penyebabnya ; moral, politik, pendidikan, kesempatan kerja, pengaruh budaya asing dan penegak hukum.
Sebenarnya manusia berpotensi melakukan kebaikan, keburukan, kesucian, maksiat, kelambutan dan kekerasan. Dengan adanya pendidikan setiap potensi – potensi yang ada dalam diri manusia akan diarahkan kepada hal – hal yang positif sehingga bisa menjadi insan beragama.
Agama tidak bisa berhenti pada tahap informatif (pengetahuan) tapi juga harus bersifat aplikatif. Maka bagi seorang pendidik tidak boleh hanya menyuruh muridnya untuk menghapal segala yang berkaitan dengan agama tanpa mengaplikasikannya, karna akan sangan membosankan bagi peserta didiknya. Karna bahaya apabila peserta didik merasa bosan dan segan pada pelajaran agama. Karna pendidikan agama harus bisa menyadarkan para peserta didik akan fitrahnya sebagai manusia. [2]
Kepentingan pendidikan agama tidak hanya berorientasi pada cita – cita intelektual saja, namun tidak melupakan nilai – nilai keTuhanan, individual dan sosial dan tingkah laku kesehariannya. Apalagi apabila pendidikan keagamaan dilaksanakan pada semua jejang dan jenis pendidikan menjadi suatu kewajiban dan keharusan.
Sebagaimana terdapat dala UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sindiknas pasal 30 ayat 3 : “ pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal, non-formal dan informal”. Pasal ini mengimplikasi bahwa pada setiap jenjang pendidikan harus di adakannya pendidikan keagamaan.
Oleh karena itu, A. Tafsir menjelaskan bahwa pendidikan agama itu tidak akan berasil apabila hanya diserahkan pada guru agama saja. Karena inti dari pendidikan keagamaan itu, selain dari hafal juga mencakup keimanan dan ketakwaan, maka pendidikan keagamaan juga merupakan tugas bersama antara guru, sekolah, orang tua dan masyarakat. Dalam artian, harus adanya keterpaduan baik keterpaduan tujuan, materi, proses dan lembaga. [3]
B.       Pendidikan Manusia Seutuhnya
Pendidikan seumur hidup (life long education) adalah makna yang seharusnya secara jelas serta komprehensif dan debuktikan dalam pengertian, dalam sikap, perilaku dan dalam penerapan terutama bagai para pendidik. Pendidikan seumur hidup ini bukan berarti harus sekolah seumur hidup (yang fomal). Tetapi pendidikan seumur hidup disini mempunyai pengertian bahwa manusia dapat belajar dimana saja baik yang bersifat formal, nonformal, maupun informal.
Istilah pendidikan seumur hidup sangat sulit untuk mengartikannya, dan meskipun sudah banyak lembaga yang mengartikannya seperti UNESCO, tetapi belum ditemukan pengertian yang sepenuhnya disini akan disajikan beberapa pemilkiran dasar, untuk menetapkan pendidikan seumur hidup.
Pendidikan seumur hidup bertumpu pada kepercayaan bahwa belajar juga terjadi pendidikan seumur hidup, walaupun dengan cara yang berbeda dan melalui proses yang sama, dan adapun pokok dalam pendidikan seumur hidup adalah seluruh individu dan harus memiliki kesempatan yang sistematis, terorganisir “instruction” studi  dan “learning” disetiap kesempatan sepanjang hidup mereka. Dan semua itu dengan tujuan :
1.      menyembuhkan kemunduran pendidikan sebelumnya,
2.      untuk memperoleh keterampilan baru,
3.      untuk meningkatkan keahlian mereka,
4.      untuk meningkatkan pengertian tentang dunia yang mereka tempati,
5.      dan lain-lain.
Konseptualisasi pendidikan sebagai alat untuk mengembangkan individu-individu yang akan belajar seumur hidup agar menjadi lebih bernilai dalam masyarakat , ditemukan dalam tulisan Mattew Arneld sama baiknya dengan penulis pendidikan zaman purba kala. Dewey mengemukakan bahwa pandangan lebih 60 tahun yang lalu bahwa pendidikan dan belajaradalah proses seumur hidup.
Dari beberapa pengertian pendidikan menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu proses perubahan yang membantu menumbuhkan daya pikir, tingkah laku maupun kecakapan hidup akibat dari pengaruh lingkungan. Jadi, pendidikan erat sekali hubungannya dengan belajar dan belajar merupakan proses atau aktivitas yang terjadi pada setiap manusia  selama hidupnya. Pendidikan diartikan sama dengan pertumbuhan manusia. Selama diri manusia terjadi pertumbuhan, maka selama itu pula terjadi peristiwa pendidikan. Ini berarti, pendidikan tidak berhenti pada pembelajaran disekolah namun terus berlanjut hingga akhir hayat. Sehingga tidak ada kata terlambat untuk belajar .
Belajar atau mendidik diri sendiri adalah proses alamiah sebagai bagian integral atau merupakan totalitas kehidupan. Jadi, manusia belajar atau mendidik ini bukanlah sebagai persiapan (bekal) bagi kehidupan (yang akan datang), melainkan pendidikan adalah kehidupan itu sendiri . Hal inilah yang menjadi dasar terhadap pendidikan seumur hidup. Dalam seumur hidupnya, setiap individu manusia mengalami
1.      Perkembangan kepribadian, Setiap individu manusia dalam pengalaman hidupnya mengalami perkembangan kepribadian, yang mencakup perkembangan fisik, mental, sosial dan emosional.
2.      Tahap-tahap perkembangan, Setiap individu dalam perkembangan hidupnya sejak lahir smapai mati mengalami tahap-tahap perkembangan masa balita, masa kanak-kanak, masa anak, masa remaja, masa dewasa dan masa tua.
3.      Peranan-peranan umum dan unik, Setiap individu melaksanakan peranan-peranan umum sebagai manusia dan peranan-peranan unik dalam melaksanakan tugas-tugasnya, misalnya sebagai guru, dokter, pedagang dan sebagainya.[4]
Pendidikan seumur hidup adalah sebuah sistem kosep-konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan-keseluruhan peristiwa kegiatan belajar-mengajar yang berlangsung dalam keeluruhan hidup manusia.[5]Jadi pendidikan seumur hidup sangat erat kaitannya dengan seluruh aspek-aspek kehidupan manusia yang menjadi landasan bagi sebuah pendidikan.Azas pendidikan seumur hidup itu sendiri terus berlanjut dan berlangsung seumur hidup, sehingga peranan manusia untuk mendidik dan mengembangkan diri sendiri secara wajar merupakan kewajiban kodrati manusia . Pendidikan tidak hanya pada bangku sekolah saja namun berlanjut hingga akhir hayat. Proses pendidikan itu sendiri dimulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat.
Pendidikan seumur hidup dilihat dari sudut pandang aksiologi memandang bahwa pendidikan itu dibutuhkan dan bermanfaat untuk menghadapi majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  yang sangat pesat pada zaman sekarang. Adanya konsep pendidikan seumur hidup ini akan memotivasi peserta didik supaya lebih rajin  dan giat menuntut ilmu agar ia tidak ketinggalan informasi dan pengetahuan serta tidak kaku akan kemajuan IPTEK yang serba canggih.
Pendidikan seumur hidup secara epistimologi memandang bahwa pendidikan dilakukan dengan cara selalu belajar dan belajar terus menerus mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi melalui jenjang-jenjang pendidikan yang sistematis mulai dari pendidikan informal (keluarga), formal, dan nonformal secara berkelanjutan sampai akhir hayat. Tidak ada kata menyerah dalam belajar dan mengembagkan pengetahuan, baik pengetahuan umum maupun pengetahuan agama. Dalam dunia Barat proses pendidikan seumur hidup dikenal dengan “Long Live Education” telah muncul sejak John Dewey merekomendasikan kepada pemerintah Amerika Serikat dan rekomendasi Kementrian rekonstruksi terhadap pemerintah Inggris.[6]
C.    Pendidikan informal, Formal, dan Non-Formal
Dalam konsep pendidikan seumur  hidup, pendidikan informal, formal, non-formal saling mengisi dan mengikat. Philip H. Coombs mengklasifikasikan pendidikan kedalam tiga bagian yaitu :[7]
a.       Pendidikan informal, adalah proses pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari  dengan sadar atau tidak sadar, pada umumny atidka teratur dan sistematis, sejak lahir sampai mati, seperti didalam keluarga, tetangga, pekerjaan, hiburan, pasar, atau dalam pergaulan sehari-hari.
b.      Pendidikan formal, ialah pendidikan disekolah yang teratur dan sistematis, mempunyai jenjang yang dibagi dalam waktu-waktu tertentu yang berlangsung dari taman kanak-kanak sampai kepada perguruan tinggi.
c.       Pendidikan nonformal, ialah semua bentuk pendidikan yang dilaksanakan secara sengaja, tertib, terarah, dan berencana diluar sekolah. Dalam hal ini Negara pengajar, fasilitas, cara penyampaian, dan waktu yang dipakai, serta komponen-komponen lainnya disesuaikan dengan keadaaan  peserta atau anak didik agar mendapatkan hasil yang memuaskan.

D.    Aspek-aspek pendidikan seumur hidup
Menurut Drs. H, Fuad Ihsan dalam buku dasar-dasar pendidikan, menuliskan beberapa dasar pemikiran ditinjau dari beberapa aspek tentang urgensi pendidikan seumur hidup, antara lain. :[8]
a.       Aspek idiologi
Setiap manusia memiliki hak yang sama, serta meningkatkan pengetahuan dan menambah keterampilannya. Pendidikan seumur hidup memungkinkan seseorang mengembangkan potensi-potensinya sesuai dengan kebutuhan kehidupannya.
b.      Aspek ekonomis
Pendidikan merupakan cara yang efektif untuk dapat keluar dari lingkungan kemelaratan akibat kebodohan, adalah dengan cara pendidikan seumur hidup antara lain :
1.      Meningkatkan produktivitasnya,
2.      Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber yang dimilikinya.
3.      Memungkinkan hidup dalam lingkungan yang lebih menyenangkan dan sehat.
4.      Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak-anak dengan tepat, sehingga peranan pendidikan dalam keluarga menjadi sangat besar dan penting.
c.       Aspek Sosiologis
Banyak orang tua dinegara yang sedang berkembang kurang menyadari bahwa pentingnya pendidikan formal bagi anak-anaknya. Oleh karena itu banyak anak-anak yang kurang mendapatkan pendidikan formal, putus sekolah atau tidak bersekolah sama sekali. Maka pendidikan seumur  hidup bagi orang tua sangat penting untuk memecahkan masalah tersebut.
d.      Aspek Politis
Tugas pendidikan seumur hidup menjadikan seluruh rakyat menyadari pentingnya hak-hak pada Negara demokrasi. Oleh karena itu pendidikan kewarganegaraan perlu diberikan kepada setiap orang. Maka inilah yang menjadi tugas pendidikan seumur hidup.
e.       Apek teknologis,
Pendidikan seumur hidup sebagai alternative untuk mengembangkan dan memperbaharui pengetahuan. Dunia dilanda oleh ekplosi ilmu pengetahuan dan teknologi. Para sarjana, guru.
f.       Aspek Psikologis dan Pedagogis.
Untuk memberikan keterampilan secara cepat dan memgembang daya adaptasi maka pendidikan seumur hidup memerlukan suasana yang kondusif. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  yang pesat mempunyai pengaruh besar terhadap konsep, teknik, dan metode pendidikan. Disamping itu perkembangan tersebut menjadi luas, dalalm dan kompleksnya ilmu pengetahuan, sehingga tidak mungkin lagi diajarkan kepada  anak didik disekolah. Oleh sebab itu tugas utama pendidikan formal  yang sekarang ini adalah mengajarkan bagaimana cara belajar, menanamkan motivasi yang kuat dalam diri anak untuk belajar terus sepanjang hidupnya, untuk semua itu maka diperlukanlah pendidikan seumur hidup.
E.     Karakteristik Dan Tujuan Pendidikan Seumur Hidup
Istilah pendidikan seumur hidup lebih luas cakupannya dari pendidikan orang dewasa. Jadi untuk melihat perbedaannya maka perlu dilihat karakteristik daripendidikan seumur hidup itu sendiri, yaitu:
a.       Hidup, seumur hidup dan pendidikan merupakan tiga istilah pokok yang menentukan lingkup dan makna pendidikan seumur hidup.
b.      Pendidikan tidaklah selesai setelah berakhirnya masa sekolah, tetapi merupakan sebuah proses yang berlangsung sepanjang hidup.
c.       Pendidikan seumur hidup tidak diartikan pendidikan orang dewasa, tetapi pendidikan seumur hidup mencakup dan memadukan semua tahap pendidikan (pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan sebagainya).
d.      Pendidikan seumur hidup mencakup pola-pola pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, baik kegiatan-kegiatan belajar terencana maupun kegiatan-kegiatan belajar insidental.
e.       Rumah memainkan peranan pertama, peranan yang paling halus dan sangat penting dalam memulai proses belajar seumur hidup.
f.       Masyarakat juga memainkan peranan yang sangat penting dalam sistem pendidikan seumur hidup. Mulai sejak anak berinteraksi dengan masyarakat, dan terus berlanjut fungsi edukatifnya dalam keseluruhan hidup, baik dalam bidang profesional maupun umum.
g.      Lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah, universitas, dan pusat-pusat latihan tentu mempunyai peranan penting, tapi semua itu hanya sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan seumur hidup.
h.      Pendidikan seumur hidup menghendaki keberlangsungan dimensi-dimensi vertikal atau longitudinal dari pendidikan.
i.        Pendidikan seumur hidup juga menghendaki keterpaduan dimensi-dimensi horizontal dan kedalaman dari pendidikan pada setiap tahap hidup.
j.        Bertentangan dengan bentuk pendidikan yang bersifat elitis, pendidikan seumur hidup adalah bersifat universal.
Sebagaimana karekteristik yang dijelaskan di atas menunjukan bahwasanya pendidikan seumur hidup merupakan  sebuah bentuk pendidikan yang berada pada tingkat tertinggi dan  bertujuan untuk membentuk pola pendidikan yang adaptif dan inovatif, serta mengandung fungsi perbaikan terhadap kelemahan – kelemahan sistem pendidikan yang ada. Pendidikan seumur hidup yang mengacu pada keseluruhan aspek kehidupan manusia diharapkan mampu memperbaiki sistem pendidikan yang mulai menurun.
Adapun tujuan pendidikan seumur hidup adalah sebagai berikut:
1.      Mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya, yakni seluruh aspek pembaurannya seoptimal mungkin.
2.      Dengan mengingat proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia bersifat hidup dinamis, maka pendidikan wajar berlangsung seumur hidup.
Dalam tulisan Matthew Arneld dan Comenius, mereka menyatakan bahwa  konseptualisasi pendidikan sebagai alat untuk mengembangkan individu-individu yang akan belajar seumur hidup agar menjadi lebih bernilai bagi masyarakat. Para penganjur pendidikan seumur hidup mengembangkan sejumlah argumentsi yang berbeda–beda. Dikemukakan bahwa pendidikan seumur hidup akan meningkatkan persamaan distribusi pelayanan pendidikan, memiliki aplikasi ekonomi yang menyenangkan dan esensial struktur sosial yang berubah dari sebuah sistem  pendidikan.[9]



















LANDASAN PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA



Pancasila menjadi dasar sistem nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila sehingga pendidikan nasional Indonesia adalah pendidikan Pancasila. Melalui sistem pendidikan nasional diharapkan setiap rakyat Indonesia mempertahankan hidupnya, mengembangkan dirinya dan secara bersama-sama membangun masyarakatnya. Pendidikan di Indonesia mempunyai landasan ideal adalah Pancasil, landasan konstitusional ialah UUD 1945, dan landasan operasional ialah ketetapan MPR tentang GBHN.
Dasar pendidikan adalah pondasi atau landasan yang kokoh bagi setiap masyarakat untuk dapat melakukan perubahan sikap dan tata laku dengan cara berlatih dan belajar dan tidak terbatas pada lingkungan sekolah, sehingga meskipun sudah selesai sekolah akan tetap belajar apa-apa yang tidak ditemui di sekolah. Hal ini lebih penting dikedepankan supaya tidak menjadi masyarakat berpendidikan yang tidak punya dasar pendidikan sehingga tidak mencapai kesempurnaan hidup. Apabila kesempurnaan hidup tidak tercapai berarti pendidikan belum membuahkan hasil yang menggembirakan.[10]
1.        Landasan Ideal
Dalam Undang-Undang Pendidikan No. 4 Thun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dab Pengajaran Sekolah pada Bab III Pasal 4 tercantum bahwa landasan ideal pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan warga negar yang demokratis serta bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan Tanah Air.
2.      Landasan Konstitusional
Pendidikan Nasional didasarkan atas landasan konstitusional atau Undang-Undang Dasar 1945 pada Bab XIII Pasal 31 yang berbunyi:
Ayat 1          : Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran.
Ayat 2            :Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu system  pengajaran nasional yang ditetapkan dengan Undang-Undang.
Pasal 32 berbunyi: Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia.
Dalam pembukaan UUD 1945 dapat dilihat bahwa pemerintah:
a.       Memajukan kesejahteraan umum.
b.      Mencerdaskan kehidupan bangsa.
c.       Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kaedilan sosial.
3.      Landasan Operasional
Dalam GBHN 1988 dirumuskan tujuan pendidikan, yaitu untuk membentuk manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, bekepribadian, berdisiplin, bekerja keras dan tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohaani.
Berikut ini dikemukakan Ketetapan MPR tentang GBHN sejak tahun 1966-1988 sebagai landasan operasional pendidikan nasional dan tujuan pendidikan nasional.
a.       TAP MPRS No. XXVII/1966 Bab II Pasal 3
b.      TAP MPR No. IV / MPR/1973
c.       TAP MPR No. IV / MPR/ 1978
d.      TAP MPR No. II / MPR/1983
e.       TAP MPR No. II / MPR/1988
f.       Bab II Pasal 4 UU RI No. 2 Tahun 1989[11]
Dengan demikian jelaslah bahwa dasar pendidikan di Indonesia adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sesuai dengan UUSPN No. 2 tahun 1989 dan UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003.
Dasar pendidikan dapat dilihat dari berbagai segi yaitu:[12]
  1. Religius : Merupakan elemen atau dasar pendidikan yang paling pokok, disini ditanamkan nilai nilai agama islam (iman, akidah dan akhlak)  sebagai suatu pondasi   yang kokoh  dalam  pendidikan
  2. Ideologi: Yaitu mengacu kepada ideologi bangsa kita yakni pancasila dan berdasarkan kepada UUD 1945. Dan intinya adalah untuk mencerdaskan kehidupa bangsa.
  3. Ekonomis: Pendidikan bisa dijadikan sebagai suatu langkah untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan keluar dari segala bentuk kebodohan dan kemiskinan.
  4. Politis: Lebih mengacu kepada suasana politik yang berlansung.
  5. Teknologis : Dunia telah mengalami eksplosit ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan bisa dikatakan teknologi sangat memiliki peran dalam kemajuan dunia pendidikan.
  6. Psikologis dan Pedagogis: Tugas pendidikan sekolah yang utama adalah mengajarkan bagaimana cara belajar, mendidik kejiwaan, menanamkan motivasi yang kuat dalam diri anak untuk belajar terus-menerus sepanjang hidupnya dan memberikan keterampilan kepada peserta didik, mengembangkan daya adaptasi yang besar dalam diri peserta didik.
  7.  Sosial  budaya: Mengacu kepada hubungan antara individu dengan individu lainnya dalam suatu lingkungan atau masyarakat. Begitu juga hal nya dengan budaya, budaya masyarakat sangat berperan dalam proses pendidikan, karena budaya identik dengan adat dan kebiasaan. Apabila sosial budaya seseorang itu berjalan baik maka pendidikan akan mudah dicapai.








DAFTAR PUSTAKA


A. J. Cropley, Pendidikan Seumur Hidup, Surabaya: Usaha Nasional, 1994.
Conny Seniawan,. Pendekatan Keterampilan Proses, Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar.Jakarta: Gramedia, 1951.
Fuad Ihsan, Dasar Dasar Kependidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2008.
Hasbullah. Dasar Ilmu Pendidikan.Jakarta. Penerbit: PT Raja Grasindo Persada, 2005.
Made Pidarta, Landasan Pendidikan, Jakarta: PT Rineka Cipta,1997.
Meilanie,Sri Martini, Pengantar Ilmu Pendidikan.Jakarta : Universitas Negeri Jakarta.2009.
Muslim Hasibuan, Dasar-dasar Kependidikan, Padangasidimpuan : STAIN Psp, 2010.
Parsono, Dkk. Landasan Kependidikan. Jakarta: Universitas Terbuka, tt.
Redja Mudyahardjo, Pengantar Pendidikan, jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006.
Tirtaraharja, Umar, La Sulo. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005.
Umar Tirtarahardja, dkk. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Uus Rusawandi, dkk, Landasan Pendidikan, Bandung:  Insan Mandiri, 2009.
Zahara Idris, Dasar-Dasar Kependidikan, Bandung: Aksara Raya, 1981.
Zahara Idris, Pengantar Pendidikan, Jakarta:  PT Grasindo, 1992.



[1] Tirtaraharja, Umar, La Sulo. Pengantar Pendidikan. (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005)., hlm. 26.
[2] Uus Rusawandi, dkk, Landasan Pendidikan, (Bandung:  Insan Mandiri, 2009)., hlm. 23.
[3] Made Pidarta, Landasan Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta,1997)., hlm. 15.
[4]Redja Mudyahardjo, Pengantar Pendidikan, (jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006),  h. 173-174
[5]Ibid,h. 169
[6]A. J. Cropley, Pendidikan Seumur Hidup, (Surabaya: Usaha Nasional, 1994), h.32
[7]Zahara Idris, Dasar-Dasar Kependidikan, (Bandung: Aksara Raya, 1981.) hlm. 59-60.
[8]Ibid., hlm.60-61.
[9]A. J. Cropley, op cit., h. 32
[10] Hasbullah. Dasar Ilmu Pendidikan.( Jakarta. Penerbit: PT Raja Grasindo Persada, 2005) , hlm 25
[11] Fuad Ihsan, Dasar Dasar Kependidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm. 119-124.
[12] Zahara Idris, Pengantar Pendidikan, (Jakarta:  PT Grasindo, 1992). Hlm. 31

📢 Bagikan Postingan Ini

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke teman atau media sosial Anda.

Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link

🤝 Butuh Bantuan atau Dokumen Lain?

Terima kasih telah berkunjung ke blog KhairalBlog21. Jika Anda membutuhkan makalah, format surat resmi, administrasi sekolah, atau dokumen lain yang belum tersedia di blog ini, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak. Kami juga menerima request untuk pembuatan dokumen sesuai kebutuhan Anda.

Jangan ragu untuk memberikan saran dan masukan agar blog ini bisa lebih bermanfaat untuk semua. Klik tombol di bawah ini untuk langsung menghubungi kami via WhatsApp:

Kami siap membantu menyediakan dokumen pendidikan dan administrasi sesuai kebutuhan Anda 📚✍️


No comments:

💬 Tinggalkan Komentar Anda

Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️

Featured Post

CONTOH DAN DONWLOAD SURAT LAMARAN SEBAGAI SPG

Bagi Anda yang ingin melamar pekerjaan sebagai Sales Promotion Girl (SPG) , tentunya diperlukan sebuah surat lamaran kerja yang baik dan b...