A. Pendahuluan
Al-Quran banyak memberi gambaran tentang manusia antara lain sebagai berikut: Manusia diciptakan dengan bentuk fisik yang sangat baik dengan rupa yang seindah-indahnya dan dilengkapi dengan organ yang instimewa seperti panca indra dan hati agar manusia bersyukur kepada Allah yang telah memberi banyak keindahan dan kesempurnaan. Manusia pun
diberi kemampuan berfikir untuk memahami alam semesta dan dirinya sendiri sebagai ciptaan Allah untuk kemudian meningkatkan keimanannya kepada Allah SWT,. Manusia mempunyai akal untuk memahami tanda-tanda keagungan Allah, kalbu untuk mendapatkan cahaya yang tertinggi dan ruh yang kepadanya Allah SWT mengambil kesaksian manusia mengenai keesaan ilahi. Bahkan kepadanya agama sebagai tuntunan agar hidupnya selamat dunia dan akherat.
B. Surat al-Hijir ayat 28
1. Bunyi Ayat
øÎ)ur tA$s% y7/u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) 7,Î=»yz #\t±o0 `ÏiB 9@»|Áù=|¹ ô`ÏiB :*yJym 5bqãZó¡¨B ÇËÑÈ
2. Terjemahan Ayat
dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,
3. Makna Mufradat
#\t±o0 `ÏiB = seorang manusia
9@»|Áù=|¹ = tulang belakang
:*yJym = lumpur hitam
5bqãZó¡¨B = yang dibentuk
4. Tafsir ayat
Diterangkan dalam tafsir sawiy, bahwa tanak yang dipergunakan dalam menciptakan adalam itu daononi dengan air lalu dibiarkan ia menjadi tanah liat, lalu dibentuk sebagaimana wadah. Ibnu abbas ra. Berkata : Allah menciptakan jasad nabi adam berasal dari eberapa negeri di dunia ini, kepalanya diambilkan dari tanah ka’bah, dadanya diambil dari tanak penjajahan bumi, punggung dan perutnya diambil dari tanah hindia, kedua tangannya dari tanah masyriq dan kedua kakinya diambil dari tanah maghrib. Kemudia wahab bin Munabbih mengatakan “ Allah SWT menciptakan Adam As dari tujuh lapis bumi, kepalanya dari lapis bumi pertama, lehernya dari lapisan bumi kedua, dadanya dari lapisan bumi ketiga, kedua tangannya dari lapisan bumi keempat, setengah punggung dan perutnya dari lapisan bumi ke enam, sedangkan kedua betisnya dari lapisan bumi ke tujuh.
Dalam riwayat ibnu Abbas ra, pernah bekata:” Allah SWT menciptakan adam kepanya terbuat dari tanah Baitul Maqdis, wajahnya dari tanah syurga, kedua telinganya dari tanah tursina, dahinya dari tanah Iraq, giginya dari tanah telaga kautsar, dan tangan kanan beserta jarinya dari tanah ka’bah, tangannya yang kiri dari tanah Persia, kedua kaki beserta betisnya dari tanah india, tulangnya dari tanah gunung, auranya dari tanah babilonia, punggunganya dari tanah Iraq, perutnya dari tanah Khurasan, lisanny dari tanah Thaif, sedangkan kedua matanya dari tanah telaga Kautsar. Kepalanya terbikin dari tanah baitul maqdis, amak jadilah kepala itu tempat akal, tempat pintaran dan ucapan. Kedua telinganya yang terbuat dari tanah tursina, maka jadilah telinga itu tempat mendengar nasehat, dahinya yang berasal dari tanah Iraq, maka jadilah dahi itu tempat bersujud kepada Allah ta’ala. dan selanjutnya.
Mengenai proses peniupan ruh kedalam jazad nabi Adam, ada riwayat yang menerangkan bahwa, sesungguhnya ruh itu masuk kedalam otak nabi Adam kemudian berputar-putar disitu selama 200 tahun, setelah itu turun kemata, akhirnya bisa melihat dalam keadaan tanah kering, kemudian ruh masuk ke telinga maka ia mendengar ucapan tasbih para malaikat, kemudian ke hidungnya lalu ia bersin, demikian seterusnya sampai ruh itu masuk kedalam perut Nabi adam langsung menginginkan suatu makanan, selanjutnya ruh merata keseluruh tubuh. C. Surat ath-Thariq ayat 5-7
1. Bunyi Ayat
ÌÝàYuù=sù ß`»|¡RM}$# §NÏB t,Î=äz ÇÎÈ t,Î=äz `ÏB &ä!$¨B 9,Ïù#y ÇÏÈ ßlãøs .`ÏB Èû÷üt/ É=ù=Á9$# É=ͬ!#u©I9$#ur ÇÐÈ
2. Terjemahan
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari Apakah Dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.
3. Makna mufradat
t,Î=äz = Diciptakan
ä!$¨B = air
9,Ïù#y = dipancarkan
lãøs =Keluar
=ù=Á9$ = tulang sumsum
=ͬ!#u©I9$#ur = dada perempuan
4. Tafsir ayat
Menurut az-Zajjaj, para ahli bahasa sudah sepakat bahwa ath-taribah adalah tempat melingkarnya kalung diatas dada, menurut Abu Ubaidah, berarti kaitan tenggorokan dnegan bagian dada, menurut Atha’ bin Ibnu Abbas, maksudnya dalah tulang sulbi laki-laki dan tulang dada wanita, yang sekaligus merupakan tempat kalungnya melingkar. Pendapat ini sesuai dengan berbagai hadist.
An-naba’ dalam ayat ini berarti berita yang masih belum pasti yang disampaikan pembawa berita. At-tabayyun adalah mencari penjelasan hakikat berta itu dan memeriksa seluk beluknya. Disini terkandung faedah yang lembut, bahwa allah tidak memerintahkan menolak berita yang dibawakan oleh orang fasikh kebohongan atau kemaksiatan secara menyeluruh, tapi hanya ada perintah meneliti.
D. Qur’an Surat At-Tiin ayat 4-5
1. Bunyi Ayat
ôs)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þÎû Ç`|¡ômr& 5OÈqø)s? ÇÍÈ ¢OèO çm»tR÷yu @xÿór& tû,Î#Ïÿ»y ÇÎÈ
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” “Kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)”,
2. Makna mufradat
s)s9 = sesungguhnya
$uZø)n=y{ = kami ciptakan
`|¡ômr& = sebaik-baiknya
5OÈqø)s? = bentuk
tû,Î#Ïÿ»y = serendah-rendahnya
3. Tafsir ayat
Dari ayat-ayat ini, tampak bagaimana perhatian Allah dalam menciptakan manusia di dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Memang Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya, tetapi dikhususkan penyebutan manusia di sini dan ditempat-tempat lain dalam Al-Qur’an dengan susunan yang sebaik-baiknya, dan keseimbangan yang sebaik-baiknya, Hal ini menunjukkan perhatian yang lebih dari Allah kepada makhluk yang bernama manusia.
Perhatian Allah terhadap manusia, meskipun pada diri mereka juga terdapat kelemahan dan adakalanya penyimpangan dari fitrah dan kerusakan, mengisyaratkan bahwa mereka memilki urusan tersendiri di sisi Allah, dan memiliki timbangan sendiri di dalam sistem semesta. Perhatian ini tampak di dalam penciptaannya dan susunan tubunya yang bernilai dibandingkan dengan makhluk lain, baik dalam susunan fisiknya yang sangat cermat dan rumit, susunan akalnya yang unik, maupun susunan ruhnya yang menakjubkan
Kemudian pembicaraan di sini ditekankan pada khususiah ruhiahnya. Karena, ialah yang menjadikannya jatuh ketempat yang serendah-rendahnya ketika menyimpang dari fitrah dan menyeleweng dari iman yang lurus. Karena sudah jelas bahwa wujud badaniahnya tidak akan menjatuhkannya ke derajat yang serendah-rendahnya.
Di dalam khususiah ruhiahnya ini, tampaklah keunggulan wujud manusia. Maka, mereka diberi potensi untuk mencapai tingkatan yang tinggi melebihi kedudukan malaikat muqarrabin, sebagaimana dibuktikan dengan adanya isra’ mi’raj. Ketika itu malaikat Jibril berhenti pada suatu tempat, sedang Nabi Muhammad bin Abdulllah-yang manusia itu-terus naik ke tempat yang lebih tinggi.
Akan tetapi, manusia juga potensial untuk mencapai derajat terendah yang tidak ada makhluk lain mencapai derajat kerendahan seperti itu, “ Kemudian Kami Kembalikan dia ke tempa serendah rendahnya.” Ketika itu makhluk binatang pun masih lebih tinggi dan lebih lurus daripadaNya. Karena, binatang masih istiqomah pada fitrahnya, masih melaksanakan ilham bertasbih menyucikan Tuhannya, dan menunaikan tugasnya di bumi menurut petunjuk yang digariskan Allah. Sedangkan, manusia yang diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, mengingkari Tuhannya dan memperturutkan hawa nafsunya. Sehingga, ia hingga jatuh ke lembah kehinaan terendah yang binatang pun tidak sampai terjatuh serendah itu.[5] ôs)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þÎû Ç`|¡ômr& 5OÈqø)s? ÇÍÈ
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Ayat inilah permulaan dari apa yang telah Allah mulaikan lebih dahulu dengan sumpah. Yaitu, bahwasanya di antara makhluk Allah di atas permukaan bumi ini, manusialah yang diciptakan oleh Allah dalam sebaik-baik bentuk; bentuk lahir dan bentuk batin. Bentuk tubuh dan bentuk nyawa. Bentuk tubuhnya melebihi keindahan bentuk tubuh hewan yang lain. tentang ukuran dirinya, tentang manis air-mukanya, sehingga dinamai basyar, artinya wajah yang mengandung gembira, sangat berbeda dengan binatang yang lain. Dan manusia diberi pula akal, bukan semata-mata nafasnya yang turun naik. Maka dengan perse-imbangan sebaik-baik tubuh dan pedoman pada akalnya itu dapatlah dia hidup di permukaan bumi ini menjadi pengatur. Kemudian itu Tuhan pun mengutus pula Rasul-rasul membawakan petunjuk bagaimana caranya menjalani hidup ini supaya selamat.
¢OèO çm»tR÷yu @xÿór& tû,Î#Ïÿ»y ÇÎÈ
“ Kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),”
Tentang sebab turunnya ayat ini Ibnu Jarir meriwayatkan dari Al-‘Ufi dari Ibnu Abbas berkata : ayat ini turun berkenaan dengan beberapa orang dizaman Rasulullah yang dipanjangkan umurnya hingga menjadi pikun. Orang orang lalu bertanya tentang ( perkataan dan perbuatan ) mereka ketika pikiran mereka telah tidak berfungsi lagi. Allah lalu menerangkan bahwa mereka mendapat pemaafan. Artinya,mereka hanya diganjar dari apa yang mereka kerjakan ketika pkiran mereka masih sehat dan baik.[6] Demikianlah Allah mentakdirkan kejadian manusia itu. Sesudah lahir ke dunia, dengan beransur tubuh menjadi kuat dan dapat berjalan, dan akal pun berkembang, sampai dewasa, sampai di puncak kemegahan umur. Kemudian itu beransur menurun badan tadi, beransurlah tua. Beransur badan lemah dan fikiran mulai pula lemah, tenaga mulai berkurang, sehingga mulai rontok gigi, rambut hitam berganti dengan uban, kulit yang tegang menjadi kendor, telinga pun beransur kurang pendengarannya, dan mulailah pelupa. Dan kalau umur itu masih panjang juga mulailah padam kekuatan akal itu sama-sekali, sehingga kembali seperti kanak-kanak, sudah minta belas kasihan anak dan cucu. Malahan ada yang sampai pikun tidak tahu apa-apa lagi. Inilah yang dinamai أرذل العمر "Ardzalil-`umur"; tua nyanyuk. Sehingga tersebut di dalam salah satu doa yang diajarkan Nabi s.a.w. agar kita memohon juga kepada Tuhan jangan sampai dikembalikan kepada umur sangat tua (Al-harami) dan pikun itu Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih." (pangkal ayat 6)[7]. E. QS. al-Isra’: 70
1. Bunyi Ayat
s)s9ur$oYøB§x. ûÓÍ_ttPy#uä öNßg»oYù=uHxqurÎû Îhy9ø9$#Ìóst7ø9$#ur Nßg»oYø%yuur ÆÏiB ÏM»t7Íh©Ü9$# óOßg»uZù=Òsùur4n?tã 9ÏV2 ô`£JÏiB$oYø)n=yz WxÅÒøÿs? ÇÐÉÈ
2. Terjemahan ayat
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”.
3. Makna mufradat
s)s9ur = dan sesungguhnya
$oYøB§x. = kami muliakan
Nßg»oYù=uHxqu = kami angkut mereka
Îhy9ø9$#Ìóst7ø9$#ur = dari daratan dan lautan
ÏM»t7Íh©Ü9$# = sebaik-baik
Oßg»uZù=Òsùur = sempuna
4. Tafsir Ayat
Dengan bersumpah sambil mengukuhkan pernyataan-Nya dengan kata قد, ayat ini menyatakan bahwa dan Kami yakni Allah bersumpah bahwa sesungguhnya telah Kami muliakan anak cucu Adam, dengan bentuk tubuh yang bagus, kemampuan berbicara dan berpikir, serta berpengetahuan dan Kami beri juga mereka kebebasan memilah dan memilih. Dan Kami angkut mereka di daratan dan di lautan dengan aneka alat transportasi yang Kami ciptakan dan tundukkan bagi mereka, atau yang Kami ilhami mereka pembuatannya, agar mereka dapat menjelajahi bumi dan angkasa yang kesemuanya Kami ciptakan untuk mereka. Dan Kami juga beri mereka rezeki dari yang baik-baik sesuai kebutuhan mereka, lagi lezat dan bermanfaat untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan jiwa mereka. Dan Kami lebihkan mereka atas banyak makhluk dari siapa yang telah Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.
Kata كرّمنا (karramna) terambil dari kata yang terdiri dari huruf-huruf kaf, ra’ dan mim, yang mengandung makna kemuliaan, serta keistimewaan sesuai objeknya. Karramna adalah anugerah berupa keistimewaan yang sifatnya internal, dalam konteks ayat ini manusia dianugerahi Allah keistimewaan yang tidak dianugerahkan-Nya kepada selainnya dan itulah yang menjadikan manusia mulia serta harus dihormati dalam kedudukannya sebagai manusia.
ولقد كرّمنا (dan sesungguhnya telah Kami muliakan) kami utamakan بنى آدم (anak-anak Adam) dengan pengetahuan, akal, bentuk yang paling baik, setelah wafat jenazahnya dianggap suci dan lain sebagainya, وحملنهم فى البرّ (dan Kami angkut mereka di daratan) dengan menaiki kendaraan. والبحر (dan di lautan) dengan menaiki perahu-perahu. ورزقنهم من الطّيبت على كثيرممن خلقنا (dan Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan) seperti hewan-hewan ternak dan hewan-hewan liar. تفضيلا (dengan kelebihan yang sempurna).
Lafadz man di sini bermakna ma’ atau makna yang dimaksudnya menurut bab yang berlaku padanya. Maknanya menyangkut juga para malaikat, sedangkan makna yang dimaksud adalah keutamaan jenisnya, hal ini pengertiannya tidak memastikan bagi adanya keutamaan untuk semua individu atas para malaikat. Para malaikat lebih utama daripada manusia selain dari para Nabi.
Manusia yang disebut dengan kalimat “al-Insan” itu memberikan arti bahwa manusia patut ditingkatkan martabatnya sampai pada tingkatan untuk memiliki keahliannya untuk menduduki jabatan khalifah (penguasa/pengatur) di atas bumi ini dan kemungkinannya untuk dibebani kewajiban-kewajiban dan kepercayaan atau amanat. Sebab hanya manusialah yang secara khusus dilengkapi dengan akal pikiran, kecakapan, dan kecerdasan serta hal-hal yang berkaitan dengan itu semua.Ayat ini merupakan anjuran agar manusia bersyukur dan jangan menyekutukan Tuhannya dengan seseorang pun, karena Allah telah menundukkan baginya apa yang ada di darat dan di laut, bahkan memeliharanya dengan perhatiannya yang baik serta diberinya petunjuk kepada pembuatan bahtera hingga tempat berlayar di laut dan memberinya rezeki dengan yang baik-baik, serta melebihkannya atas sebagian besar makhluk-Nya.
F. Surat Al-Hujarat ayat 13
1. Bunyi ayat
$pkr'¯»t â¨$¨Z9$# $¯RÎ) /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 9x.s 4Ós\Ré&ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© @ͬ!$t7s%ur (#þqèùu$yètGÏ9 4 ¨bÎ) ö/ä3tBtò2r& yYÏã «!$# öNä39s)ø?r& 4 ¨bÎ) ©!$# îLìÎ=tã ×Î7yz ÇÊÌÈ
2. Terjemahan ayat
Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
3. Makna mufradat
9x.s 4 = Laki-laki
Ós\Ré&ur = Perempuan
$\/qãèä© = Tumsum
@ͬ!$t7s%ur = dada perempuan
4. Tafisr ayat
Banyak orang yang berkata bahwa organ-organ tubuh terbentuk pada diri bayi yang berasal dari ibunya, jauh lebih banyak dari organ-organ tubuh yang terbentuk dari bapaknya. Dengan begitu dapat ditetapkan bahwa pembentukannya dari indung telur ibu dan mani bapak membentuknya seperti tiupan.
Namun jumhur ulama menentang pendapat ini. Mereka berkata, bahwa bayi terbentuk dari mani laki-laki dan wanita. Tentang hal ini ada 2 pendapat :
a. Anggota dan organ terbentuk dari mani laki-laki, adapun rupanya dari mani wanita.
b. Anggota, organ dan rupa terbentuk dari himpunan dua mani, keduanya bercampur hingga menjadi 2 campuran.
Asalnya adalah laki-laki, benih dan siraman berasal darinya. Sementara wanita menjadi becana dan tempat bagi bayi, yang ditumbuhkan didalam perutnya sebagaimana ia ditumbuhkan dirumahnya setelah lahir. G. Kesimpulan
Dari uraian-uraian di atas dapat kita ketahui bahwa ayat-ayat di atas menjelaskan tentang kedudukan manusia sebagai makhluk yang tinggi derajatnya dibandingkan dengan makhluk yang lain apabila dapat menyeimbangkan antara kebutuhan jasmani dan rohani. Akan tetapi manusia juga dapat menjadi rendah serendah-rendahnya makhluk karena ia tidak bisa mengontrol hawa nafsunya.
Namun demikian manusia bukanlah satu-satunya makhluk yang diciptakan dengan derajat yang paling tinggi, karena setiap makhluk menjadi tinggi derajatnya apabila melaksanakan apa yang menjadi fungsi dan tugasnya masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Tafsirnya,(Jakarta: Penerbit Lentera Abadi, 2010.
Sayyid Quthb, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an jilid. Jakarta: Gema Insani, 2010.
Jalaludin As.Suyuti Asbabun nuzul sebab turunnya ayat Al Qur’an Gema insani Jakarta 2008 .
Sayyid Quthb, Op. cit., hlm 298-299 Jalaludin As.Suyuti Asbabun nuzul sebab turunnya ayat Al Qur’an( Gema insani Jakarta 2008 ), hlm. 632 Sayyid Quthb, Op.cit., hlm. 330.
No comments:
💬 Tinggalkan Komentar Anda
Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️