MAKALAH TENTANG PENGERTIAN DAN KEGUNAAN MEMPELAJARI METODOLOGI PEMBELAJARAN PAI

Baca Juga


https://tekoneko.net


A.       Pengertian Metodologi Pembelajaran PAI
1.    Pengertian Metodologi
Untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam diperlukan penyampaian tertentu agar sampai kepada tujuan yang didinginkan. Penggunaan metode dalam proses pembelajaran merupakan salah satu unsur terpenting dalam mencapai tujuan. Dalam hal ini metode diartikan sebagai cara salah satu cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Itu berarti faktor metode harus mendapat perhatian dalam setiap penyampaian ajaran agama dalam berbagai media dan pengembangan ajaran agama.[1]
Untuk lebih jelasnya akan membahas pengertian tentang metodologi. Metodologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua suku kata: “ metodos” berarti  “ cara” atau “jalan”, dan “logos” yang berarti “ilmu”. berarti ilmu tentang jalan atau cara. Metode ialah istilah yang digunakan untuk mengungkapkan pengertian “ cara yang paling tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu.[2]Namun untuk memudahkan pemahaman tentang metodologi  terlebih dahulu akan dijelaskan pengertian metode. Metode berasal dari dua kata yaitu meta artinya melalui, hodosartinya jalan, jadi metode ialah suatu jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan sedang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa “metode” adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Seiring dengan itu Mahmud Yunus mengatakan metode adalah jalan yang hendak ditempuh oleh seseorang supaya sampai kepada tujuan tertentu, baik dalam lingkungan perusahaan atau perniagaan, maupun dalam kupasan ilmu pengetahuan dan lainnya. Berdasarkan penjelasan tersebut metodologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang cara-cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai  suatu tujuan dengan hasil yang efektif dan efesien.
2.    Pengertian Pembalajaran
Yang dimaksud dengan pembelajaran ialah sebagai berikut:
a)    Suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkahlaku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkahlaku.
b)   Suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkahlaku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. [3]
3.    Pengertian Pendidikan Agama Islam (PAI)
Pengertian Pendidikan Agama Islam dapat diartikan sebagai berikut:
a)    Suatu proses menyampaikan ajaran Islam melalui pengajaran, bimbingan dan latihan kepada seseorang atau sekelompok.
b)   Sebagai suatu bidang studi yang diajarkan pada sekolah umum untuk menjadi siswa yang beriman dan bertaqwa.
Dalam bahsa Inggris pendidikan agama dikenal dengan istilah Religion Education. Dalam Acyclopadia Education, diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan orang beragama. Untuk itu perlu diarahkan kepada pertumbuhan moral dan karakter; pendidikan agama tidak cukup hanya memberikan pengetahuan tentang agama saja; tetapi mestilah harus ditekankan pula pada feeling attituted, personal ideal, aktivitas, kepercayaan.[4]
Dalam bahasa Arab, ada beberapa istilah yang bisa digunakan dalam pengertian pendidikan, yaitu ta’lim (mengajar), ta’dib(mendidik), dan tarbiyah (mendidik).[5]
Pendidikan Islam merupakan usaha yang sistematis dalam membentuk manusia-manusia yang bersikap, berfikir, dan bertindak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang digariskan oleh Agama Islam untuk keselamatan dan kebahagiaan hidupnya di dunia maupun di akhirat. Hal ini relevan dengan defenisi yang dikemukakan oleh H. M. Arifin bahwa pendidikan Islam tersebut adalah suatu system pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah.
Sedangkan menurut Zuhairini dkk, mengatakan segala usaha yang sistematis dan pragmatis unttuk mencapai tujuan agama, melalui berbagai aktivitas baik di dalam  membentuk pribadi muslim yang berkepribadian Islam dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang digariskan oleh Al-qur’an dan Hadis. Oleh karena itu penggunaan metode dalam pendidikan tidak harus terfokus kepada satu bentuk metode, akan tetapi dapat memilih atau mengkombinasi di antara metode-metode yang ada sesuai dengan situasi dan kondisi, sehingga dapat memudahkan sipendidik dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan.[6]
Pendidikan Agama Islam merupakan sebutan yang diberikan kepada salah satu subyek pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa Muslim dalam menyelesaikan pendidikannya pada tingkat tertentu. Ia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kurikulum suatu sekolah sehingga merupakan alat untuk mencapai salah satu aspek tujuan sekolah yang bersangkutan. Karena itu, sabyek ini diharapkan dapat memberikan keseimbangan dalam kehidupan anak kelak, yakni manusia yang memiliki “ kualifikasi” tertentu tetapi tidak terlepas dari nilai-nilai agama Islam. Kualifikasi tertentu tersebut dicapai dengan memberikan subyek studi selain Pendidikan Agama Islam, sedangkan nilai-nilai agama Islam yang tertanam tersebut diperoleh melalui Pendidikan Agama Islam yang mereka pelajari.
Dengan kata lain, ia merupakan salah satu subyek pelajaran yang bersama-sama dengan subyek studi yang lain, dimaksudkan untuk membentuk manusia yang utuh. Dengan demikian, tujuan utama dari Pendidikan Agama Islam adalah untuk memberikan “corak Islam” pada sosok lulusan lembaga pendidikan yang bersangkutan. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan memberikan materi/pengalaman yang berisi ajaran agama Islam, yang pada umumnya telah tersusun secara sistematis dalam ilmu-ilmu keislaman.
Dalam system pendidikan, Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu jenis pendidikan agama yang didesain dan diberikan kepada siswa yang beragama Islam dalam rangka untuk mengembangkan keberagamaan Islam mereka. Ia merupakan subyek pelajaran pilihan yang sejajar dengan pendidikan agama lain, seperti Pendidikan Agama Kristen Katolik, Pendidikan Agama Kristen Protestan, Pendidikan Agama Hindu, dan Pendidikan Agama Buda. Meskipun statusnya pilihan, tetapi wajib diikuti oleh seluruh siswa yang beragama Islam. Karena itu Pendidikan Agama Islam tersebut harus diajarkan pada setiap sekolah yang memiliki siswa yang beragama Islam, kacuali sekolah yang berciri khas agama selain Islam.
 Hal ini karena ia dianggap satu-satunya subyek pelajaran yang secara khusus didesain untuk menanamkan nilai-nilai keislaman pada peserta didik yang beragama Islam sehingga juga perlu diajarkan oleh guru khusus, yang menguasai ilmu kaislaman dan kemampuan professional kependidikan, di samping harus memiliki komitmen terhadap agama Islam serta kepribadain dengan nilai-nilai keislaman.[7]

B.       Ruang Lingkup Metodologi Pembelajaran PAI
Istilah Metodologi Pembelajaran sebenarnya sama dengan Metodik, yakni suatu ilmu yang membicarakan bagaimana cara atau teknik menyajikan bahan pelajaran terhadap siswa agar tercapai suatu tujuan yang telah ditetapkan secara efektif  dan efesien. Bilamana dikaitkan dengan pengajaran agama Islam yang harus disampaikan kepada siswa di sekolah atau madrasah, maka batasannya terletak pada metode atau teknik apakah yang lebih cocok digunakan dalam penyampaian materi agama tersebut, dan prinsip-prinsip pengajaran yang bagaimanakah yang seharusnya diterapkan oleh seorang guru dalam kegiatan belajar mengajarnya, hal tersebut tentunya berkaitan erat dengan metodik .
Pendidikan Agama diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk membentuk manusia agamis dengan menanamkan aqidah keimanan, amaliah, dan budi pekerti atau akhlak yang terpuji untuk menjadikan manusia yang taqwa kepada Allah SWT. Jadi Metodologi Pengajaran Agama Islam adalah ilmu yang membicarakan cara-cara menyajikan bahan pelajaran agama Islam kepada siswa untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien. Strategi atau pendekatan yang dipakai dalam pengajaran agama Islam lebih banyak ditekankan pada suatu model pengajaran “ seruan” atau “ ajakan” yang bijaksana dan pembentukan sikap manusia (efektif). Sebagaimana terkandung dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl: 125
äí÷Š$# 4n<Î) È@Î6y y7În/u ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9Ï»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }Ïd ß`|¡ômr& 
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”.
Dengan berpedoman pada makna Al-Qur’an tersebut ada dua pendekatan yang dipakai untuk menyeru orang lain agar taat dan patuh terhadap perintah Allah, yakni (1) hikmah, dan (2) mauidzah (nasehat). Sedangkan teknik yang dipakai adalah salah satunya dengan melakukan diskusi secara tertib dan baik.
Begitu juga yang terdapat dalam surat Al-Alaq dan surat Al-Furqan..
ù&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ   t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ   ù&tø%$# y7š/uur ãPtø.F{$# ÇÌÈ   Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ   zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷ètƒ ÇÎÈ
Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha pemurah.Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam(tulis baca). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Q.S. al-‘Alaq: 1-5).
tA$s%ur tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. Ÿwöqs9 tAÌhçR Ïmøn=tã ãb#uäöà)ø9$# \'s#÷Häd ZoyÏnºur 4 y7Ï9ºxŸ2 |MÎm7s[ãZÏ9 ¾ÏmÎ/ x8yŠ#xsèù ( çm»oYù=¨?uur WxÏ?ös? ÇÌËÈ  
Artinya: Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya kelompok demi kelompok (teratur dan benar). (Q.S. al-Furqon: 32).
Ada beberapa faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam memilih metode mengajar antara lain:
1.    Tujuan yang hendak dicapai
Setiap orang yang mengerjakan sesuatu haruslah mengetahui dengan jelas tentang tujuan yang hendak dicapainya. Demikian juga setiap pendidik atau setiap  guru yang pekerjaan pokoknya mendidik dan mengajar haruslah mengerti dengan jelas tentang tujuan pendidikan.
2.    Peserta didik
Para peserta didik yang akan menerima pelajaran yang disajikan, haruslah pula diperhatikan oleh guru dalam memilih metode mengajar.
3.    Bahan pelajaran
4.    Fasilitas
Yang termasuk dalam faktor fasilitas ini antara lain alat peraga, buku-buku, dan lain sebagainya.
5.    Situasi
Yang termasuk situasi di sini ialah keadaan peserta didik (yang menyangkut kelelahan mereka, semangat mereka), keadaan cuaca, keadaan guru (kelelahan guru), keadaan kelas-kelas yang berdekatan dengan kelas yang akan diberi pelajaran dengan metode tertentu.[8]
C.  Kegunaan Mempelajari Metodologi PAI
Sebagai salah satu bidang studi, Pengajaran Agama Islam merupakan Mata Kuliah Dasar Khusus yang harus dipelajari oleh para mahasiswa jurusan Kependidikan Islam dan Jurusan Pendidikan Agama pada Fakultas Tarbiyah, dengan maksud mahasiswa dapat membekali diri dengan penguasaan ilmu tersebut agar dapat menjadi guru/ pendidikan agama secara baik dan benar.
Metodologi pengajaran agama sangat bermanfaat bagi calon guru/pendidikan agama, karena;
1.    Membahas tentang berbagai prinsip, teknik-teknik, dan pendekatan pengajaran yang digunakan.
2.    Terlalu luasnya materi agama dan sedikitnya waktu yang tersedia untuk menyampaikan bahan, sudah barang tentu memerlukan pemikiran yang mendalam bagaimana usaha guru agama, agar tujuan pengajaran dan pendidikan agama dapat tercapai dengan sebaik-baiknya.
3.    Sifat pengajaran agama lebih banyak menekankan pada segi tujuan afektif (sikap) dibandingkan tujuan kognitif, menjadikan peranan guru agama lebih bersifat mendidik dari pada mengajar.[9]
Manfaat mempelajari MPAI bagi guru agama islam dan peserta didik sebagai berikut:
1.    Bagi Guru Agama Islam.
Metodologi Pendidikan Agama Islam dapat digunakan sebagai pedoman bagi guru dalam proses belajar mengajar. Dalam hal pemilihan dan penentuan metode mengajar yang akan dipakai agar berhasil dengan baik.
2.    Bagi Peserta didik.
Hasil pembelajaran akan mudah dipahami, dimengerti, dan berarti bagi kehidupan peserta didik. Dan dapat menggunakannya dalam berbagai situasi, dalam kehidupan sehari-hari.
Omar Muhammad Al-Toumy Al-Saibaniy menjelaskan, bahwa kegunaan metodologi pendidikan Islam adalah sebagai berikut:
1.      Untuk menolong siswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan berfikir yang logis dan sistematis.
2.      Membiasakan belajar berfikir sehat, rajin, sabar, dan teliti dalam menuntut ilmu.
3.      Memudahkan mencapai tujuan proses belajar mengajar (PBM) sebagaimana yang telah ditentukan sebelumnya.
4.      Untuk menciptakan proses belajar mengajar (PBM) yang kondusif, komunikatif, dan terciptanya hubungan yang harmonis antara guru dengan anak didik, sehingga pada akhirnya bermuara kepada pencapaian tujuan pendidikan.[10]
Dengan demikian, keberadaan metodologi pembelajaran menunjukkan pentingnya metode dalam sistem pengajaran. Tujuan dan materi yang baik tanpa didukung dengan metode penyampaian yang baik dapat menghasilkan yang tidak baik. Atas dasar itu, pendidikan agama Islam sangat memperhatikan terhadap masalah metodologi pembelajaran ini. Sebagaimana hadits nabi, yang artinya sebagai berikut :
Bagi segala sesuatu itu ada caranya (metodenya). Dan metode masuk surga, adalah ilmu”  (H.R. Dailami).
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Islam tidak menolak penggunaan tekni-teknik pembelajaran, apa pun jenis dan bentuknya, jika teknik-teknik itu memang terbukti baik. Dalam hal ini terbuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi pendidik Muslim untuk menggunakan berbagai teknologi pendidikan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, keadaan peserta didik, pendidik, keadaan dan Fasilitas yang tersedia.[11] 
KESIMPULAN
Metodologi pembelajaran Pendidikan Aagama Islam adalah ilmu yang mempelajari cara yang paling tepat (efektif) dan cepat (efisien) untuk mencapaian tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metodologi pembalajaran PAI harus dapat memungkinkan pembelajaran PAI terpusat pada guru dan siswa yang menjadi komponen penentu dalam pembelajaran, yaitu terjadinya interaksi antara guru dan siswa bersama-sama dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan pembelajaran PAI.
Dalam hubungan ini tugas guru PAI bukan hanya menyampaikan pesan berupa materi pelajaran, melainkan pemahaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar, dengan kata lain meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.
Dengan demikian, Guru PAI harus cerdas dalam memilih metode pembelajaran,  dan Guru PAI dituntut untuk selalu megembangkan dan memperbaharui (berinovasi) dalam menggunakan metode pembelajaran, hingga dapat merubah kebiasaan yang lama yaitu merasa cukup dengan metode konvensional yang sudah ada.


DAFTAR PUSTAKA
Asmadawati, Desain Pembelajaran Agama Islam, Rios Multicipta, Padang: 2012.
Arief, Armain. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta: 2002.
Arifin. Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara , Jakarta: 1996.
Halim, Abdul. Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Ciputat Pers, Jakarta: 2002.
Mudassir, Metode-Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Nazarudin Rahman, Manajemen Pembelajaran ; Implementasi Konsep, Karakteristik dan Metodologi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum, Cet I. Yogyakarta: Pustaka Felicha. 2009.
Ramayulis. Metodologi Pendidikan Agama Islam, Kalam Mutiara, Jakarta: 2008.
Ramayulis. Metodologi Pengajaran Agama Islam, Kalam Mulia,  Jakarta: 1990.
Siddik, Dja’far. Ilmu Pendidikan Islam, Citapustaka Media, Bandung: 2006.
Tafsir, Ahmad. Metodologi Pengajaran Agama Islam, Remaja Rosdakarya, Bandung: 1999.
Thoha, Chabib dkk.  Metodologi Pengajaran Agama, Pustaka Belajar, Yogyakarta: 2004
                           


[1]. Asmadawati, Desain Pembelajaran Agama Islam, Rios Multicipta, (Padang: 2012), hal. 141.
[2]. Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Remaja Rosdakarya, (Bandung: 1999), hal. 9.
[3].  Mudassir, Metode-Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
[4].  Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Kalam Mulia, ( Jakarta: 1990), hal. 3.
[5].  Nazarudin Rahman, Manajemen Pembelajaran ; Implementasi Konsep, Karakteristik dan Metodologi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum, Cet I. Yogyakarta: Pustaka Felicha. 2009. Hal. 12
[6]. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Bumi Aksara , (Jakarta: 1996), h. 61

[7]. Chabib Thoha dkk, Metodologi Pengajaran Agama, Pustaka Belajar, (Yogyakarta: 2004), hal. 4-5
[8]. Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Kalam Mutiara, (Jakarta: 2008),hal. 12-13.
[9]. Abdul Halim, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Ciputat Pers, (Jakarta: 2002), hal. 3-6.
[10].  Armain Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, ( Jakarta: 2002), hal. 87-89.  
[11]. Dja’far Siddik, Ilmu Pendidikan Islam, Citapustaka Media, ( Bandung: 2006), hal. 136.

📢 Bagikan Postingan Ini

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke teman atau media sosial Anda.

Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link

🤝 Butuh Bantuan atau Dokumen Lain?

Terima kasih telah berkunjung ke blog KhairalBlog21. Jika Anda membutuhkan makalah, format surat resmi, administrasi sekolah, atau dokumen lain yang belum tersedia di blog ini, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak. Kami juga menerima request untuk pembuatan dokumen sesuai kebutuhan Anda.

Jangan ragu untuk memberikan saran dan masukan agar blog ini bisa lebih bermanfaat untuk semua. Klik tombol di bawah ini untuk langsung menghubungi kami via WhatsApp:

Kami siap membantu menyediakan dokumen pendidikan dan administrasi sesuai kebutuhan Anda 📚✍️


No comments:

💬 Tinggalkan Komentar Anda

Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️

Featured Post

CONTOH DAN DONWLOAD SURAT LAMARAN SEBAGAI SPG

Bagi Anda yang ingin melamar pekerjaan sebagai Sales Promotion Girl (SPG) , tentunya diperlukan sebuah surat lamaran kerja yang baik dan b...