 |
| dendytriwardana21.blogspot.com |
A. PENDAHULUAN
Dalam diri manusia ada yang disebut dengan jiwa sebenarnya jiwa tidak bisa dikaji oleh ilmu pengetahuan karena dia tidak bisa dijangkau oleh panca indera dan bersifat abstrak. Namun dalam pendekatan ilmu psikologi yang dibahas disitu adalah gejala-gejala jiwa seseorang yang sering dengan tingkah laku manusia.
Dan yang dapat kita pelajari dari jiwa hanyalah pernyataan pernyataan yang tampak hubungannya dengan tubuh atau gejala gejala jiwa yang nampak sebagai gerak-gerik karena sifatnya yang abstrak sehingga jiwa itu belum ada yang dapat membatasnya dengan tepat. Aristoteles adalah seorang tokoh ilmu jiwa, menurut ilmu jiwa ini bahwa manusia itu terdiri dari beberapa daya dapat dilatih dengan sempurna.
Sementara itu dalam diri manusia itu juga terdapat beberapa elemen-elemen yang tersusun secara sistematis berdasarkan beberapa pandangan aliran aliran psikologi. Struktur itu masing masing dari sudut pandang mempunyai beberapa perbedaan. Struktur disini dimaksudkan adalah komposisi yang membentuk satu kesatuan utuh. integral dan sempurna didalamnya terdapat unsur yang masing masing membentuk satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan, tetapi dapat dibedakan satu dengan yang lainnya. Jadi, struktur psikis (jiwa) ini terdiri dari beberapa bagian (unsur, elemen, dimensi).
B. Konsep struktur psikis manusia menurut psikoanalisa
Sebagaimana tubuh fisik yang mempunyai struktur : kepala, kaki, lengan, dan batang tubuh, berkeyakinan bahwa jiwa manusia juga mempunyai sturuktur, meski tentu tidak terdiri dari bagian bagian dalam ruang. Sturuktur jiwa tersebut meliputi tiga instansi atau sistem yang berbeda. Masing masing sistem tersebut memilki fungsi dan peran sendiri-sendiri. Keharmonisan dan keselarasan kerja sama diantara ketiganya sangat menentukan kesehataniwa seseorang. Ketiga sitem ini meliputi : Id, Ego , dan Super ego.
1. Id
Sigmund frued mengumpamakan kehidupan psikis seseorang hak gunung yang terapung-apung dilaut. Hanya puncaknya saja yang tampak dipermukaan laut, sedangkan bagian terbesar dari gunung tersebut tidak tampak, karena terendam didalam laut. Kehidupan psikis seseorang sebahagian besar juga tidak tampak, dalam arti tidak didasari oleh yang bersangkutan.
Dalam pandangan frued, apa yang dilakukan manusia khususnya yang diinginkan, dicita-citakan, dikehendaki untuk sebahagian besar tidak didasari oleh yang bersangkutan. Hal ini dinamakan “ketidaksadaran dinamis” , ketidaksadaran yang mengerjakan sesuatu.
Id adalah bagian kpribadian yang menyimpan dorongan biologis manusia pusat insting (hawa nafsu, istilah dalam agama). Ada dua insting dominan , yakni: 1. Libido – instink reproduktif yang menyediakan energi dasar untuk kegiatan-kegiatan manusia yang konstruktif.
2. Thanatos – instink destruktif dan agresif. Yang pertama juga disebut instink kehidupan (eros), yang dalam konsep fruedbukan hanya meliputi dorongan seksual, tetapi juga segala hal yang mendatangkan kenikmatan termasuk kasih ibu, pemujaan kepada tuhan, cinta diri.
2. ego
Meski id mampu melahirkan keinginan, namun ia tidak mampu memuaskannya. Subsistem yang kedua ego berfungsi menjembatani tuntunan id dengan realitas didunia luar. Ego merupakan mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan tuntunan rasional dan realistik. Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewani manusia dan hidup sebagai wujud yang rasional (pada pribadi yang normal). Ego adalah aspek psikologis dari kpribadian yang timbul karena keutuhan manusia untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan.
Aktivitas ego tampak dalam bentuk pemikiran-pemiikiran yang objektif, yang sesuai dengan dunia nyatadan mengungkapkan diri melalui bahasa. Ego juga mengontrol apa yang akan masuk ke dalam kesadaran dan apa yang akan dilakukan. Jadi, fungsi ego adalah menjaga integritas kpribadian dengan mengadakan sinteksis psikis.
3. Super ego
Superego adalah sistem kpribadian terakhir yang ditemukan oleh sigmund frued. Sistem kpribadian ini seolah-olah berkedudukan diatas ego, karena itu dinamakan superego. Fungsinya adalah mengontrol ego. Ia selalu bersikap kritis terhadap aktivitas ego, bahkan tak jarang menghantam dan menyerang ego.
Konflik antara ego dan super ego, dalam kadar yang tidak sehat, berakibat timbulnya emosi-emosi seperti rasa bersalah, menyesal, rasa malu dan seterusnya. Cara pandang psikoanalisa dalam menganalisis jiwa manusia adalah : secara partikel kebawah, sehingga psikoanalisa disebut juga dengan deph psychology yaitu cara memandang struktur jiwa manusia secara partikal ke bawah .
C. Konsep struktur psikis manusia menurut behaviorisme
Behaviorisme adalah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh john B. Watson pada tahun 1913. Behaviorisme memandang bahwa ketika dilahirkan, pada dasarnya manusia tidak membawa bakat apa-apa. Manusia akan berkembang berdasarkan dengan stimulus yang dia terima dari lingkungan sekitarnya.
D. Konsep sturuktur psikis manusia menurut humanistik
Psikologi humanistik memandang manusia sebagai satu kesatuan yang utuh antararaga, jiwa dan spritual. Menurut humanistik struktur susunan psikis manusia terdiri dari dimensi somatis (raga), psikis (kejiwaan), naetik (kerohanian) atau disebut juga dengan dimensi spiritual. Mengenai susunan struktur susunan jiwa, psikologi humanistik berbeda cara pandangnya dengan psikoanalisa dan behaviorisme, psikologi humanistik memandanya secara vertikal ke dalam. Oleh karena itu, psikologi humanistik disebut juga dengan beight psychology yaitu cara memandang struktur jiwa manusia secara vertikal ke dalam. Adapun dimensi somatis (raga) psikis (kejiwaan), naetik (kerohanian) tampilannya dalam bnetuk skema dapat digambarkan sebagai lingkaran konsentrik. Didalam jiwa manusia menurut psikologi humanistik terdapat pikiran, perasaan dan kehendak. Ketiga aspek inilah yang melahirkan karakteristik jiwa manusia.
E. Konsep struktur psikis manusia menurut psikologi islam
1. Substansi jasmani
Struktur jasmani merupakan aspek biologis dari struktur kpribadian manusia. Aspek ini tercipta bukan dipersiapkan untuk membentuk tingkah laku tersendiri, melainkan sebagai wadah atau tempat singgah struktur ruh. Kedirian dan kesendirian struktur jasmani tidak akan mampu membentuk suatu tingkah laku lahiriyah, apalagi tingkah laku bathiniyah.
Suatu tingkah laku dapat terwujud apabila struktur jasmani telah ditempati struktur ruh. Proses ini terjadi pada manusia ketika usia empat bulan didalam kandungan. Saat ini manusia memiliki struktur nafsani. Oleh karena fitrah struktur jasmani seperti inilah maka ia tidak mampu bereksistensi dengan sendirinya.
Konsep kepribadian semacam itu berbeda dengan persepsi psikologi iblis, iblis menduga bahwa substansi dirinya lebih baik dari pada substansi manusia. Ia tercipta dari api sedangkan manusia tercipta dari tanah. Api yang menjadi bahan pencipta iblis lebih baik naturnya dari pada tanah yang menjadi bahan dasarnya pencipta manusia.
Kesalahan persepsi iblis ternyata tidak berhenti disitu saja. Bantyak pakar kontemporer mewarisi persepsi tersebut. Mereka menentukan substansi manusia sama dengan binatang, sekalipun manusia berpotensi untuk mengaktualisasikan substansi kehewanannya. Bahkan ia lebih hina daripada hewan, tetapi ia tetap makhluk yang bernama manusia, yang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Alloh menciptakan manuia dengan karakteristik alamiyah. Inilah karakteristik yang membedakannya dari makhluk lain di muka bumi ini. Manusia diciptakan dari tanah yang mendapat tiupan dari Allah. Siapapun yang ingin memahami defenisi manusia dalam islam, maka hendaklah ia memahami pernyataan Allah Swt.
2. Substansi ruhani
Struktur ruhani merupakan aspek psikologis dari struktur kpribadian manusia. Aspek ini tercipta dari alam amar Allah yang sifatnya gaib. Ia diciptakan gaib, ia diciptakan untuk menjadi substansi sekaligus esensi kpribadian manusia. Eksistensinya tidak hanya dialam immateri, tetapi juga alam materi.
Sehingga ia lebih dulu dan lebih abadi adanya dari pada struktur jasmani. Kedirian dan kesendiriannya mampu bereksistensi meskipun sifatnya didunia immateri. Suatu tinkah laku “ruhaniyah” dapat terwujud dengan kesendirian struktur ruhani. Tingkah laku menjadi actual apabila struktur ruhani menyatu dengan struktur jasmani.
Imam algazaly berpendapat bahwa roh itu mempunyai dua pengetian: roh jasmani dan roh ruhaniyah. Roh jasmani ialah zat halus yang berpusat diruang hati (jantung) serta menjalar pada semua urat nadi (pembuluh darah) tersebut kedalam seluruh tubuh. Karenanya manusia dapat bergerak (hidup) dan dapat merasakan berbagai persaan serta berfikir, atau mempunyai kegiatan kegiatan hidup kejiwaann.
Sedangkan ruh ruhaniyah adalah bagian dari yang gaib. Dengan roh ini maka manusia dapat mengenal dirinya sendiri, dan mengenal tuhannya serta menyadari keberadaan orang lain, (berkpribadian, berketuhanan, dan berprikemanusiaan), serta bertanggung jawab atas segala tingkah lakunya.
3. Substansi nafsaniah
Struktur nafsani merupakan struktur psikofisik dari kpribadian manusia, struktur ini diciptakan untuk mengaktualisasikan semua rencana dan perjanjian Allah Swt. Aktulisasi itu berwujud tingkah laku atau kpribadian. Struktur nafsani tidak sama dengan struktur jiwa sebgaimana yang dipahami dalam psikologi barat ia merupakan paduan integral antara struktur jasmani dan struktur rohani.
Aktivitas psikis tanpa pisik merupakan sesuatu yang ghaib, sedangkan aktivitas fisik yanpa psikis merupakan mesin atau robot. Kpribadian manusia yang terstrutur dari nafsani bukanlah seperti kpribadian malaikat dan hewan yang di program secara deterministi.
F. Analisi perbandingan
Dalam pandangan psikoanalisa yang meyakini sebgai susunan Id, ego dan super ego merupakan bagian kecil dari komponen jiwa manusia dalam pandangan psikologi islam karena komposisi itu memiliki pendekatan dengan dimensi al-nafsh.
Sedangkan pandangan behaviorisme yang meyakini jiwa manuisa merupakan susunan pengalaman yang tersusun secara sistematis, otomatis. Dalam psikologi humanistik terlihat dibedakan antara dimensi jiwa dan rohani. Menurut psikologi islam manusia adalah makhluk unik atau istimewa ia merupakan makhluk satu wujud dan dua dimensi yang terdiri dari jasmani dan rohani.
G. Kesimpulan
Sturuktur jiwa tersebut meliputi tiga instansi atau sistem yang berbeda. Masing masing sistem tersebut memilki fungsi dan peran sendiri-sendiri. Keharmonisan dan keselarasan kerja sama diantara ketiganya sangat menentukan kesehataniwa seseorang. Ketiga sitem ini meliputi : Id, Ego , dan Super ego.
Id adalah bagian kpribadian yang menyimpan dorongan biologis manusia pusat insting (hawa nafsu, istilah dalam agama.
Ego adalah aspek psikologis dari kpribadian yang timbul karena keutuhan manusia untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan.
Superego adalah sistem kpribadian terakhir yang ditemukan oleh sigmund frued. Sistem kpribadian ini seolah-olah berkedudukan diatas ego, karena itu dinamakan superego. Fungsinya adalah mengontrol ego. Ia selalu bersikap kritis terhadap aktivitas ego, bahkan tak jarang menghantam dan menyerang ego.
No comments:
💬 Tinggalkan Komentar Anda
Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️