MAKALAH TENTANG TOKOH DAKWAH DARI MESIR HASAN AL-BANNA

Baca Juga


https://www.dakwatuna.com

A.     Pendahuluan
Hasan Al-Banna adalah salah satu tokoh pergerakan besar Islam. Jama’ah-nya yang bernama Ikhwanul Muslimin memberikan pengaruh yang banyak di berbagai penjuru dunia muslim. Zabir Rizq menyebutkan bahwa al-Banna “Sangat pantas didaulat sebagai pembaru abad ke-14 Hijriyah.” Tokoh Islam ini, lanjut Rizq dalam bukunya al-Imam as-Syahid Hasan al-Banna, adalah pemimpin rakyat yang sampai saat ini belum seorang pun mampu menandinginya
Ide al-Banna tentang Arabisme sebagai contoh, menarik disimak. Al-Banna menyebut bahwa umat Islam merupakan bangsa pilihan. Islam, menurutnya, tidak pernah bangkit tanpa bersatunya bangsa Arab.
Dalam makalah ini, akan dijelaskan tentang pemikiran Hasan al-Banna dalam bidang dakwah islam
B.     Biografi Tokoh
Hasan Al Banna dilahirkan di kota kecil Mahmudiyah di muara Sungai Nil, sembilan puluh mil di sebelah barat laut Kairo, pada tahun 1906. [1] Julukannya adalah Pembaharu Islam Abad ke-20.[2]Ayahandanya, bernama Syeikh Ahmad Abdurrahman Al Banna, yang lebih terkenal dengan panggilan as-Sa'ati, atau si tukang arloji. Syeikh Ahmad sehari-harinya di samping sebagai tukang reparasi arloji juga merangkap sebagai imam masjid dan guru agama di masjid setempat.
Hasan Al Banna lahir dari keluarga yang cukup terhormat dan dibesarkan dalam suasana keluarga yang taat. Sebagai seorang ayah, Syeikh Ahmad mencita-citakan putranya (Hasan) sebagai mujahid (pejuang) disamping seoarang mujaddid (pembaharu). Sejak kecil Hasan Al Banna telah dituntut untuk menghafalkan Al-Qur‟an penuh. Baru setelah itu ia di masukkan sekolah persiapan yang dirancang pemerintah Mesir menunit model sekolah dasar, tanpa pelajaran bahasa asing. Dan ketika di rumah Hasan bergelut dengan perpustakaan pribadi ayahnya, yang berisi buku agama, hukum, hadis dan ilmu bahasa.[3]
Aktivitas dakwah Hasan al-Banna bermula ketika dia masih seorang bocah tanggung. Pada usia 12 tahun, ia bergabung dengan Masyarakat untuk Tingkah Laku Moral. Hal ini menunjukkan bahwa bocah kelahiran 1906 ini sudah tertarik pada masalah-masalah keagamaan sejak usia dini.[4] Pada usia 14 tahun (1920), Hasan Al Banna masuk sekolah guru tingkat pertama di Damanhur. Dan dalam usia itu pula Hasan Al Banna juga menjadi anggota aktif golongan sufi Hasafiyah, dan tetap aktif di jamiyah tersebut sampai dua puluh tahun berikutnya. Sejak di sekolah menengah hasan sudah terpilih sebagai ketua Jam‟iyatul Ikhwanial-adabiyah, yakni sebuah perkumpulan yang terdiri dari calon pengarang. Ia juga mendirikan dan sebagai ketua Jam‟iyatul Man‟il Muharramat, semacam serikat pertobatan serta pendiri dan sekretaris Jam‟iyatul Hasafiyah Khairiyah, semacam organisasipembaharuan. Kemudian ia juga menjadi anggota Makarimul Akhlaqil Mukarramah, yaitu Perhimpunan Etika Islam.
Pada usia enam belas tahun, ia pergi ke Kairo untuk melanjutkan sekolah guru bahasa Arab, sebuah lembaga pendidikan produk abadpembaharuan yang berdiri pada abad 19 dan boleh dikatakan sebagai miniatur Al-Azhar.
Pada tahun 1927, saat usia Hasan Al Banna mencapai 21 tahun, ia lulus dari al-Ulum dan mendapat tugas sebagai guru Sekolah Dasar Ismailiyah markas besar Perusahaan Terusan Suez yang dikuasai oleh Inggris.
Pada bulan Maret 1928, di kota Ismailiyah, ia mendirikan Gerakan Ikhwanul Muslimin.[5] Dia membentuk Ikhwanul Muslimin dengan tujuan memulai gerakan revolusioner untuk memandu bangsanya yang salah arah. Anggota Ikhwanul Muslimin adalah orang-orang yang berdedikasi dan beriman sehingga mereka tidak akan menyimpang dari prinsip-prinsip. Mereka mengunjungi semua rumah dan berusaha meyakinkan penghuni rumah untuk bergabung dengan mereka dan menghindari gemerlap dunia dan nilai-nilai Barat.[6]Gerakan ini dalam perjalanan perjuangannya di Mesir akhirnya mengalami beberapa hambatan dari pemerintahan Mesir sendiri, setelah kekhawatiran pemerintah atas keterlibatan Ikhwanul Muslimin dalam agitasi dan kekerasan, tepatnya pada tahun 1948, ketika pecah perang Palestina dan peran Mesir yang mengecewakan.
Puncaknya tanggal 8 Desember 1948, dengan keluar perintah militer yang berisi pembubaran Ikhwanul Muslimin dan cabangnya di mana saja, menutup pusat-pusat kegiatannya, menyita koran, dokumen, majalah dan semua publikasinya serta uang dan kekayaan Ikhwanul Muslimin. Kebijaksanaan pemerintah tersebut juga dibarengi dengan penangkapan dan pengahalauan para pejuang dan tokoh-tokoh Ikhwan ke kamp-kamp konsentrasi dan penjara.
Hasan Al Banna masih mencoba mendekatkan pengertian untuk menjernihkan masalah, tapi pada tanggal 28 Desenber 1948, perdana menteri an-Nuqrasy terbunuh, dan tuduhan dialamatkan ke kelompok Ikhwan, dan menjadikan kondisi bertambah parah. Tujuh minggu setelah kejadian tersebut pada tanggal 12 Februari 1949, Hasan Al Banna dibunuh oleh agen-agen dinas rahasia Mesir.[7]
Peristiwa itu terjadi pada masa Ibrahim Abdul Hadi yang menggantikan Nuqrasy sebagai perdana menteri dengan bekerjasama dengan istana dan agen imperialis Inggris. Setelah tewasnya Hasan Al Banna terjadilah penangkapan dan penyiksaan serta pembunuhan besar-besaran kepada anggota Ikhwanul Muslimin.[8]
Imam Asy-Syahid mempunyai beberapa murid seperti, Yusuf AlQardhawi, Syaikh Mutawalli Sya‟rawi, Musthafa As-Siba'i, Abdul Qadir Audah, Umar At-Tilmisani, Mustafa Masyhur dan lain-lainnya. Ia mewariskan dua karya monumentalnya, yaitu Mudzakkirat al-Dakwah wa Da‟iyyah (Catatan Harian Dakwah dan Da‟i), dan Majmu‟ah Rasail (Kumpulan Surat-Surat). Selain itu, Hasan al-Banna mewariskan semangat dan teladan dakwah bagi seluruh aktivis dakwah sepanjang zaman.[9]
C.     Karya-Karya
Imam Hasan Al-Banna adalah seorang pendakwah Islam dan juga tokoh pembaharuan. Hasan Al-Banna himpunkan sekumpulan orang-orang Islam yang berwibawa serta mempunyai kesanggupan untuk hidup dan mati dalam memperjuangkan Islam. Beliau ingin menegakkan cara hidup Islam di Mesir. Lantaran itu, beliau menumpukan lebih banyak masanya di sudut amali gerakannya, iaitu memberi latihan akhlak dan rohani kepada para anggota Ikhwan.
1.      Muzakirat ad-Da’awah wa-Dai’yiah
Inilah hasil karyanya yang terulung. Buku ini terbahagi kepada dua bahagian. Bahagian pertama menyentuh kehidupan pribadinya dan bahagian kedua pula ialah mengenai kegiatan Ikhwanul Muslimin.
2.      Risaail-Al-Imamu-Syahid.
Buku ini ialah himpunan beberapa makalah yang disusunnya pada waktu waktu tertentu sepanjang hayatnya.
Buku ini terbahagi kepada tajuk-tajuk yang berikut:[10]
a.       Risalatu Ta'alim.
Buku kecil ini mengandungi arahan-arahan yang diberinya kepada mereka yang memasuki gerakan Ikhwanul Muslimin.
b.      Risalah Jihad
Makalah ini menerangkan kewajiban, kepentingan dan kelebihan Jihad. Imam Hasan Al-Banna menulis makalah ini ketika para sukarelawan ‘Ikhwanul Muslimin’ melancarkan Jihad terhadap Yahudi di Palestin. Manakala ini merupakan panduan untuk para mujahidin Islam.
c.       Da’watuna Fi Taauri Jadid:
Makalah ini bermaksud ‘Dakwah kami di tahap baru’. Makalah ini ditulis ketika gerakan Ikhwanul Muslimin sedang pesat berkembang dan ramai para belia sedang menganggotainya.
d.      Ar-Risail Ats-Tsalaasah:
Karya Hasan Al-Banna yang ini pula terdiri daripada tiga makalah. Tajuk makalah yang pertama ialah ‘Apakah tugas kita?’. Tajuk makalah yang kedua ialah ‘Ke arah mana kita menyeru manusia?’. Tajuk makalah yang ketiga pula ialah ‘Risalah Cahaya’.
e.       Perbandingan di antara yang dahulu dan sekarang.
Makalah ini ialah yang pertama sekali ditulis oleh Imam Hasan Al-Banna. Dalam makalah ini, beliau menerangkan dasar-dasar Islam dan ciri ciri pembaharuan ummah.
f.       Risalatul Mu’tamarul Khamis.
Makalah ini merupakan syarahan Hasan Al-Banna di dalam Muktamar Kelima Ikhwanul Muslimin. Dalam syarahannya ini beliau menilai kembali pencapaian Ikhwanul Muslimin sepanjang sepuluh tahun yang lepas.
g.      Ikhwanul Muslimin di bawah panji-panji Al-Quran.
Dalam syarahan ini, matlamat dan tujuan Ikhwan telah dijelaskan. Beliau juga membincangkan tugas serta kewajipan para belia. Makalah ini juga mengemukakan saranan supaya dilakukan pemberontakan terhadap kuasa-kuasa penjajah yang sedang menghancurkan masyarakat Mesir.
h.      Persoalan-persoalan negara dari segi kaca mata Islam.
Imam Hasan Al-Banna menulis makalah ini selepas tertubuhnya negara Pakistan. Beliau membincangkan masalah masalah politik negara Mesir dan negara-negara Islam yang lain. Turut dibincangkan ialah negara baru Pakistan yang sedang diancam oteh India dengan bantuan pihak Kornunis.
Dalam bahagian pertama, beliau membincangkan segala keburukan yang ada corak kerajaan waktu itu dan kemudian beliau memberi penyelesaian kepada masalah tersebut menurut dasar dasar Islam.
Dalam bahagian kedua, dasar ekonomi diperbincangkan. Seterusnya, beliau menghuraikan sistem ekonomi Islam dan penyelesaian kepada masalah ekonomi Barat.
i.        Syarahan syarahan Imam Hasan AI Banna.
Buku ini mengandungi syarahan syarahan dan kuliah-kuliah Hasan Al-Banna. Ia merupakan satu khazanah ilmu.
j.        Maqalat Hasan Al-Banna.
Buku ini ialah himpunan nasihat nasihat dan arahan arahan Imam Hasan AlBanna kepada sahabat-sahabat dan para anggota Ikhwanul Muslimin.
k.      Al-Ma’thurat.
Buku ini ialah himpunan do’a-do’a dan zikir yang disusun oleh Imam Hasan Al-Banna sendiri. la dibaca beramai-ramai oleh para anggota Ikhwan sebelum solat Maghrib. Ia merupakan pembaharuan ikrar mereka kepada Allah dalammenjalankan dakwah Islamiah.
D.     Hassan Al Banna Dan Ikhwan Al-Muslimin
Setiap pertubuhan atau persatuan yang memperjuangkan Islam mestilah mendukung ajaran Islam secara keseluruhan ataupun secara syumul. Namun sekiranya ia ditubuhkan hanya bertujuan untuk dakwah semata-mata atau ada kepentingan peribadi semata-mata, ia bukanlah dinamakan dengan gerakan [11]gerakan Islam kerana ia mencakupi beberapa aspek. Antaranya ialah :
1.      Dakwah Salafiah
Ikhwan al-Muslimin berdakwah agar Islam dikembalikan kepada sumbernya yang suci iaitu al-Quran dan al-Sunnah.
2.      Tariqat Sunniah
Ikhwan al-Muslimin diwajibkan untuk menjalankan dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW dalam semua hal terutamanya dalam bidang akidah dan ibadah selagi mana mereka mampu untuk melakukannya.
3.      Hakikat Sufiah
Ikhwan al-Muslimin perlu memahami bahawa asas kebaikan adalah kebersihan jiwa, kesucian hati, istiqamah dalam beramal, menjauhi keduniaan, kasih sayang kerana Allah dan selalu terikat dengan kebaikan.
4.      Hai’ah Siasah
Ikhwan al-Muslimin menuntut agar perlu berlakunya pembaikpulihan terhadap hukum pemerintahan dalam negara selain menuntut agar orang Islam dididik dengan penuh keizzahan dan kemuliaan diri dan membuat sistem pantauan terhadap orang-orang Islam.
5.      Jama’iah Riyadhiah
Ikhwan al-Muslimin sangat menjaga tubuh badan dan akal mereka. Mereka memahami bahawa mukmin yang kuat itu lebih baik daripada mukmin yang lemah.
6.      Rabithah Ilmiah Tsaqafiyah
Islam telah mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu. Ikhwan al-Muslimin ditubuhkan adalah bertujuan untuk menjadi sekolah, usrah dan tempat menuntut ilmu pengetahuan.


7.      Syirkah Iqtisodiah
Ikhwan al-Muslimin sangat mementingkan tentang soal memperolehi harta dan penggunaan harta tersebut ke jalan yang baik.
8.      Fikrah Kemasyarakatan
Ikhwan al-Muslimin memperhatikan penyakit-penyakit masyarakat Islam dan berusaha mencari jalan penyembuhan umatnya daripada penyakit tersebut.
E.     Pemikiran Hasan Al-Banna.
Hasan Al-Banna salah satu tokoh Islam terkemuka di Mesir yang telah memberikan nuansa-nuansa pemikiran yang spektakuler. Dan mereka berusaha menolorkan pemikiran tentang Islam sesungguhnya. Islam menurutnya adalah; Pertama,akida, ibadah, tanah air, kebangsaan, agama, negara, amal dan pedang. Kedua, asas-asas ajaran Islam bersumber dari al-Qur'an dan as-Sunnah. ketiga, Islam adalah agama yang umum menata seluruh urusan kehidupan setiap bangsa dan umat pada setiap masa. Pemikirannya dapat dilihat pada berbagai bidang;[12]
1.      Bidang Pendidikan
Pendidikan merupakan hal terpenting bagi terwujudnya suatu perubahan dan pembinaan Umat. Mesir ketika itu terjadi dikotomi pendidikan secara operasional, yaitu pendidikan umum yang dikelola oleh pemerintah dan pendidikan agama yang dikelola swasta. Dikotomi ini dikhawatirkan akan membawa kepada pemisahan antara pengetahuan agama dan umum.Padahal menurut Al-Banna, Islam cukup mencakup segala aspek di mana satu dengan lainnya saling terkait dan terintegral. Dalam rangka mengantisipasi persoalan tersebut, Al-Banna melontarkan gagasan berupa  pendirian sekolah khusus al-Ikhwan al- Muslimun dengan kurikulum yang ekslusif sebagai follow up dari gagasan tersebut, didirikan madrasah al-tahzib li Ikhwan al-muslimin, dengan kurikulum yang mencakup: materi al-Quran, hadis, aqidah, ibadah, akhlak, sejarah Islam dan tokoh-tokoh salaf, dan latihan pidato. Kedua berkaitan dengan lembaga pendidikan yang ada, baik yang dikelola pemerintah dan swasta. Al-Banna mengusulkan perbaikan kurikulum dengan memasukkan pendidikan agama. Kurikulum tersebut mencakup pembangkitan semangat nasional, pembinaan moral yang luhur. Usulan yang diajukan al-Banna adalah dimasukkan pelajaran agama di segala tingkat pendidikan, pemisahan peserta didik antara perempuan dan laki-laki dan dimasukkan ilmu pengetahuan praktis yang memberikan kontribusi dalam pelbagai penemuan bagi kepentingan bangsa dan negara.
2.      Bidang Pembaharuan
Hasan al-Banna dan juga pembaharu Islam lainnya seperti Jamaluddin Al-Afgani dan Muhammad Abduh meyakini bahwa kelemahan dan kerentanan muslim terhadap dominasi Eropa disebabkan penyimpangan kaum muslimin dari Islam sejati. Untuk membangkitkan Mesir, kaum muslimin harus kembali memahami dan hidup menurut Islam seperti yang ditegaskan dalam Alqur’an dan Sunnah.
Subordinasi politik dunia muslim membuat mereka rentan terhadap pengaruh budaya Eropa. Banna yakin bahwa peradaban Eropa terdiri atas ateisme, ketidakbermoralan, egoisme individu dan kelas serta riba.Dia menyebut budaya Eropa sebagai budaya materialistis yang mengutangi kaum muslimin agar dapat mengendalikan ekonomi muslim. Banna berpendapat bahwa ulama Azhar juga ikut bertanggung jawab atas pemahaman Islam kaum muslimin yang keliru itu. Solusi untuk berbagai problem politik, ekonomi, dan budaya Mesir terletak pada gerakan kembali ke Islam. Islam merupakan tatanan lengkap bagi semua segi eksistensi manusia.
Banna percaya bahwa agama hanyalah bagian dari Islam yang juga menggariskan prilaku manusia dalam kehidupan keseharian. Sesungguhnya Islam menawarkan satu-satunya jalan kebahagiaan. Karena Islam adalah jalan Allah untuk semua ummat manusia, maka kaum muslim tidak boleh hanya berpegang pada ajarannya saja,namun juga harus menyebar rahmatnya ke seluruh manusia, yaitu pada akhirnya membawa seluruh dunia ke pangkuan Islam.
3.      Bidang Teologi
Tentang iman, Banna berpendapat bahwa siapa pun bisa disebut muslim, kalau dia mengaku percaya pada Allah dan kenabian Muhammad, berbuat sesuai kepercayaannya itu, dan menunaikan kewajiban agama. Sedangkan kafir adalah orang-orang yang terang-terangan menyatakan murtad, mengingkari keyakinan dan praktek lazim yang dikenal Islam.
Tentang relevansi Islam dengan persoalan duniawi, Banna berpendapat bahwa Islam mendorong keterlibatan aktif di dunia, termasuk penyelidikan ilmiah atas alam yang membawa kemajuan teknologi. Islam tak bertentangan dunia ilmu pengetahuan.
4.      Bidang Politik
Dalam bidang agama dan politik, Banna menegaskan bahwa prinsip Islam dapat diterakan pada keyakinan yang banyak dianut dalam soal politik dan lembaga politik. Menurutnya, Islam memerlukan suatu pemerintah yang mencegah anarki, namun tidak menetapkan bentuk pemerintah tertentu. Islam hanya meletakkan prinsip pokok yaitu, penguasa bertanggung jawab kepada Allah dan rakyat bahkan dianggap sebagai abdi rakyat. Selain itu kaum muslim harus bersatu karena persaudaraan muslim merupakan prinsip iman dan kaum muslim harus memonitor tindakan penguasa, menasehati penguasa, dan mengupayakan agar kehendak bangsa dihormati. Karena ketiganya merupakan prinsip yang sangat luas, maka negara Islam bisa memiliki banyak bentuk termasuk demokrasi parlementer konstitusional. Untuk tujuan jangka panjang, Banna lebih tertarik pada sistem kekhalifahan.
Banna menyebutkan bahwa pemerintahan konstitusional merupakan sistem paling dekat dengan pemerintahan Islam, termasuk konstitusi 1923 Mesir adalah sah karena menegaskan bahwa semua undang-undang harus selaras dengan prinsip Islam. Akan tetapi di sisi lain, konstitusi itu perlu diamandemen untuk menjamin penerapan hukum Islam, misalnya tidak adanya larangan yang tegas tentang konsumsi alcohol, prostitusi, judi, dan riba.
5.      Bidang Sosial
 Realitas sosial masyarakat Mesir ini tidak luput dari pengamatan al-Banna. Maka alternatif pemecahannya tidak kalah pentingnya adalah ide dan gerakan pembaruan al-Banna. Masyarakat Mesir ketika itu hidup dalam kemiskinan sebagai akibat dari monopoli Inggris. Konsekuensi lain dari pendudukan ingris adalah kobodohan, rendahnya tingkat kesehatan dan dekadensi moral. Berhadapan dengan realitas sosial yang sedemikian rupa, maka sangat tepat jika al-Banna melontarkan gagasan perlunya dilakukan kegiatan ekonomi bersama dan penghapusan dominasi minoritas dalam perekonomian. Dengan gagasan ini, kelihatannya al-Banna ingin melakukan aktifitas sosial pada pemerataan keadilan. Gagasannya di bidang sosial lainnya adalah pengadaan sarana kesehatan, rumah penampungan, poliklnik, pemberian makan kepada fakir miskin dan penyediaan lapangan pekerjaan bagi para penganggur.
6.      Bidang Ekonomi
Negara Islam menururt Banna berupaya mengurangi perbedaan antara yang kaya dan miskin. Orang kaya harus mengubah gaya hidupnya sendiri dengan tidak bermewah-mewahan.Orang kaya harus menjadi model bagi bagi orang lain sehingga akan semakin berkurang kesenjangan akibat perbedaan kekayaan. Islam melindungi kekayaan dan harta yang didapat dengan cara sah dan yang dikelola dan diinvestaskan dengan benar.Kaum kecil dan menengah akan menikmati insentif khsusus dan mencegah penimbunan kekayaan. Lembaga keuangan harus mematuhi prinsip Islam seperti keadilan dan melarang riba. Untuk mengefektifkan jalannya organisasi Ikhwanul Muslimin, maka Banna melakukan berbagai aktifitas guna menyukseskan berbagai program organisasi.
Pertama-tama ia mengorganisasikan ikhwan dengan cara pragmatis, mengembangkan lembaga baru untuk mengendalikan kian banyaknya anggota dan mengadakan percoban dengan berbagai struktur. Pada 1946, Banna merumuskan serangkaian perintah yang dirancang untuk menjamin otoritasnya atas semua unit yang ada diorganisasi. Dia menjadi pembimbing umum sampai meninggalnya.
Selain itu, Banna menciptakan hirarki unit, sejak dari distrik sampai ke cabang dan sel yang disebut keluarga. Dia melengkapi model vertical ini dengan komite yang bertanggung jawab atas fungsi finansial, legal dan kesejahteraan organisasi. Akhirnya kerangka organisasi yang disebut seksi disamakan dengan pembagian masyarakat Mesir menjadi pekerja urban, petani, pelajar dan professional. Seksi lainnya berhubungan dengan pendidikan fisik, pers, dan penyebaran ajaran organisasi ke negara-negara muslim lainnya.
Banna juga menekankan organisasinya pada aspek fisik dengan membentuk Pramuka atau pengembara ikhwanul Muslimin. Seksi ini menyerupai kelompok kaum muda yang didirikan partai Wafd dan Mesir Muda. Aktifitas kelompok ini antara lain wisata kemah, dan kegiatan olahraga seperti gulat, tinju, basket dan sepak bola.
Selain itu, gerakan ini ikut serta pada Aparat khusus. Suatu kegiatan yang membentuk pasukan berdisiplin seperti selalu mencatat segala upaya menghapal al-quran dan membaca surah-surahnya. Juga para anggotanya harus menjalani tes kebugaran untuk mengetahui apakah aturan latihan ini dikuti atau tidak. Selain itu, mengorganisasikan kursus khusus di bidang agama, hukum, pertolongan pertama mirip palang merah, dan persenjataan. Intinya bahwa gerakan ikhwanul Muslimin ini melakukan kegiatan yang arahnya pembentukan pribadi muslim yang fundamental baik fisik maupun mental.
Ikhwanul muslimin juga mendirikan sekolah-sekolah untuk anak-laki-laki, anak perempuan dan pekerja. Membangun masjid, pabrik tekstil, membentuk klub amal untuk membantu fakir miskin, berbicara di kedai-kedai, tempat umum, pesta-pesta dan di tempat jaga dan menerbitkan koran untuk memerangi pengaruh misionaris.

F.      Pemikiran Dakwah Hasan Al-Banna
Hasan al-Banna barangkali adalah batu asas pertama yang memberikan nafas, penunjuk arah kepada bagaimana seharusnya gerakan dakwah Islamiyyah itu harus memainkan peranannya. Pada zaman moden, tak salah jika kita katakan bahawa mujahid dakwah ini telah meletakkan asas-asas kepada gerakan Islam. Buah fikir dakwahnya benar-benar jauh menjelajah di mana-mana belahan dunia Islam dan mempengaruhi gerakan Islam yang tumbuh kemudiannya.
Berdiri daripada hakikat ini, maka kita boleh mengiktiraf kedudukan dahwah dan tarbiyyah Ikhwan Muslimin pimpinan beliau sebagai induk kepada dakwah di seluruh dunia ketika Rasulullah tiada lagi di sisi kita. Keunikan Hasan al-Banna menurut tanggapan peribadi saya, terletak kepada kekuatan dan kesungguhan beliau melihat potensi mahasiswa di universiti sehingga wujud suatu acara yang benar-benar menumpukan kepada usaha membangun potensi mahasiswa itu sehingga berada pada tempatnya yang sebenar.
Dakwah Al-Ikhwan Al-Muslimun memiliki ciri khas tersendiri sejak awal berdirinya; memiliki prinsip kembali pada dua sumber asal Islam yaitu kitab dan sunnah, melepaskan diri dari berbagai pertikaian dan perkhilafan parsial dan mazhab. Dan imam Al-Banna memfokuskan alasannya terhadap pentingnya mengerahkan tenaga dan potensi untuk melakukan pembinaan generasi yang beriman dan memahami Islam secara benar dan kaffah; bahwa Islam adalah agama dan negara, ibadah dan jihad, syariat dan konstitusi, agama yang menata kehidupan umat manusia seluruhnya dari berbagai sisi; tarbiyah, ekonomi dan politik.
Kebanyakan lingkup dakwah Islam pada saat itu hanya berkisar pada dua aliran utama: Dakwah salafiyah dan Tariqah Sufiyah, dan pertikaian diantara keduanya sering terjadi bahkan berakibat pada permusuhan dan perselisihan yang sangat runcing, padahal ideologi Islam tidak seperti yang dipersepsikan, dan sudah terdapat di materi-materi kuliah di universitas Al-Azhar, ada dalam katalog dan pustakanya, kecuali yang dilakukan oleh gerakan jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh dan Muhammad Rasyid Ridha, sehingga memberikan pengaruh yang besar pada diri Imam Hasan Al-Banna. Karena itu dakwah imam Al-Banna adalah kembali pada universalitas Islam yang mencakup berbagai sisi kehidupan, dan hal tersebut merupakan tajdid (pembaharuan) pada bidang ideology Islam. Imam Al-Banna di Ismailiyah, disana tempat beliau mendirikan jamaah, mendirikan masjid dan darul ikhwan, ma’had Hira Al-islami, serta madrasah Ummahatul Mukminin, dan dari sana dakwahnya menyebar ke pelosok desa dan kota yang berada disampingnya.
G.    Metode Pergerakan Dakwah Hasan Al Banna
Bicara soal metode atau cara tentu setiap insan dakwah baik itu personal, maupun yang tergabung dalam gerakan dakwah tentu memiliki metode yang beragam dalam membina umat. Begitupun dengan Hasan Al Banna dengan pergerakan dakwahnya yaitu ikhwanul muslimin. Namun, kesemuanya memiliki satu tujuan yaitu tercapainya tujuan-tujuan dakwah yang ingin disampaikan. Yang tentunya diselaraskan dengan masa dan konsisi dimana medan dakwahnya.  Berbicara soal ikhwanul muslimin bersama Hasan Al Bannanya kita telah mengenal konsep dakwah mereka yaitu dengan metode tarbiyahyang mereka definisikan yaitu: “cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung”.[13]Tentu ini merupakan hal yang lumrah. Perbedaan metode penyampaian pesan dakwah ini sangat bergantung iklim dimana medan dakwah yang dihadapi, karakter, dan tipikal masyarakat yang menjadi objek dakwah tersebut.
Oleh karenanya, ada masyarakat yang gampang menerima pesan-pesan dakwah yang disampaikan, pun ada juga masyarakat yang tidak begitu saja dapat menerima apa yang disampaikan kepada mereka. Ada  juga yang harus ada bukti dari apa yang disampaikan baru mereka dapat menerima apa yang disampaikan kepada mereka. Ada yang dengan lemah lembut, dakwah diterima. Lain hal ada juga yang harus dengan pertumpahan darah/penaklukan wilayah, baru dakwah dapat tersalurkan kedalam hati nurani mereka. Bangsa arab misalnya, tercatat dalam sejarah bahwa mereka adalah orang yang keras dan brutal. Sebaliknya dengan orang asia khususnya Indonesia, mereka adalah orang yang santun dan lembut.
H.     Kesimpulan
Hassan al-Banna mendirikan Ikhwanul Muslimin, salah satu dari abad ke-20 terbesar dan paling berpengaruh organisasi Islam revivalis. Kepemimpinan Al-Banna adalah penting bagi pertumbuhan ikhwanul muslimin selama tahun 1930-an dan 1940-an. Seperti banyak orang lain, mereka menemukan bahwa belajar Islam dan kesalehan tidak lagi dihargai di ibukota (akibat paham sekular yang begitu kuat saat itu,paham itu dibawa oleh kolonial inggris untuk merobohkan semangat kaum muslimin), dan bahwa keahlian tidak bisa bersaing dengan industri berskala besar. berdirinya organisasi ikhwaul muslimin bertepatan dengan tanggal 20 Maret 1928
Gerakan Ikhwan Muslimin membawa perubahan hebat kepada Dunia Arab. Ia telah menegakkan semula kebenaran dan kekuatan Islam. Hasan Al-Banna adalah seorang yang berwibawa dan berhati tabah. Beliau memiliki peribadi Muslim sejati. Setiap tindakannya melambangkan ciri-ciri hidup Islam.











DAFTAR PUSTAKA



Abdul Kholiq, Pemikiran Pendidikan Islam Kajian Tokoh Ktasik dan Kontemporer, Semarang: Pustaka Pelajar,1999.
Ali Abdul Halim Mahmud, Perangkat-perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin  Solo: Era Intermedia, 2004.
Harun, Nasution,., Ensiklopedia Islam Indonesia, Jakarta: Jambatan, 1992.
Herry Mohammad, dkk.. Tokoh-tokoh Islam yang Berpengaruh Abad 20, Jakarta: Gema Insani Press. 2006.
Imam Al-Ghazali Said. Ideologi Kaum Fundamentalis, Pengamh Politik al-Maududi Terhadap Gerakan Jamaah islamiyyah Trans Pakistan-Mesir, Surabaya: Diantara, 2003.
M. Atiqu Haque, Seratus Pahlawan Muslim yang Mengubah Dunia, Jogjakarta: Diglossia, 2007.
Muhammad Sa‟id Mursi, Tokoh-tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah. Jakarta; Pustaka Al-Kautsar, 2007.
Riduan Mohamad Nor, Memperingati 100 Tahun Hassan al-Banna. Selangor : MHI Publications, 2007.



[1] Abdul Kholiq, Pemikiran Pendidikan Islam Kajian Tokoh Ktasik dan Kontemporer, (Semarang: Pustaka Pelajar,1999). h.253.
[2] Muhammad Sa‟id Mursi, Tokoh-tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah. (Jakarta; Pustaka Al-Kautsar, 2007), h. 244.
[3] Abdul Kholiq, Op.cit.,h. 254
[4] Herry Mohammad, dkk.. Tokoh-tokoh Islam yang Berpengaruh Abad 20, (Jakarta: Gema Insani Press. 2006), h. 202.
[5] Abdul Kholiq, Op.cit.,h. 253-254
[6] M. Atiqu Haque, Seratus Pahlawan Muslim yang Mengubah Dunia, (Jogjakarta: Diglossia, 2007) h. 376.
[7] Abdul Kholiq, Op.cit.,h. 254-255
[8] Imam Al-Ghazali Said. Ideologi Kaum Fundamentalis, Pengamh Politik al-Maududi Terhadap Gerakan Jamaah islamiyyah Trans Pakistan-Mesir, (Surabaya: Diantara, 2003), h. 167.
[9] Herry Mohamrnad, dkk., op. cit., h. 207.
[10] Abdul Kholiq, Op.cit.,h. 256.
[11] Riduan Mohamad Nor, Memperingati 100 Tahun Hassan al-Banna. (Selangor : MHI Publications, 2007), h. 48-49.
[12] Harun, Nasution,., Ensiklopedia Islam Indonesia, Jakarta: jambatan, 1992)., h. 250-255.
[13] Ali Abdul Halim Mahmud, Perangkat-perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin  (Solo: Era Intermedia, 2004) h.21

📢 Bagikan Postingan Ini

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke teman atau media sosial Anda.

Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link

🤝 Butuh Bantuan atau Dokumen Lain?

Terima kasih telah berkunjung ke blog KhairalBlog21. Jika Anda membutuhkan makalah, format surat resmi, administrasi sekolah, atau dokumen lain yang belum tersedia di blog ini, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak. Kami juga menerima request untuk pembuatan dokumen sesuai kebutuhan Anda.

Jangan ragu untuk memberikan saran dan masukan agar blog ini bisa lebih bermanfaat untuk semua. Klik tombol di bawah ini untuk langsung menghubungi kami via WhatsApp:

Kami siap membantu menyediakan dokumen pendidikan dan administrasi sesuai kebutuhan Anda 📚✍️


No comments:

💬 Tinggalkan Komentar Anda

Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️

Featured Post

CONTOH DAN DONWLOAD SURAT LAMARAN SEBAGAI SPG

Bagi Anda yang ingin melamar pekerjaan sebagai Sales Promotion Girl (SPG) , tentunya diperlukan sebuah surat lamaran kerja yang baik dan b...