BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anggaran disusun oleh manajemen untuk jangka waktu satu tahun membawa perusahaan ke kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya tertentu yang diperhitungkan.
Dengan anggaran, manajemen mengarahkan jalannya perusahaan ke suatu kondisi tertentu, misalnya menaikkan volume penjualan 100% di atas penjualan tahun anggaran yang lalu dengan pengorbanan sumber daya tertentu. Tanpa anggaran jangka pendek, perusahaan akan berjalan tanpa arah dengan pengorbanan sumber daya yang tidak terkendali.
Proses penyusunan anggaran merupakan proses penyusunan rencana kerja jangka pendek, yang pada dasarnya perusahaan berorientasi pada laba. Pemilihan rencana kerja didasarkan atas dampak rencana kerja tersebut terhadap laba. Untuk memungkinkan manajemen puncak melakukan pemulihan rencana yang berdampak terhadap laba. Setelah perushaan memiih suatu rencana kerja untuk mencapai sasran anggaran manajer yang berperan untuk melaksanakan rencana kerja tersebut memerlukan sumber daya untuk memungkinkannya mencapai sasaran anggaran.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dapat diketahui apa pengertian penganggaran modal, bagaimana mengestimasi arus kas dan sebagainya.
C. Tujuan
Tujuan pembahasannya adalah unutk mengetahui berdasarkan remusan masalah yang telah dirangkum di atas.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Penganggaran Modal
Penganggaran modal (Capital Budgeting) adalah proses kegiatan yang mencakup seluruh aktivitas perencanaan penggunaan dana dengan tujuan untuk memperoleh manfaat pada waktu yang akan datang. Penganggaran modal berkaitan dengan penilaian aktivitas investasi yang diusulkan. Aktivitas suatu investasi ditujukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan selama priode tertentu di waktu yang akan dating, yang mempunyai titik awal (kapan investasi dilaksanakan) dan titik akhir (kapan investasi akan berakhir). Penganggaran modal meliputi seluruh priode investasi yang mencakup pengeluaran-pengeluaran (cost) dan manfaat (benefit) yang dikuantifikasi, sehingga memungkinkan untuk diadakan penilaian dan membandingkannya dengan alternatif investasi lainnya.
Penganggaran modal dalam prakteknya dimaksudkan untuk mengadakan analisis dari beberapa alternatif investasi yang tersedia, untuk kemudian menetapkan atau memilih investasi yang paling menguntungkan. Analisis investasi akan menyeleksi kesempatan-kesempatan investasi yang ada, sehingga dapat dipilih investasi yang memberikan manfaat terbesar dari setiap rupiah dana yang diinvestasikan.
Ada beberapa manfaat penganggaran modal yang dapat diketahui, diantaranya: 1. Agar tidak terjadi over investment atau under investment.
2. Dapat lebih terperinci dan teliti karena dana semakin banyak dan dalam jumlah yang sangat besar.
3. Untuk mengetahui kebutuhan dana yang lebih terperinci, karena dana yang terikat jangka waktunya lebih dari satu tahun.
4. Mencegah terjadinya kesalahan dalam decision making.
B. Estimasi Aliran Kas
Dalam melakukan analisa penganggaran modal maka diperlukan estimasi arus kas. Dimulai dari investasi awal hingga proyek itu berjalan, dimana pada tahap awal kas perusahaan masih negatif karena perusahaan hanya mengeluarkan dana untuk pelaksanaan proyek tersebut, setelah proyek tersebut selesai dan arus kas akan menjadi positif, akibatnya adanya penghasilan yang dihasilkan dari investasi tersebut.
Langkah yang paling penting dan paling sulit dalam penganggaran modal adalah mengestimasikan arus kas suatu proyek yaitu pengeluaran investasi dan arus kas masuk bersih per tahun setelah suatu proyek dijalankan. Seperti yang diketahui bersama, bahwasanya semua kegiatan investasi dimulai dan diukur dengan uang dan waktu. Oleh karena itu, perhitungan kelayakan investasi didasarkan pada aliran kas (cash flow) dan nilai uang dikaitkan dengan waktu (time value of money).
a. Cas flow
Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat dicari dari berbagai sumber yang ada dan yang perlu memperoleh berkaitan dengan perolehan modal adalah masa pengembalian dalam jangka waktu tertentu. Estimasi keuntungan diperoleh dari selisih pendapatan dengan biaya dalam suatu priode tertentu. Besar kecilnya keuntungan sangat berperan dalam pengembalian dana suatu usaha. Oleh karena itu, perlu dibuatkan estimasi pendapatan dan biaya sebelum usaha dijalankan.
Dalam membuat estimasi pendapatan yang akan diperloleh di masa yang akan datang perlu dilakukan perhitungan secara cermat dan membandingkan data dan informasi yang ada sebelumnya. Begitu juga dengan estimasi biaya-biaya yang dikeluarkan perlu dirinci serinci mungkin. Semua itu tentunya menggunakan asumsi-asumsi tertentu yang akhirnya akan dituangkan dalam aliran kas (cash flow). Jadi aliran kas merupakan aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu priode tertentu yang menggambarkan berapa uang yang masuk (cash in) ke perusahaan dan jenis pemasukan tersebut juga menggambarkan berapa uang yang masuk (cash ini). Dengan dibuatnya aliran kas perushaan ini, hal ini dapat memudahakn para investor untuk dapat menilai kelayakan investasi secara finansial.
Ada 2 cara dalam menghitung aliran kas, yaitu:
1. Kas Masuk Bersih= EAT+Penyusutan
Yaitu jika proyek atau usaha tersebut dibiayai dengan modal sendiri.
2. Kas Masuk Bessih= EAT+Penyusutan+Bunga(1-tax).
Yaitu jika proyek atau usaha tersebut dibiayai dengan modal pinjaman.
Contoh Cash Flow
| Uraian | Menurut Lap. Akuntansi | Keterangan | Arus Kas |
| 1. Pendapatan | Rp. 400 juta | Kas Masuk | Rp. 400 juta |
| 2. Biaya-biaya · Total biaya · Penyusutan |
Rp. 200 juta Rp. 100 juta |
Kas Keluar Kas Masuk |
Rp. 200 juta Rp. 100 juta |
| 3. Laba sebelum pajak (EBT) |
| Rp. 100 juta |
| 4. Pajak 50% | Rp. 50 juta |
| Laba setelah pajak (EAT) | Rp. 50 juta |
Cash flow= EAT+Penyusutan
= Rp 50 juta + Rp 100 juta
= Rp 150 juta
Catatan:
EBT= Earning Before Tax (Laba Sebelum Pajak)
EAT= Earling After Tax (Laba Setelah Pajak)
b. Nilai uang yang dikaitkan dengan waktu (time value of money)
Dalam mengetahui nilai uang yang dikaitkan dengan waktu, maka metode yang akan dipakai metode Net Present Value (NPV). NPV adalah uang yang diterima dan dikeluarkan dengan memperhatikan time value of money. Rumus time value of money yang present value adalah untuk mengetahui nilai uang saat ini. Oleh karena itu, uang tersebut akan diterima di masa depan, maka juga harus diketahui berapa nilainya jika diterima sekarang. | Bila.. | Berarti.. | Maka.. |
| NPV>0 | Investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi perusahaan | Proyek bisa dijalankan |
| NPV<0 | Investasi yang dilakukan akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan | Proyek ditolak |
| NPV=0 | Investasi yang dilakukan tidak mengakibatkan perusahaan untung ataupun merugi | Kalau proyek dilaksanakan atau tidak dilaksanakan maka tidak berpengaruh kepada perusahaan. Keputusan harus ditetapkan dengan menggunakan criteria lain misalnya dampak investasi terhadap positioning perusahaan |
Contoh kasus:
A pada hari ini mendapat pinjaman dari B sebanyak Rp 100 juta yang ingin diinvestasikannya selama satu tahun. Ada 3 pilihan bagi si A untuk menanamkan uangnya tersebut, yaitu:
1. Deposito 12 bulan dengan bunga 8%/tahun,
2. Beli rumah lalu dikontrakkan Rp 10 juta/tahun untuk kemudian semoga bisa dijual di akhir tahun dengan harga Rp 150 juta,
3. Beli emas sekarang dan dijual akhir tahun.
Agar dapat lebih mudah memilih investasi yang paling menguntungkan, A ingin tahu berapa nilai sekarang dari hasil investasi untuk masing-masing pilihan. Atau dengan kata lain, berapa rupih uang yang akan A terima dari masing-masing investasi seandainya hasil investasi tersebut A terima sekarang, bukannya satu tahun ke depan, maka rumus yang digunakan adalah NPV. NPV merupakan hasil penjumlahan PV pengeluaran untuk investasi dan PV penerimaan dari hasil investasi.
Rumus untuk menghitung PV adalah: PV= C1/(1+r)
Dimana:
C1= uang yang akan diterima di tahun ke-1.
r= discount rate atau tingkat pengembalian/ hasil investasi
Sedangkan rumus untuk menghitung NPV adalah: C0 + (C1/(1+r))
Dimana:
C0 = jumlah uang yang diinvestasikan ( karena ini adalah pengeluaran, maka menggunakan bilangan negatif).
Untuk NPV Deposito, A menggunakan discount rate (r) sebesar 4%. Angka ini A ambil dari tingkat bunga tabungan.
Jadi:
NPV Deposito = (-100 juta) + (108 juta/(1+0,04))
= (-100 juta) + 103, 85 juta = 3,85 juta
Untuk menghitung NPV rumah, A gunakan discount rate 12% untuk mengakomodasi tingkat resiko.
Jadi:
NPV rumah = (-100 juta + 10 juta) + (150 juta/ (1+0,12))
= (-90 juta) + 133, 93 juta
= 43,93 juta
Untuk menghitung NPV emas, discount rate-nya 0%, karena emas berfungsi sebagai store of value/ alat penyimpanan kekayaan, emas tidak memberikan hasil.
Jadi:
NPV emas = (-100 juta) + (100 juta/ (1+0,00)
= 0
C. Klasifikasi Arus Kas
Dalam menyajikan laporan arus kas dapat di klasifikasikan menjadi dua metode, yaitu metode langsung dan tidak langsung. Perbedaan keduanya ada pada penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi. Dengan metode langsung, arus kas dari kegiatan operasional dirinci menjadi arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas masuk dan keluar dirinci lebih lanjut dalam beberapa jenis penerimaan atau pengeluaran kas. Sedangkan metode tidak langsung, arus kas dari operasional ditentukan dengan cara mengoreksi laba bersih yang dilaporkan di laporan laba rugi dengan beberapa hal, seperti biaya penyusutan, kenaikan harta lancer dan hutang lancer serta laba/rugi karena pelepasan investasi. Berikut ini diberikan contoh bentuk laporan arus kas dengan metode langsung dan tidak langsung.
Metode Langsung:
| PT ABC Laporan Arus Kas Untuk Tahun Yang Terakhir 31 Desember 2007 (Dalam Rupiah) |
| Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi: |
|
|
|
| Kas yang diterima dari pelanggan |
| 951.000 |
|
| Dikurangi: |
|
|
|
| Kas untuk membeli persediaan | 555.200 |
|
|
| Kas untuk membayar biaya operasi | 259.800 |
|
|
| Kas unutk membayar biaya bunga | 14.000 |
|
|
| Kas untuk membayar pajak | 29.000 |
|
|
|
|
| 858.000 |
|
| Aliran kas dari kegiatan operasi |
|
| 93.000 |
| Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi |
|
|
|
| Kas masuk yang berasla dari penjualan investasi |
| 75.000 |
|
| Kas keluar untuk membeli peralatan |
| (157.000) |
|
|
|
|
| (82.000) |
| Aliran kas bersih untuk kegiatan investasi |
|
|
|
| Aliran kas dari kegiatan keuangan: |
|
|
|
| Kas yang diterima dari penjualan saham |
| 160.000 |
|
| Dikurangi: |
|
|
|
| Kas untuk membayar dividen | 23.000 |
|
|
| Kas untuk membayar hutang obligasi | 125.000 |
|
|
|
|
| 148.000 |
|
| Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan |
|
| 12.000 |
| Kenaikan kas |
|
| 23.000 |
| Saldo kas pada awal tahun |
|
| 26.000 |
| Saldo kas pada akhir tahun |
|
| 49.000 |
Dari laporan di atas terlihat bahwa arus kas yang berasal dari kegiatan operasional dirinci menjadi penerimaan dari berbagai sumber yang merupakan kegiatan operasional dan pengeluaran kas untuk berbagai kegiatan operasional. Arus kas dari kegiatan investasi dan keuangan juga dirinci munurut jenis-jenis kegiatan yang mengakibatkan timbulnya penerimaan pengeluran kas.
Sementara jika kita lihat contoh di bawah ini arus kas dari kegiatan operasional tidak dirinci menurut sumber dan jenis penggunaannya, melainkan net income dikoreksi sehingga net income tersebut berubah menjadi net cash flow dari operasi. Metode Tidak Langsung
| PT ABC |
| Laporan Arus Kas |
| Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2007 |
| (Dalam Rupiah) |
| Arus jsa yang berasal dari kegiatan investasi: |
|
|
|
| Laba bersih menurut laporan laba rugi |
| 90.500 |
|
| Ditambah: |
|
|
|
| Biaya depresiasi | 18.000 |
|
|
| Penurunan persediaan kantor | 8.000 |
|
|
| Kenaikan hutang jangka pendek | 16.800 |
|
|
| Kenaikan hutang biaya | 1.200 |
|
|
|
|
| 44.000 |
|
| Dikurangi: |
|
|
|
| Kenaikan biaya dibayar dimuka | 1.000 |
|
|
| Kenaikan piutang usaha | 9.000 |
|
|
| Penurunan hutang pajak | 1.500 |
|
|
| Laba penjualan aktiva tetap | 30.000 |
|
|
|
|
| 41.500 |
|
| Aliran kas bersih dari kegiatan operasi |
|
| 93.000 |
| Aliran kas yang berasal dari penjualan investasi: |
|
|
|
| Kas masuk yang berasal dari penjualan invuestasi |
| 75.000 |
|
| Kas keluar untuk membeli peralatan |
| (157.000) |
|
|
|
|
| (82.000) |
| Aliran kas keluar bersih untuk kegiatan investasi |
|
|
|
| Aliran kas dari kegiatan keuangan: |
|
|
|
| Kas yang diterima dari penjualan saham |
| 160.000 |
|
| Dikurangi: |
|
|
|
| Kas untuk membayar dividen | 23.000 |
|
|
| Kas untuk membayar hutang oblogasi | 125.000 |
|
|
|
|
| 148.000 |
|
| Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan |
|
| 12.000 |
| Kenaikan kas |
|
| 23.000 |
| Saldo kas pada awal tahun |
|
| 26.000 |
| Saldo kas pada akhir tahun |
|
| 49.000 |
D. Penilaian Investasi
Dalam penilaian investasi ada beberapa metode yang dapat digunakan, diantaranya yautu:
1. Average Rate of Return (ARR)
2. Payback Period (PP)
3. Net Present Value (NPV)
4. Profitability index (PI)
a. Average Rate of Return (ARR)
Model ini adalah menghitung rata-rata laba bersih (earning after tax) dari suatu proyek dibagi nilai tunai investasi. Jika hasil lebih besar dari pada biaya modal proyek, maka dianggap proyek tersebut layak dan begitu pula sebaliknya.
b. Payback period (PP)
Payback period adalah suatu priode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan aliran kas netto (net cash flow), atau total arus kas bersih dalam priode tertentu sama dengan pengeluaran investasi di awal proyek. Metode payback period adalah metode yang diperlukan untuk dapat menutup pengeluaran investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash flow).
c. Net Present Value (NPV)
Dalam metode ini, pertama-tama yang dihitung adalah nilai sekarang (present value) dan keseluruhan proceeds yang diharapkan atas discount rate tertentu. Kemudian jumlah present value dari keseluruhan selama usianya dikurangi dengan present value dari jumlah investasinya (initial investment). Selisih antara present value dari keseluruhan dengan present value dari pengeluaran modal (capital outlays) dinamakan nilai neto sekarang (net present value).
d. Profitability Index (PI)
Model ini adalah menghitung nilai tunai arus kas masuk bersih dibagi nilai tunai investasi. Jika nilainya lebih besar dari 1, maka proyek tersebut dianggap layak dan juga sebaliknya.
E. Usulan Investasi
Usulan investasi digunakan untuk dapat menentukan apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. Untuk itu didiperlukan metode penilaian usulan investasi yang diantaranya dengan menggunakan metode ARR atas dasar initial investment dan juga metode payback period.
Contoh kasus:
Perusahaan A menbangu sebuah proyek dan membutuhkan investasi sebesar Rp 50.000.000 dangan umur menggunakan 10 tahun tanpa nilai sisa serta tingkat bunga yang berlaku adalah 10% dan keuntungan netto setelah pajak dari proyek tersebut adalah:
| Tahun | Laba Setelah Pajak (EAT) |
| 1 | Rp 15.000.000 |
| 2 | Rp 14.000.000 |
| 3 | Rp 13.000.000 |
| 4 | Rp 12.000.000 |
| 5 | Rp 11.000.000 |
| 6 | Rp 10.000.000 |
| 7 | Rp 9.000.000 |
| 8 | Rp 8.000.000 |
| 9 | Rp 7.000.000 |
| 10 | Rp 6.000.000 |
Dicari dengan menggunakan metode ARR atas dasar initial investment dan metode payback period.
1. ARR atas dasar initial investment
Diketahui:
Io = Rp 50.000.000
Bunga (COC) = 10%
UE = 10 tahun
Jawab:
NI = Rp 15.000.000 + Rp 14.000.000 + Rp 13.000.000 + Rp 12.000.000 + Rp 11.000.000 + Rp 10.000.000 + Rp 9.000.000 + Rp 8.000.000 + Rp 7.000.000 + Rp 6.000.000 = Rp 105.000.000
ARR = (NI / Io) x 100%
= (Rp 105.000.000 / Rp 50.000.000) x 100%
= 201%
Kesimpulan:
Dari hasil perhitungan ARR > COC, yaitu 210% > 10% maka usulan proyek diterima.
2. Payback Period
Depresiasi = Io – SV / UE
= Rp 50.000.000 – 0 /10
= Rp 5.000.000/tahun
PROCED = EAT + DEPRESIASI
| TAHUN | EAT | DEPRESIASI | PROCEED |
| 1 | Rp 15.000.000 | Rp 5.000.000 | Rp 20.000.000 |
| 2 | Rp 14.000.000 | Rp 5.000.000 | Rp 19.000.000 |
| 3 | Rp 13.000.000 | Rp 5.000.000 | Rp 18.000.000 |
| 4 | Rp 12.000.000 | Rp 5.000.000 | Rp 17.000.000 |
| 5 | Rp 11.000.000 | Rp 5.000.000 | Rp 16.000.000 |
| 6 | Rp 10.000.000 | Rp 5.000.000 | Rp 15.000.000 |
| 7 | Rp 9.000.000 | Rp 5.000.000 | Rp 14.000.000 |
| 8 | Rp 8.000.000 | Rp 5.000.000 | Rp 13.000.000 |
| 9 | Rp 7.000.000 | Rp 5.000.000 | Rp 12.000.000 |
| 10 | Rp 6.000.000 | Rp 5.000.000 | Rp 11.000.000 |
Total Investasi Rp 50.000.000
Proceed Tahun I (Rp 20.000.000)
Rp 30.000.000
Proceed Tahun II (Rp 19.000.000)
Rp 11.000.000
Payback Period = 2 tahun, (Rp 11.000.000/Rp 18.000.000) x 12 bulan
= 2 tahun, 7,3 bulan
= 2,73 tahun.
Kesimpulan: Dikarenakan payback period 2,73 tahun lebih pendek dari umur ekonomis 10 tahun, maka sebaiknya usulan proyek tersebut dapat diterima karena menguntungkan.
F. Teknik Perhitungan Hasil Proyek Investasi
Dalam melakukan perhitungan hasil proyek investasi ada beberapa cara yang dipakai, yang diantaranya adalah dengan metode PP, PI, ARR, NPV. Untuk mengetahui cara perhitungan ini, maka langsung dapat dilihat dari contoh kasus di bawah ini.
Contoh:
PT ABC akan melakukan investasi melalui pembelian sebuah gudang seharga Rp 80.000.000. gudang tersebut mempunyai umur ekonomis 4 tahun dan nilai residu Rp 25.000.000, perusahaan membayar bunga 20% dengan tingkat pendapatan bersih sebagai berikut:
Tahun 1 : Rp 2.500.000
Tahun 2 : Rp 3.500.000
Tahun 3 : Rp 4.500.000
Tahun 4 : Rp 5.000.000
Untuk perhitungannya akan dipakai metode PP, PI, ARR, NPV.
Depresiasi = Rp 80.000.000 – Rp 25.000.000
4
=Rp 13.750.000
| Tahun | EAT | Depresiasi | Proceed | DF | PV Proceed |
| 1 | 2.500.000 | 13.750.000 | 16.250.000 | 0,833 | 13.536.250 |
| 2 | 3.500.000 | 13.750.000 | 17.250.000 | 0,694 | 11.971.500 |
| 3 | 4.500.000 | 13.750.000 | 18.250.000 | 0,579 | 10.556.750 |
| 4 | 5.000.000 | 13.750.000 | 18.750.000 | 0,482 | 9.037.500 |
|
| 15.500.000 |
| 25.000.000 | 0,482 | 12.050.000 |
|
|
|
|
|
| 57.162.000 |
Payback Priode:
Harga perolehan = 80.000.000
Residu = 25.000.000 _
55.000.000
Proceed 1 = 16.250.000 _
38.750.000
Proceed 2 = 17.250.000 _
= 21.500.000
Proceed 3 = 18.250.000 _ ( 3 tahun )
3.250.000
3.250.000 x 12 = 2,08 ( 2 bulan )
18.750.000
0,8 x 30 hari = 2,4 hari ( 2 hari )
Jadi, lamanya pengembalian modal oleh investor yaitu 3 tahun 2 bulan dan 2 hari.
PI = PV proced = 57.162.000 = 0,714 < 1 ( ditolak )
PV outlays 80.000.000
ARR = EAT x 100% = 15.000.000 x 100% = 19,83% ( ditolak )
PV outlays 80.000.000
NPV = PV proceed – PV outlays
= 57.162.000 – 80.000.000
= -22.838.000 ( ditolak )
G. Ilustrasi Kasus Penganggaran Modal (Capital Budgetting)
Penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan pembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipmen baru untuk memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.
Penganggaran modal dengan menggunakan suatu konsep investasi, dan dikatakan sebagai suatu konsep investasi karena penganggaran modal melibatkan suatu pengikatan (penanaman) dana si masa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang. Investasi membutuhkan dana yang relative besar dan keterikatan dana tersebut dalam jangka waktu yang relatif panjang serta mengandung resiko.
Contoh kasus penganggaran modal dengan menggunakan metode Present Value:
Mr Frenky merencanakan menginvestasikan dananya untuk pembelian Mesin Giling seharga Rp 300.000.000. Mesin tersebut diperkirakan berumur 5 tahun tanpa nilai residu pada akhir tahun. Atas dasar aliran kas masuk bersih diperkirakan sebesar Rp 65.000.000 per tahun, dengan terif kembalian 10% per tahun
Perhitungan Nilai Tunai Kas Masuk Bersih
Present Value Method
| Tahun | Kas Masuk Bersih | Tarif Kembalian | Nilai Tunai Kas Masuk Bersih |
| 1 | Rp 65.000.000 | 0,909 | Rp 59.085.000 |
| 2 | Rp 65.000.000 | 0,826 | Rp 53.690.000 |
| 3 | Rp 65.000.000 | 0,751 | Rp 48.815.000 |
| 4 | Rp 65.000.000 | 0,683 | Rp 44.395.000 |
| 5 | Rp 65.000.000 | 0,621 | Rp 40.365.000 |
| Jumlah Nilai Tunai Kas Bersih | Rp246.350.000 |
Kesimpulan:
Investasi sebaiknya ditolak, karena aliran kas masuk bersih lebih kecil dari nilai investasi yang ditanamkan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penganggaran modal meliputi seluruh priode investasi yang mencakup pengeluaran-pengeluaran (cost) dan manfaat (benefit) yang dikuantifikasi, sehingga memungkinkan untuk diadakan penilaian dan membandingkannya dengan alternatif investasi lainnya.
Ada beberapa manfaat penganggaran modal yang dapat diketahui, diantaranya:
5. Agar tidak terjadi over investment atau under investment.
6. Dapat lebih terperinci dan teliti karena dana semakin banyak dan dalam jumlah yang sangat besar.
7. Untuk mengetahui kebutuhan dana yang lebih terperinci, karena dana yang terikat jangka waktunya lebih dari satu tahun.
8. Mencegah terjadinya kesalahan dalam decision making.
Dalam penilaian investasi ada beberapa metode yang dapat digunakan, diantaranya yautu:
a. Average Rate of Return (ARR)
b. Payback Period (PP)
c. Net Present Value (NPV)
d. Profitability index (PI)
B. Saran
Semoga makalah ini bermanfaat dan berguna bagi yang membacanya, apabila terdapat kesalahan dalam pembuatan makalah ini terlebih dahulu kami memohon maaf dan kami juga membutuhkan kritik dan saran agar ke depannya bisa lebih baik lagi.
Brighan dan Houston, Dasar-dasar Manajemen Keuangan. (Jakarta: Selemba Empat, 2006) Hlm. 165
No comments:
💬 Tinggalkan Komentar Anda
Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️