MAKAKALAH FUNGSI PIMPINAN DALAM MELAKUKAN PENGAWASAN TERHADAP KERJA SAMA STAIN

Baca Juga


A. Pendahuluan

            Dalam suatu manajeman tentu ada seorang yang melakukan pelaksanaan manajemen tersebut, dia disebut dengan manajer. Orang yang bertanggungjawab dalam hal perencanaan, pengelolaan, dan sampai kepada pengawasan.
            Dalam organisasi atau suatu lembaga, manejer dikenal dengan pemimpin, top leader, atau direktur, kepala atau ketua dan manajer ini tentu memiliki fungsi sebagai seorang yang menjalankan manajeman. Untuk itu dalam makalah ini akan kami bahas salah satu dari fungsi menejer tersebut terhadap kelompoknya yaitu masalah pengawasan yang seharusnya dilakukan oleh seoerang pemimpin atau manejer untuk terciptanya cita-cita kaelompok tersebut. Dan kami akan coba hubungkan dengan manejemen yang ada di STAIN Padangsidimpuan dibidang pengawasan dan terlebih dahulu kita jelaskan apa sebenarnya pemimpin tersebut lalu bagaimana fungsinya sebagai pimpinan.

B. Pengertian Pemimpin

            Istilah pemimpin adalah terjemahan leader / head / manager, yang juga disebut kepala / ketua / direktur / presiden dan lain sebagainya, tegasnya setiap orang yang mempunyai bawahan. [1]pemakaian istilah ini tergantung kepada kebiasaan atau kesenangan setiap organisasi, jadi tidak perlu diperdebatkan.
            Sedangkan definisi pimpinan atau manajer tersebut adalah seorang yang mencapai tujuannya, melalui kegiatan-kehiatan orang lain. [2]jadi, pimpinan itu harus mempunyai bawahan, harus membagi pekerjannya, dan harus tetap bertanggungjawab terhadap pekerjaan tersebut.

            Indonesia memiliki landasan dasar untuk bersikap sebagai pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat, yaitu bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun dan membimbing asuhannya. Dengan perkataan lain beberapa asas utama dari kepemimpinaan pancasila adalah :
Ing ngarsa sung tulada : seorang pemimpin harus mempunyai sifat dan pebuatannya menjadikan dirinya panutan dan ikutan bagi orang yang dipimpinnya.
Ing madya mangun karsa : seorang pemimpin harus membangkitkan semangat berwakarsa dan berkereasi pada orang-orang yang dibimbingnya.
Tut wuri handayani : seorang pemimpin harus mampu mendorong orang-orang yang diasuhnya, berani berjalan didepan dan sanggup bertanggungjawab.
            Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri tetapi itu tidak memadai apabila dia tidak berhasil atau menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri bawahannya.
            Penting untuk diingat, bahwa manajemen adalah suatu bentuk kerja. Manejer dalam melakukan pekerjaannya, harus melakukan kegiatan – kegiatan tertentu yang dinamakan fungsi-fungsi manajemen yang terdiri atas :
  1. Planning - menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama satu masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan tersebut.
  2. Organizing - mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.
  3. Staffing - menentukan keperluan-keperluan sumber daya manusia, pengerahan, penyaringan, latihan dan pembangunan tenaga kerja.
  4. Motivating - mengerahkan atau menyalurkan prilaku manusia kearah tujuan-tujuan.
  5. Controling - mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan menentukan sebab-sebab penyimpangan- penyimpangan dan mengambil tindakan korektif dimana perlu.[3]
Dan masih banyak fungsi manajemen yang harus dilakukan seorang manajer selain dari yang lima diatas, dan fungsi khusus untuk dibahas dalam makalah ini adalah fungsi Controling atau pengawasan tersebut.

C. Pengawasan

            Kasus-kasus yang sering terjadi dalam banyak organisasi adalah tidak diselesaikannya suatu pengawasan, tidak ditepatinya  waktu penyelesaian atau deadline. Suatu anggaran yang berlebihan dan kegiatan-kegiatan lain yang menyimpang dari rencana.untuk itu kita bahas makalah ini akan membahas proses pengawasan manajerial.
1.      Pengertian Pengawasan
Pengawasan adalah proses yang memastikan segala yang terlaksana sesuai dengan apa yang direncanakan[4]. Dan pengertian pengawasan itu pada intinya tidak hanya berfungsi untuk menilai apakah sesuatu itu berjalan ataukah tidak. Akan tetapi termasuk tindakan koreksi yang mungkin diperlukan maupun penentuan sekaligus pemasaran standar yang terkait dengan pencapaian tujuan dari waktu kewaktu. Dan terdapt empat tujuan dari fungsi pengawasan tersebut adalah : adaptasi lingkungan meminimalkan kegagalan, meminimumkan biaya, dan mengantifikasi kompleksitas dan organisasi [5]. Dan pengawasan manajemen adalah suatu usaha sitematik yang menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang system informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Menentukan dan mengukur penyimpanga-penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diprlukan untuk menjamin bahwa semua sumberdaya perusahaan dipoergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan [6].

D. Tipe-tipe Pengawasan

            Ada tiga tipe dasar pengawasan, yaitu : (1) Pengawasan pendahuluan (2) pengawasan “ Concurrent “ (3) pengawasan umpan balik.[7]
            Pengawasan pendahuluan atau sering disebut Steeting Controls, dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpanga-penyimpangan dari standar atau tujuan dan memungkinkan korelasi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan. Jadi, pendekatan pengawasan ini lebih aktif dan agresif, dengan mendeteksi masala-masalah dan mengambil tindakan yang diperlukan sebelum suatu masalah terjadi.
            Pengawasan yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan ( Concurrent Control ). Pengawasan ini sering disebut pengawasan “ Ya – tidak “, Screening Control atau berhenti-henti terus dilakukan selama suatu kegitan berlangsung.
            Pengawasan umpan balik ( feed back Control ). Pengawasan umpan balik, jiga dikenal sebagai Past-action Controls, mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan.

E. Bidang-bidang Kunci Pengawasan

1.      Pengawasan kuantitas
Pengawasan kuantitas dimasudkan untuk menimbulkan hasil-hasil produksi yangdiingini secara teratur atau jasa-jasa.maksud pengawasan kuantitas ini adah untuk terus memperhatikan bagaimana caranya berbagai-bagai hasil – hasil produksi atau jasa-jasa itu bergerak.

2.      pengawasan kualitas ( Quality Contol )
Tujuannya adalah mempertahankan kualitas yang mmuaskan untuk tujuan yang dimaksudkan, bukan kualitas yang setinggi mungkin. Khusus tujuan yang dicari adalah apa yang terbaik dalam istilah-istilah :
a.       Konsistensi dengan harga yang diminta untuk hasil produksi atau jasa itu.
b.      Diberikan hasil-hasil yang memuaskan dan dapat diprcaya. Pengawasan inspeksi maupun pengawasan kontrol dapat digunakan.
3.      Pengawasan waktu
Menggunakan waktu dengan efektif adalah suatu tantangan bagi setiap manajer. Para manajer berada dibawah penekanan untuk mengurangi waktu yang dipakai untuk membaca material, menghadiri rapat dan mencapai keputusan-keputusan. Waktu adalah suatu sumber yang terbatas. Seorang manajer sering mengeluh, bahwa waktu yang terbuang dengan panggilan-panggilan telepon dan rapat-rapat dapat dihindari, kalau ada tersedia sebelumnya sekedar cara yang dapat dipercayai untuk menilainya.
4.      Pengawasan biaya
Biaya adalah suatu pertimbangan dalam hammpir semua kegiatan. Banyak jenisnya biaya-biaya itu dan sebelum membahas pengawasan pembiayaaan, haruslah kita tinjau apakah biaya itu. Kebanyakan biaya dapat dikatagorikan dalam salah satu dari lima kategori umum :
a.       Biaya langsung
b.      Biaya material langsung
c.       Biaya “ Overhead “ tata usaha pabrik
d.      Ongkos pejualan
e.       Ongkos administrasi

F. Hasil wawancara dengan para Dosen atau pegawai

            Fungsi yang dilakukan pemimpin STAIN dalam bidang pengawasan, adpun hasil wawancara adalah sebagai berikut :
Nur azizah, S.Ag: Fungsi yang dilakukan pemimpin STAIN dalam bidang pengawasan bukan harus pemimpin tersebut langsung turun kelapangan . artinya lembaga STAIN memiliki struktur kepemimpinan yang memiliki pegawai yang membidangi tugas masing-masing. Misal : adanya PK 1, PK 2, PK 3, dan pengawasannya dilakukan dirapat atau pertemuan. Apakah tugas masing-masing PK atau pegawai lainnya berjalan atau bermasalah. Misal : PK I membidangi tugas dibidang pengawasan kuantitas, ini artinya PK I membawahi pegawai atau dosen yang ada di STAIN. Jadi PK I bertanggungjawab dibidang pengawasan kehadiran dan ketetapan waktu para pegawai dan sebagainya. Sementara PK 2 membidangi dalam pengawasan kualitas dosen atau pegawai dan intinya dengan tugas pengawasan tersebut dia dapat membina dan meningkatkan kualitas pegawai / dosen. Dan banyak yang telah dilakukan pemimpin seperti melakukan Workshop bagi para dosen dan pegawai. Dan intinya pengawasan tidak harus terjun dilapangan namun ahir-ahir ini telah dilakukan inpeksi mendadak oleh pemimpin STAIN atau baik diwakili oleh PK atau langsung.
Kholidah, M.Ag      :  Dari keterangan beliau tidak jauh beda dengan pendapat diatas, artinya pimpinan STAIN ( Prof.Dr. Baharuddin, M.Ag ) tidak harus melakukan pengawasan secara langsun, karena secara sturuktur kepemimpinan beliau memiliki perpanjangan tangan sebagai pembantu pemimpin seperti PK 1, PK 2, PK 3, kasubbag dan Kajur-kajur.
            Dan telah disampaikan selain pendapat sebelumnya banyak realisasi dari pengawasan tersebut termasuk adanya sanksi yang diberikan kepada pihak pegawai atau dosen karena lalai. 

G. Kesimpulan
            Pemimpin atau manajer tersebut adalah seorang yang mencapai tujuannya melalui kegitan-kegiatan orang lain. Di dalam kepengawasan kepemimpinan sebagai proses untuk memastikan segala aktivitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang direncanakan.
            Ada tiga tipe dasar pengawasan yaitu : pengawsan pendahuluan, pengawasn “ concurrent  “ dan pengawasan umpan balik. Kemudian bidang kunci pengawasan sebagai berikut : pengawasan kuantitas, pengawasan kualitas, [engawasan waktu, pengawasan biaya. Biaya dapat dikategorikan dalam salah satu dari lima kategori umum yakni :
1.      Biaya langsung
2.      Biaya material langsung
3.      Biaya “ overhead “ tata usaha pabrik
4.      Ongkos penjualan
5.      Ongkos administrasi

[1]Malayu S.P, manajemen ( Jakarta : Bumi Aksara, 2006 ) Hal. 42
[2] Ibid, Hal.43
[3]GR.Terry dan LW.Rue, Dasar-dasar Manajemen ( Jakarta : Bumi Aksara, 2005 ) Hal. 10
[4]Ernie Tisnawatis sule, Pengantar Manajemen ( Jakarta :Kencana, 2005 ) Hal.317
[5] Ibid, Hal. 318
[6] T.Hani handoko, Manajemen ( Yogyakarta : BPFE, 1986 ) Hal.361
[7] ibid, Hal. 361

📢 Bagikan Postingan Ini

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke teman atau media sosial Anda.

Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link

🤝 Butuh Bantuan atau Dokumen Lain?

Terima kasih telah berkunjung ke blog KhairalBlog21. Jika Anda membutuhkan makalah, format surat resmi, administrasi sekolah, atau dokumen lain yang belum tersedia di blog ini, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak. Kami juga menerima request untuk pembuatan dokumen sesuai kebutuhan Anda.

Jangan ragu untuk memberikan saran dan masukan agar blog ini bisa lebih bermanfaat untuk semua. Klik tombol di bawah ini untuk langsung menghubungi kami via WhatsApp:

Kami siap membantu menyediakan dokumen pendidikan dan administrasi sesuai kebutuhan Anda 📚✍️


No comments:

💬 Tinggalkan Komentar Anda

Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️

Featured Post

CONTOH DAN DONWLOAD SURAT LAMARAN SEBAGAI SPG

Bagi Anda yang ingin melamar pekerjaan sebagai Sales Promotion Girl (SPG) , tentunya diperlukan sebuah surat lamaran kerja yang baik dan b...