A. Pendahuluan
Salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah penelitian, oleh karena itu, banyak dosen ataupun mahasiswa yang melakukan penelitian dalam pendidikan. Penelitian itu ada yang bersifat mandiri maupun yang bersifat proyek. Banyak kita lihat penelitian para dosen maupun mahasiswa dilaksanakan dilaboraterium, kelas, bahkan terjun langsung ke lapangan.
Penelitian dipandang sebagai kegiatan yang dilakukan secara sistematik untukmenguji jawaban – jawaban sementara ( hipotesis) tentang permasalahan yang diteliti melalui pengukuran yang cermat terhadap fakta-fakta secara empiris konsep penelitian tersebut lambat laun dapat pula diterima atau diterapkan dalam ilmu- ilmu sosial sekalipun pengukurannya dalam ilmu – ilmu kealaman.
Penelitian pendidikan hendaknya dilaksanakan secara sitematis, logis, dan secara berencana. Secara sistematis artinya berdasarkan pola dan teknik tertentu serta sesuai dengan aturan – aturan ilmiah dalam penelitian pada umumnya. Logis atrinya dilaksanakan berdasarkan logika berfikir ilmiah dengan menggunakan langkah – langkah pemecahan masalah dan prinsip- prinsip teori penelitian. Sedangkan secara berencana, yaitu betul- betul direncanakan secara sengaja tentang apa yang akan diteliti, bagaimana cara meneliti, kapan diadakan penelitian, siapa yang menelitinya, mengapa hal itu diteliti, dimana tempat atau lokasinya penelitian, dan sebagainya.
Penelitian adalah proses mencari sesuatu secara sistematis dalam waktu yang relative lama dengan menggunakan metode ilmiah dengan prosedur ataupun aturan yang berlaku.
Pada kesempatan kali ini penulis akan mencoba memaparkan salah satu bentuk peneltiaian yaitu metode penelitian deskriptif (Penelitian Lapangan Kuantitatif). Penelitian ini juga sering disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan manipulasi variabel penelitian. Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan mengembangkan teori yang memiliki validitas universal. Di samping itu, penelitian deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai denganapaadanya.
B. Pengertian Penelitian Deskriptif (Kuantitatif)
Adapun beberapa pengertian metode deskriptif seperti disebutkan oleh Muhammad Nazir, adalah “Suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas pemikiran pada masa sekarang. Tujuan penelitian deskriptif ini adalah membuat gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki”. Hal senada juga disebutkan oleh S. Margono yaitu Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung.
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang status suatu gejala saat penelitian dilakukan. Lebih lanjut dijelaskan, dalam penelitian deskriptif tidak ada perlakuan yang diberikan atau dikendalikan serta tidak ada uji hipotesis sebagaimana yang terdapat pada penelitian eksperiman.
Penelitian lebih jauh mengenai apa dan bagaimana yang disebut dangan metode penelitian deskriptif ini akan menjadi lebih jelas bilamana kita melihat berbagai pandangan para pakar mengenai metode tersebut, diantaranya:
1. Menurut Whitney metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interprefasi yang tepat.
2. Menurut Moh.Nazir menerangkan bahwa penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku di masyarakat serta situasi-situasi tertentu termasuk tentang hubungan kegiatan-kegiatan, skiap-sikap, pandangan-pandangan serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena.
3. Menurut Mely. G. Tan yang mengemukakan bahwa penelitian yang bersifat deskriptif, bertujuan menggambarkan secara tepat suatu sifat-sifat individu, keadan, gejala atau kelompok-kelompok tertentudalam suatau masyrakat.
Sedangkan pengertian kuantitatif menurut Sugiyonoadalah:
“Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.”
Metode kuantitatif menganalisis permasalahan dengan menggunakan parameter-parameter yang dapat dihitung/diukur/dikuantifikasikan, biasanya dengan aplikasi metode statistik. Penelitian kuantitatif memiliki ciri khas berhubungan dengan data numerik dan bersifat obyektif. Fakta atau fenomena yang diamati memiliki realitas obyektif yang bisa diukur. Variabel-variabel penelitian dapat diidentifikasi dan interkorelasi variabel dapat diukur. Peneliti kuantitatif menggunakan sisi pandangannya untuk mempelajari subyek yang ia teliti. Penelitian kuantitatif memiliki tujuan men-generalisasi temuan penelitian sehingga dapat digunakan untuk memprediksi situasi yang sama pada populasi lain. Penelitian kuantitatif juga digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antar variabel yang diteliti.
Berdasarkan pengertian diatas, maka penelitian deskriptif kuantitatif yaitu suatu bentuk penelitian yang berdasarkan data yang dikumpulkan selama penelitian secara sistematis mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat dari obyek yang diteliti dengan menggabungkan hubungan antar variabel yang terlibat didalamnya.
C. Karakteristik Penelitian Deskriptif (Kuantitatif)
Penelitian deskriptif mempunyai karakteristik-karakteristik seperti:
1. Penelitian deskriptif cendrung menggambarkan suatu fenomena apa adanya dengan cara menelaah secara teratur-ketat, mengutamakan obyektivitas, dan dilakukan secara cermat.
2. Tidak adanya perlakuan yang diberikan atau dikendalikan,
3. Tidak adanya uji hipotesis.
Beberapa jenis penelitian deskriptif, yaitu;
1. Studi kasus, yaitu, suatu penyelidikan intensif tentang individu, dan atau unit sosial yang dilakukan secara mendalam dengan menemukan semua variabel penting tentang perkembangan individu atau unit sosial yang diteliti.Dalam penelitian ini dimungkinkan ditemukannya hal-hal tak terduga kemudian dapat digunakan untuk membuat hipotesis.
2. Survei. Studi jenis ini merupakan studi pengumpulan data yang relatif terbatas dari kasus-kasus yang relatif besar jumlahnya.Tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi tentang variabel dan bukan tentang individu. Berdasarkan ruang lingkupnya (sensus atau survai sampel) dan subyeknya (hal nyata atau tidak nyata), sensus dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori, yaitu: sensus tentang hal-hal yang nyata, sensus tentang hal-hal yang tidak nyata, survei sampel tentang hal-hal yang nyata, dan survei sampel tentang hal-hal yang tidak nyata.
3. Studi perkembangan. Studi ini merupakan penelitian yang dilakukan untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya bagaimana sifat-sifat anak pada berbagai usia, bagaimana perbedaan mereka dalam tingkatan-tingkatan usia itu, serta bagaimana mereka tumbuh dan berkembang. Hal ini biasanya dilakukan dengan metode longitudinaldan metode cross-sectional.
4. Studi tindak lanjut, yakni, studi yang menyelidiki perkembangan subyek setelah diberi perlakukan atau kondisi tertentu atau mengalami kondisi tertentu.
5. Analisis dokumenter. Studi ini sering juga disebut analisi isi yang juga dapat digunakan untuk menyelidiki variabel sosiologis dan psikologis.
6. Analisis kecenderungan. Yakni, analisis yang dugunakan untuk meramalkan keadaan di masa yang akan datang dengan memperhatikan kecenderungan-kecenderungan yang terjadi.
7. Studi korelasi. Yaitu, jenis penelitian deskriptif yang bertujuan menetapkan besarnya hubungan antar variabel yang diteliti.
D. Prosedur Pengumpulan Data dalam Penelitian Deskriptif (Kuantitatif)
Langkah pertama yang dilaksanakan dalam pengumpulan data adalah menyusun instrumen penelitian, yaitu observasi dan wawancara untuk mengetahui keadaan akhlak remaja, bagaimana peranan orangtua dan problematika orangtua dalam pembentukan akhlakul karimah remaja di Kelurahan Sihitang. Setelah izin penelitian dikeluarkan, maka dilakukan observasi berperan serta yaitu mengadakan pengamatan dan mendengarkan secermat mungkin sampai pada yang sekecil-kecilnya sekalipun. Kemudian wawancara yang dilakukan adalah wawancara tidak terstruktur yaitu untuk menemukan informasi yang bukan baku atau informasi tunggal.Wawancara ini lebih bebas iramanya. Responden terdiri dari atas mereka yang terpilih karena sifat-sifatnya yang khas seperti orangtua yang memiliki anak remaja yang perilakunya bertentangan dengan akhlakul karimah sehingga mempunyai masalah tersendiri bagi orangtua. Pertanyaan biasanya tidak disusun terlebih dahulu, dan disesuaikan dengan keadaan dan ciri yang unik dari responden. Selanjutnya hasil pengamatan dan jawaban dari responden dikumpulkan untuk di analisis. Prosess penelitian deskriftif dapat diikhtisarkan dalam langkah-langkah sebagai berikut : 1. Pernyataan masalah. Seperti halnya penelitian eksperimen, peneliti harus memulai penyelidikannya dengan pernyataan masalah yang jelas.
2. Identifikasi informasi. yang di perlukan untuk memecahkan masalah.
3. Pemilihan atau pengembangan pengumpulan data.
4. Identifikasi populasi – sasaran dan penentuan prosedur penarikan sempel yang di pelukan.
5. Rancangan prosedur pengumpulan data.
6. Pengumpulan data.
7. Analisis data
8. Pembuatan laporan
E. Keunggulan dan Kelemahan Penelitian Deskriptif (Kuantitatif)
Metode deskriptif adalah berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan apa yang ada, baik kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang sedang tumbuh, proses yang telah berlangsung dan berkembang. Dengan kata lain metode deskriptif adalah memberikan gambaran yang jelas dan akurat tentang material/fenomena yang diselidiki.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan diantaranya, seperti berikut.
1. Menggunakan kuesioner atau wawancara sering kali hanya mendapatkan responden yang sedikit yang dapat menakibatkan biasanya kesimpulan;
2. Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadang kala dalam pengumpulan data tidak memperoleh data yang memadai;
3. Memerlukan permasalahan yang di rumuskan ssecara jelas, agar padawaktu menjaring data di lapangan, peneliti tidakmengalami kesulitan.
F. Kesimpulan
1. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya.
2. Penelitian deskriptif mempunyai karakteristik-karakteristik seperti:
a. Penelitian deskriptif cendrung menggambarkan suatu fenomena apa adanya dengan cara menelaah secara teratur-ketat, mengutamakan obyektivitas, dan dilakukan secara cermat.
b. Tidak adanya perlakuan yang diberikan atau dikendalikan,
c. Tidak adanya uji hipotesis.
3. Prosess penelitian deskriftif dapat diikhtisarkan dalam langkah-langkah sebagai berikut :
a. Pernyataan masalah. Seperti halnya penelitian eksperimen, peneliti harus memulai penyelidikannya dengan pernyataan masalah yang jelas.
b. Identifikasiinformasi. yang di perlukan untuk memecahkan masalah.
c. Pemilihan atau pengembangan pengumpulan data.
d. Identifokasi populasi – sasaran dan penentuan prosedur penarikan sempel yang di pelukan.
e. Rancangan prosedur pengumpulan data.
f. Pengumpulan data.
g. Analisis data
h. Pembuatan laporan
4. Penelitian deskriptif mempunyai keunikan diantaranya, seperti berikut.
a. Menggunakan kuesioner atau wawancara sering kali hanya mendapatkan responden yang sedikit yang dapat menakibatkan biasanya kesimpulan;
b. Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadang kala dalam pengumpulan data tidak memperoleh data yang memadai;
c. Memerlukan permasalahan yang di rumuskan ssecara jelas, agar padawaktu menjaring data di lapangan, peneliti tidakmengalami kesulitan.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Maleong. Laxy L. Metode Penelitian Kwalitatif, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1999.
No comments:
💬 Tinggalkan Komentar Anda
Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️