A. Pendahuluan
Guru adalah orang yang menyampaikan imformasi kepada anak didik dan mentransper ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Untuk dapat tercapainya imformasi dan tujuan dari pendidikan tersebut maka seorang guru harus dapat mengetahui dan memahami bagaimana ilmu pengetaahuan itu dapat diterima dan dipahami oleh oleh peserta didik, oleh
karena itu guru harus dapat menguasai strategi pembelajaran, dengan penguasaan strategi pembelajaran ini diharapkan pesan yang akan disampaikan kepada peserta didik dapat sampai sesuai dengan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut.
Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan), dimana didalamnya terdapat metode-metode yang akan dilaksanakan disesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pada sekolah dan peseta didik itu sendiri. Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan digunakan oleh pengajar untuk memilih strategi kegiatan belajar yang akan digunakan sepanjang proses pembelajaran. Pemilihan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi, sumber belajar, kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
B. Pengertian strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran terdiri atas dua kata, yaitu strategidan pembelajaran. Istilah strategi (strategy) berasal dari kata benda dan kata kerja dalam bahasa yunani. Sebagai kata benda, strategos merupakan gabungan kata stratus (militer) dengan ago (memimpin). Sebagai kata kerja, stratego berarti merencanakan (to plan).yang berarti keseluruhan usaha, termasuk perencanaan, cara, taktik yang digunakan militer untuk mencapai kemenangan dalam perang. Jadi, strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Strategi mencakup tujuan kegitan, siapa saja yang terlibat dalam kegiatan, isi kegiatan, proses kegiatan, dan sarana penunjang kegiatan tersebut.
Sedangkan Pembelajaranadalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar . Dalam pembelajaran, peserta didik tidak melakukan kegiatan belajar seorang diri melainkan belajar bersama orang lain dengan berfikir dan bertindak didalam dan terhadap dunia kehidupannya.
Strategi pembelajaran dapat dipahami sebagai suatu cara atau seperangkat cara atau teknik yang dilakukan dan ditempuh oleh seorang guru atau peserta didik dalam melakukan upaya terjadinya suatu perubahan tingkah laku atau sikap. Oleh karena itu strategi pembelajaran merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda dibawah kondisi yang berbeda. Strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan tergantung pada pendekatan yang digunakan, sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran guru dapat menentukan teknik yang dianggap relevan dengan metode, dan penggunaan teknik itu setiap guru memiliki taktik yang mungkin berbeda antara guru yang satu dengan yang lainnya. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran perlu dipilih strategi yang tepat agar tujuan dapat dicapai. Strategi pembelajaran adalah suatu cara atau metode yang dilakukan oleh pendidik (guru) terhadap peserta didik (murid) yang lain dalam upaya terjadinya perubahan pada aspek kognitif, afektif, dan motorik secara berkesinambungan.
Adapun pihak- pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran adalah :
1. Pendidik (perorangan dan kelompok)
2. Peserta didik (perorangan, kelompok, dan komunitas) yang berinteraksi edukatif antara satu dengan yang lainnya.
Strategi pembelajaran mencakup dua bidang utama yaitu:
1. Kepengajaran (Instruksional), bidang pengajaran berkaitan langsung dengan kegiatan pencapaian keberhasilan pengajaran atau kurikulum
2. Pengelolaan belajar (managerial). Bidang yang kedua berkaitan dengan pengelolaan belajar, yaitu kepemimpinan guru dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi kegiatan pembelajaran serta media pembelajaran. Strategi pembelajaran dapat ditinjau dari segi ilmu, seni, dan keterampilan yang digunakan pendidik dalam upaya membantu peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar.
Ditinjau dari segi ilmu, strategi pembelajaran digunakan oleh pendidik dengan menggunakan prinsip- prinsip , fungsi, dan asas ilmiah yang didukung oleh berbagai teori psikologi, khususnya psikologi pembelajaran dan social, sosiologi dan antropologi. Disamping itu, pendidik terus mengembangkan sistem- sistem dan model- model operasional strategi pembelajaran melalui survei dan eksperimen dengan menggunakan teknik- teknik observasi, deskripsi, prediksi, dan pengendalian.
Dari segi seni, pendidik dapat melakukan upaya peniruan, modifikasi penyempurnaan, dan pengembangan alternatif model pembelajaran yang ada bagi penumbuhan kegiatan belajar yang ada bagi pertumbuhan kegiatan belajar peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, dan situasi lingkungan.
Dari segi keterampilan, pendidik dapat melaksanakan strategi pembelajaran dengan menggunakan metode, teknik, dan media pembelajaran yang telah dikuasai secara professional sehingga kegiatan belajar terlaksana dengan tepat sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Ketiga aspek tersebut, yaitu ilmu, seni, dan keterampilan saling melengkapi dan saling mendukung satu sama lain. C. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran
Menurut Mansur terdapat empat konsep dasar strategi pembelajaran:
1. Mengidentifikasikan serta menetapkan tingkah laku dari kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan sesuai tuntutan dan perubahan zaman.
2. Mempertimbangkan dan memilih sistem belajar mengajar yang tepat untuk mencapai sasaran yang akurat.
3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belaajr mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan guru dalam menunaikan kegiatan mengajar.
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik untuk penyempurnaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. D. Pengelompokan Strategi Pembelajaran
Dalam hal ini ada dua pengelompokan yaitu pengelompokan dari Gagne dan Briggs dan pengelompokan menurut Bruce Joyce dan Marsha Weil.
1. Pengelompokan Gagne dan Briggs
Kedua pakar ini mengelompokan strategi pengajaran menurut dasarnya menjadi lima macam:
a. Pengaturan Guru Dan Peserta Didik
b. Struktur Even Dan Pengajaran
c. Peranan Guru-Peserta Didik Dalam Mengolah Pesen
d. Proses Pengolahan Pesan
e. Tujuan-Tujuan Belajar
2. Pengelompokan Bruce Joyce dan marsha Weil
Pengelompokan ini lebih komprehinsif dibandingkan dengann pengelompokan Gagne dan Briggs sebagai mana yang diuraikan didepan. Bruce Joyce dan Marsha Weil mengemukakan empat klasifikasi model-model pengajaran/mengajar:
a. Klasifikasi Model-Model Interaksi Sosial
b. Klasifikasi Model-Model Pengolahan Informasi
c. Klasifikasi Model-Model Personal-Humanistik
d. Klasifikasi Model-Model Modifikasi Tingkah Laku.
E. Kriteria Pemilihan Strategi dalam Pembelajaran
Konsepsi pembelajaran modern menuntut peserta didik kreatif, responsif, dan aktif dalam mencari, memilih, menemukan, menganalisi, menyimpulkan, dan melaporkan hasil belajarnya. Model pembelajaran yang seperti ini hanya dapat terlaksana dengan baik apabila guru mampu mengembangkan strategi dalam pembelajaran yang efektif. Mengingat terdapat berbagai strategi pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru, namun tidak semua sama efektifnya dalam mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu, dibutuhkan kreativitas guru dalam mengembangkan dan memilih strategi pembelajaran.
Memilih strategi pembelajaran hendaknya tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi didasarkan pada kriteria tertentu. Kriteria, tolak ukur atau standar adalah suatu ukuran yang digunakan sebagai patokan atau batas minimal untuk memilih sesuatu. Oleh karena itu, setiap pemilihan srtategi dalam pembelajaran diperlukan kriteria sebagai acuan atau patokan.
Pemilihan strategi dalam pembelajaran harus memperhatikan kriteria, yaitu: 1. Kesesuaian strategi pembelajaran dengan tujuan atau kompetensi, maksudnya setiap tujuan apakah masuk dalam kawasan kognitif, afektif, atau psikomotor yang pada hakikatnya dapat menggunakan strategi pembelajaran tertentu untuk mencapainya.
2. Kesesuaian strategi pembelajaran dengan jenis pengetahuan, maksudnya secara konseptual materi pelajaran dibagi dalam beberapa jenis pengetahuan, misalnya verbal, visual konsep, dan sikap.
3. Kesesuaian strategi pembelajaran dengan sasaran, maksudnya siapakah peserta didik yang akan menggunakan strategi pembelajaran, bagaimana karakteristiknya, berapa jumlahnya, bagaimana latar belakang pendidikan, motivasi, minat, dan gaya belajarnya.
4. Biaya, penggunaan strategi pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Tidak ada artinya bila menimbulkan pemborosan. Oleh karena itu, besar biaya yang diperlukan untuk membuat, membeli, atau menyewa media tersebut harus disesuaikan dengan tujuan yang diharapkan.
5. Kemampuan strategi pembelajaran, untuk belajar individual (belajar mandiri), kelompok kecil, kelompok besar.
6. Karakteristik strategi pembelajaran yang bersangkutan, apa kelebihan dan kekurangannya, bagaimana karakteristiknya, bagaimana kemampuan strategi pembelajaran dalam menyajikan informasi, dan sebagainya. Artinya tergantung pada masalah yang berkaitan dengan mata pelajaran dan gabungan diantaranya.
7. Waktu, berapa lama waktu yang diperlukan untuk melaksanakan strategi pembelajaran yang dipilih, berapa lama waktu yang tersedia untuk menyajikan materi tersebut dan sebagainya.
F. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran
Para pakar teori belajar masing-masing mengembangkan strategi pembelajaran berdasarkan pandangannya sendiri. Strategi dalam pembelajaran dapat dikelompokan beberapa jenis, tergantung dari segi apa kita mengelompokkannya.
Strategi pembelajaran berdasarkan penekanan komponen dalam program pengajaran, yaitu:
1. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Pengajar (Guru)
Strategi pembelajaran yang berpusat pada pengajar merupakan strategi yang paling tua, disebut juga strategi pembelajaran tradisional. Ada yang berpendapat bahwa mengajar adalah menyampaikan informasi kepada peserta didik. Dalam pengertian demikian, tekanan strategi pembelajaran berada pada pengajar itu sendiri. Pengajar berlaku sebagai sumber informasi yang mempunyai posisi yang sangat dominan. Pengajar harus berusaha mengalihkan pengetahuannya kepada peserta didik dan menyampaikan keterangan atau informasi sebanyak-banyaknya kepada peserta didik. Belajar dalam pendekatan ini adalah usaha untuk menerima informasi dari pengajar sehingga dalam aktivitas pembelajaran peserta didik cenderung menjadi pasif. Strategi pembelajaran yang berpusat pada pengajar ini disebut teacher center strategies. Teknik penyajian pelajaran yang paralel dengan srtategi pembelajaran ini adalah teknik ceramah.
2. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik (Murid)
Tujuan mengajar adalah membelajarkan peserta didik. Membelajarkan berarti meningkatkan kemampuan peserta didik untuk memproses, menemukan, dan menggunakan informasi bagipengembangan diri peserta didik dalam konteks lingkungannya. Strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik , atau disebut student center strategies, bertitik tolak pada sudut pandang yang memberi arti bahwa mengajar merupakan usaha untuk menciptakan sistem lingkungan yang mengoptimalkan kegiatan belajar. Mengajar dalam arti ini adalah usaha untuk menciptakan suasana belajar bagi peserta didik secara optimal. Yang menjadi pusat perhatian dalam proses pembelajaran ialah peserta didik, menitikberatkan pada usaha meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menemukan, memahami, dan memproses informas. Peserta didik bukan objek pendidikan karena sebagai manusia ia adalah subjek dalam modalitas. Dalam proses pembelajaran peserta didik berusaha secara aktif untuk mengembangkan dirinya di bawah bimbingan pengajar. Oleh karena itu, dalam kegiatan pembelajaran peserta didik harus diperlakukan dan memperlakukan dirinya bukan sebagai objek, tetapi sebagai subjek aktif. Dalam proses pembelajaran peserta didik adalah manusia yang menjalani perubahan untuk menjadikan dirinya sebagai seorang individu dan personal yang mempunyai kepribadian dengan kemampuan tertentu. Berdasarkan pemahaman tersebut, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik adalah strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk aktif dan berperan dalam kegiatan pembelajaran.
Sistem pembelajaran ini pengajar berperan sebagai fasilitator dan motivator. Pengajar membantu peserta didik untuk mengembangkan dirinya secara utuh sehingga pengajar harus mengenal potensi-potensi yang dimiliki peserta didik untuk dikembangkan.
Teknik penyajian yang sesuai dengan strategi ini adalah teknik diskusi dan teknik eksperimen.
3. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Materi Pengajaran
Strategi pembelajaran yang berpusat pada materi pengajaran, atau yang disebut dengan material center strategies bertitik tolak dari pendapat yang mengemukakan bahwa belajar adalah usaha untuk memperoleh dan menguasai informasi. Dalam hal ini strategi pembelajaran dipusatkan pada materi pelajaran. Menurut Gulo (2002) dalam strategi ini perlu diperhatikan dua hal. Pertama, kecenderungan pada dominasi kognitif dimana pendidikan afektif dan keterampilan kurang mendapat perhatian yang memadai dalam kerangka peningkatan kualitas manusia seutuhnya. Kedua, materi pelajaran yang disampaikan di kelas, dan yang dimuat dalam buku teks, akan makin usang dengan pesatnya perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Materi pelajaran lebih berfungsi sebagai masukan (input)yang akan berbaur dalam proses pembelajaran. Strategi pembelajaran yang berpusat pada materi berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang disertai arus globalisasi yang berakibat pengajar tidak lagi menjadi sumber informasi. Sekolah tidak mungkin lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, karena banyak media yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi, seperti melalui media masa cetak dan elektronik. Teknik penyajian yang sesuai dengan strategi pembelajaran ini adalah teknik tutorial.
Strategi pembelajaran berdasarkan kegiatan pengolahan pesan atau materi, yaitu:
1. Strategi Pembelajaran Ekspositoris
Strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian, baik berupa bahan tertulis maupun penjelasan atau penyajian verbal. Pengajar mengelola materi secara tuntas sebelum disampaikan dikelas. Strategi pembelajaran ini menyiasati agar semua aspek dari komponen-komponen pembentukan sistem instruksional mengarah pada sampainya isi pelajaran kepada peserta didik secara langsung. Dalam strategi ini pengajar berperan sangat dominan, sedangkan peserta didik berperan sangat pasif atau menerima saja. Teknik penyajian pelajaran yang sesuai dengan strategi ini adalah teknik ceramah, teknik diskusi, dan teknik demontrasi.
2. Strategi Pembelajaran Heuristik atau Kuriorstik
Strategi pembelajaran heuristik adalah strategi pembelajaran yang bertolak belakang dengan strategi pembelajaran eskpositoris karena dalam strategi ini peserta didik diberi kesempatkan ubtuk berperan dominan dalam proses pembelajaran. Strategi ini menyiasati agar aspek-aspek komponen pembentuk sistem instruksional mengarah kepada pengaktifan peserta didik mencari dan menemukan sendiri fakta, prinsip, dan konsen yang mereka butuhkan. Teknik penyajian yang sesuai dengan strategi ini adalah pemecahan masalah.
Strategi pembelajaran berdasarkan pengolahan pesan atau materi, yaitu:
1. Strategi Pembelajaran Deduksi
Dalam strategi ini pesan diolah mulai dari hal umum menuju kepada hal-hal yang khusus, dari hal-hal yang abstrak kepada hal-hal yang nyata, dari konsep-konsep yang abstrak kepada contoh-contoh yang konkret, dari sebuah premis menuju ke kesimpulan yang logis. Langkah-langkah dalam strategi ini meliputi tiga tahap. Pertama,pengajar memilih pengetahuan untuk diajarkan. Kedua, pengajar memberikan pengetahuan kepada peserta didik. Ketiga, pengajar memberikan contoh dan membuktikan kepada peserta didik.
Teknik yang sesuai dengan strategi ini yang digunakan adalah teknik ceramah.
2. Strategi Pembelajaran Induksi
Strategi pembelajaran induksi adalah pengolahan pesan yang dimulai dari hal-hal yang khusus, dari peristiwa-peristiwa yang bersifat individual menuju generalisasi, dari pengalaman-pengalaman empiris yang individual menuju konsep yang bersifat umum. Menurut Kenneth B. Anderson ada beberapa langkah untuk menetukan strategi pembelajaran induksi. Pertama, pengajar memilih bagian dari pengetahuan, aturan umum, prinsip, konsep, dan sebagainya yang akan diajarkan. Kedua,pengajar menyajikan contoh-contoh spesifik untuk dijadikan bagian penyusunan hipotesis. Ketiga, bukti-bukti disajikan dengan maksud membenarkan atau menyangkal berbagai hipotesis tersebut. Keempat, menyimpulkan bukti dan contoh-contoh tersebut. Teknik penyajian yang sesuai dengan strategi ini adalah teknik penyajian secara kasus.
Strategi pembelajaran berdasarkan cara memproses penemuan, yaitu:
1. Strategi Pembelajaran Ekspositoris
Seperti telah dikemukakan diatas, strategi pembelajaran ini merupakan strategi berbentuk penguraian yang dapat berupa bahan tertulis atau penjelasan verbal. Pengajar mengelola materi secara tuntas sebelum disampaikan dikelas. Strategi pembelajaran ini menyiasati agar semua aspek dari komponen-komponen pembentukan sistem instruksional mengarah pada sampainya isi pelajaran kepada peserta didik secara langsung. 2. Strategi Pembelajaran Discovery
Dalam bukunya, Roestiyah (2001) mengemukakan bahwa discovery (penemuan) adalah proses mental peserta didik yang mampu mengasimilasikan sebuah konsep atau prinsip. Yang dimaksud dengan proses mental tersebut antara lain adalah mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, menduga atau memperkirakan, menjelaskan, mengukur, dan membuat kesimpulan. Dalam strategi pembelajaran ini peserta didik dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri. Pengajar hanya membimbing dan memberikan instruksi (petunjuk). Dalam strategi discovery pengajar harus berusaha meningkatkan aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Strategi discoverydapat membantu peserta didik untuk memperoleh berbagai peningkatan, yaitu:
a. Mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitifnya,
b. Memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat individual sehingga dapat kokoh tersimpan dalam jiwa peserta didik,
c. Membangkitkan kegairahan belajar para peserta didik,
d. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan masing-masing,
e. Mengarahkan peserta didik untuk memiliki motivasi yang kuat sehingga belajar lebih giat,
f. Memperkuat dan menambah kepercayaan diri peserta didik dengan proses penemuannya. Kelemahan srategi pembelajaran discovery ialah bahwa akan kurang efektif bila diterapkan pada kelas yang jumlah peserta didiknya banyak atau kelas besar. Strategi ini pun tidak akan berhasil apabila tidak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berfikir secara kreatif. Dengan kata lain, teknik ini terlalu mementingkan proses pengertian saja dan kurang memperhatikan pembentukan atau perkembangan sikap dan keterampilan bagi peserta didik, serta memerlukan kesiapan dan kematangan mental peserta didik. Peserta didik harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitar proses pemnelajaran yang baik. Teknik penyajian yang paralel dengan strategi ini adalah teknik discovery itu sendiri.
G. Komponen Strategi Pembelajaran
Pembelajaran merupakan suatu sistem instruksional yang mengacu pada seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. Suatu selaku sistem, pembelajaran meliputi suatu komponen, antar lain, tujuan, guru, peserta didik, evaluasi, dan sebagainya. Agar tujuan tercapai, semua komponen harus ada diorganisasikan sehingga antar sesama komponen terjadi kerja sama. Oleh karena itu, guru tidak bolah hanya memperhatikan komponen-komponen tertentu saja misalnya metode, bahan den evaluasi saja, tetapi ia harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan.
Komponen-komponen strategi pembelajaran tersebut akan mempengaruhi jalannya pembelajaran, untuk itu semua komponen strategi pembelajaran merupakan faktor yang berpengaruh terhadap strategi pembelajaran. Untuk lebih mempermudah menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap strategi pembelajaran, komponen strategi pembelajaran dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu:
1. Peserta didik sebagai raw input
2. Intering behavior peserta didik
3. Instrumental input atau sasaran
Dalam sumber lain dijilaskan bahwa Dalam menerapkan strategi pembelajaran ada beberapa komponen yang harus diperhatikan agar dalam kegiatan pembelajaran dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.Dengan demikian secara garis besar komponen strategi pembelajaran adalah: 1. Tujuan pengajaran
Tujuan pengajaran merupakan acuan yang dipertimbangkan untuk memilih strategi dalam pembelajaran. Tujuan pengajaran yang beorientasi pada pembentukan sikap tentu tidak akan dapat dicapai jika strategi pembelajarannya berorientasi pada dimensi kognitif. 2. Guru
Masing-masing guru berbeda dalam pengalaman pengetahuan, kemampuan menyajikan pelajaran, gaya mengajar, pandangan hidup, maupun wawasannya. Perbedaan ini mengakibatkan adanya perbedaan dalam pemilihan strategi pembelajaran yang digunakan dalam program pengajaran. 3. Peserta didik
Di dalam kegiatan belajar-mengajar, peserta didik mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Seperti lingkungan sosial, lingkungan budaya, gaya belajar, keadaan ekonomi, dan tingkat kecerdasan. Masing-masing berbeda-beda pada setiap peserta didik. Makin tinggi kemajemukan masyarakat, makin besar pula perbedaan atau variasi ini dalam kelas. Hal ini perlu dipertimbangkan dalam menyusun suatu strategi dalam pembelajaran yang tepat. 4. Materi pelajaran
Materi pelajaran dapat dibedakan antara materi formal dan materi informal. Materi formal adalah isi pelajaran yang terdapat pada buku teks resmi di sekolah, sedangkan materi informal ialah bahan-bahan ajaran yang bersumber dari lingkungan sekolah yang bersangkutan. Komponen ini merupakan salah satu masukan yang tentunya perlu dipertimbangkan dalam strategi belajar-mengajar.
5. Metode pengajaran
Ada berbagai metode pengajaran yang perlu dipertimbangkan dalam strategi belajar-mengajar. Ini perlu, karena ketepatan metode akan mempengaruhi bentuk strategi pembelajaran. 6. Media pengajaran
Media merupakan sarana pendidikan yang tersedia, sangat berpengaruh terhadap pemilihan strategi belajar-mengajar. Keberhasilan program pengajaran tidak tergantung dari canggih atau tidaknya media yang digunakan, tetapi dari ketepatan dan keefektifan media yang digunakan oleh guru. 7. Faktor administrasi dan financial
Termasuk dalam ini adalah jadwal pelajaran, kondisi gedung, dan ruang belajar, yang juga merupakan hal-hal yang tidak boleh diabaikan dalam pemilihan strategi belajar-mengajar, 8. Pengelolaan kelas
Suasana kelas yang kondusif akan mampu mengantarkan pada prestasi akademik dan non akademik peserta didik maupun kelasnya secara keseluruhan.
Delapan komponen diatas haruslah diperhatikan oleh seorang guru untuk menetapkan strategi dalam pembelajaran. Jika salah satu komponen tersebut terabaikan, maka bukan tidak mungkin strategi pembelajaran yang digunakan akan terhambat.
H. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa:
Stategi pembelajaran adalah suatu cara atau metode yang dilakukan oleh pendidik (guru) terhadap peserta didik (murid) yang lain dalam upaya terjadinya perubahan pada aspek kognitif, afektif, dan motorik secara berkesinambungan.
Stategi dalam pembelajaran haruslah memperhatikan komponen-komponen apa saja yang terdapat didalamnya. Adapun komponen-komponennya yaitu tujuan pengajaran, guru, peserta didik, materi pelajaran, metode pengajaran, media pengajaran, faktor administrasi dan finansial, dan pengelolaan kelas. Semua komponen strategi pembelajaran saling berkaitan dan mendukung satu sama lain. Apabila satu komponen saja yang terabaikan maka strategi yang di gunakan akan tidak maksimal.
Untuk menentukan strategi apa yang hendak digunakan, seorang guru juga harus memperhatikan kriteria dalam strategi pembelajaran. Kriteria-kriteria pemilihan strategi dalam pembelajaran meliputi kesesuaian strategi pembelajaran dengan tujuan atau kompetensi, kesesuaian strategi pembelajaran dengan jenis pengetahuan, kesesuaian strategi pembelajaran dengan sasaran, biaya, kemampuan strategi pembelajaran, karakteristik strategi pembelajaran yang bersangkutan, dan waktu.
Strategi dalam pembelajaran dapat terbagi dalam beberapa jenis tergantung kita melihat dari titik tekan strategi tersebut. Jika dilihat dari dari segi komponen dalam program pengajaran, maka strategi pembelajaran terbagi dalam tiga jenis, yaitu strategi pembelajaran yang berpusat pada pengajar, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dan strategi pembelajaran yang berpusat pada materi pengajaran. Jika dilihat dari dari segi kegiatan pengolahan pesan atau materi, maka strategi pembelajaran terbagi dalam dua jenis, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris, dan strategi pembelajaran heuristik atau kurioristik. Jika dilihat dari dari segi pengolahan pesan atau materi, maka strategi pembelajaran terbagi dalam dua jenis, yaitu strategi pembelajaran deduksi, dan strategi pembelajaran induksi. Jika dilihat dari dari segi cara memproses penemuan, maka strategi pembelajaran terbagi dalam dua jenis, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris, dan strategi pembelajaran discovery.
DAFTAR PUSTAKA
Sudjana,Strategi Pembelajaran, Bandung: Falah, 2000.
Sudjana,Strategi Pembelajaran, (Bandung: Falah, 2000), h. 7.
No comments:
💬 Tinggalkan Komentar Anda
Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️