HUBUNGAN AGAMA, FILSAFAT, DAN ILMU PENGETAHUAN

Baca Juga



A.    Pendahuluan
Manusia adalah makhluk pencari kebenaran. Ada tiga jalan untuk mencari, menghampiri dan menemukan kebenaran tersbut, yaitu: ilmu, filsafat dan agama. Ketiga cara ini mempunyai cara-cara tersendiri dalam mencari, mengampiri serta menemukan kebenaran. Dan ketiga institute ini juga mempunyai titik persamaan, titik perbedaan, dan titik singgung yang satu terhadap yang lainnya. Dan dalam makalah ini kami akan mencoba menjelaskan secara singkat tentang hal itu.
Istilah filsafat dan agama mengandung pengertian yang dipahami secara berlawanan oleh banyak orang. Filsafat dalam cara kerjanya bertolak dari akal, sedangkan agama bertolak dari wahyu. Filsafat banyak kaitan dengan berfikir sementara agama banyak terkait dengan pengalaman. Filsafat membahas sesuatu dalam rangka melihat kebenaran  yang diukur, apakah sesuatu itu logis atau tidak logis.
Berbicara tentang filsafat dan hubungannya dengan agama adalah suatu yang sangat menarik. Betapa tidak karena ternyata bila kita mau menuntut sejarah filsafat itu sendiri, sungguh tidak bisa lepas dengan apa yang disebut “kepercayaan” pada zaman dahulu. Sebut saja kepercayaan atas dewa-dewi. Dalam kepercayaan itu banyak sekali kisah yang sebenarnya sulit ditangkap oleh nalar manusia, yang kemudian mulai banyak dipertanyakan.

B.     Pengertian agama, ilmu dan filsafat
1.      Agama
Agama yang dalam bahasa arab disebut diin, yang sering diterjemahkan secara leksikal sebagai agama dalam bahasa indonesia atau padanya dalam bahasa inggris sebagai “religion” atau ” religio” dalam bahasa latin kerap digunakan untuk beberapa makna. Dan yang terpenting dari makna-makna  tersebut adalah ganjaran, ketaatan, kebiasaan, tradisi, hukum, stipulasi (aqoid) , dan lain sebagainya. Dan yang paling orisinal di antara makna-makna di atas adalah ketaatan dan loyalitas.
Secara terminologi agama dapat didefenisikan sebagai berikut: seperangkat aturan dan hukum-hukum normative yang mengatur dan menata kehidupan manusia dalam rangka mentaati aturan tuhan. Sebagai komplementer dari defenisi diatas, agama dapat di defenisikan sebagai aturan dan stipulasi yang diterima dalam ranah keyakinan dalam perilaku kehidupan manusia. Berdasarkan defenisi di atas, agama memiliki dua rukun asasi, (1) keyakinan terhadap tuhan (2) amal dan perbuatan sesuai dengan tuntutan keyakinan tersebut[1].
Agama merupakan kebutuhan dasar setiap manusia yang mempunyai kecenderungan untuk tunduk dan patuh terhadap tuhan dalam kehidupannya.
a.       Agama adalah gejala yang begitu sering terdapat dimana-mana, agama berkaitan dengan usaha mausia untuk mengukur dalamnya makna dari keberadaannya sendiri dan keberadaan alam semesta. Menurutnya agama dapat membangkitkan kebahagiaan bathin yang paling sempurna, dan juga perasaan takut dan ngeri, meskipun agama  tertuju sepenuhnya kepada suatu dunia yang tidak dapat dilihat atau (akhirat), namun agama juga melibatkan dirinya pada masalah-masalah sehari-hari didunia ini.
b.      Agama merupakan sumber gambaran-gambaran tentang dunia ini yang seharusnya gambaran-gambarang yang berulang kali dapat ditafsirkan kembali untuk mengevaluasi pola-pola sosial yang baru malahan tak terduga kelanggengan agama berkaitan dengan kemampuannya untuk terus menerus menyesuaikan gambaran-gambaran taraf tertingginya terhadap situasi-situasi serta bentuk-bentuk kritik baru.
c.       Suatu agama secara generik dapat didefenisikan sebagai sebuah sistem simbol (misalnya kata-kata dan isyarat, cerita dan praktek, benda dan tempat) yang berfungsi agamis, yaitu suatu yang terus menerus dipakai partisipan untuk mendekat dan menjalin hubungan yang benar atau tepat dengan sesuatu yang diyakini sebagai realitas mutlak.[2]



2.      Filsafat
Secara etimologi filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu dari kata filosofhia phio berarti cinta, shopia berarti pengetahuan atau kebijakan. Fhiloshopi artinya cinta kebijakan.
Secara terminologi filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran/rasio belaka.
a.       Menurut harun nasution filsafat adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tak terikat tradisi dogma atau agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai kedasar-dasar persoalan.
b.      Menurut plato filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada .
c.       Aristoteles yang merupakan murid palto menyatakan filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda.
d.      Marcus tullius cicero mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha untuk mencapainya.
e.       Al-farabi filosof muslim terbesar sebelum inb sina menyatakan filsafat adalah pengetahuan tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakekat yang sebenarnya.
3.      Ilmu pengetahuan
Ilmu merupakan pengetahuan yang kita gumuli sejak bangku sekolah dasar sampai pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi. Ilmu berarti kita berterus terang kepada diri kita sendiri apakah yang sebenarnya yang kita ketahui tentang ilmu ? apakah ciri-ciri yang membedakan ilmu dengan pengetahuan lainnya yang bukan ilmu? Mengapa kita mesti mempelajari ilmu?
Secara etimologi ilmu pengetahuan terdiri dari dua kata, yakni ilmu dan pengetahuan. Ilmu dalam bahasa arab, berasal dari kata alama artinya mengecap atau memberi tanda. Sedangkan ilmu berarti pengetahuan.
Sedangkan dalam bahasa inggris ilmu berarti sience yang berasal dari bahasa latin scientia, yang merupakan turunan dari kata scire dan mempunyai arti mengetahui (to know) yang juga berarti belajar (to learn) .
Sedangkan pengertian ilmu pengetahuan sebagai terjemahan dari science, seperti dikatakan oleh endang saefuddin Anshori ialah: usaha pemahaman manusia yang disusun dalam satu sistem mengenai kenyataan, struktur, pembagian, bagian-bagian dan hukum-hukum tentang hal ihwal yang diselidiki (alam, manusia, dan agama) sejauh yang dapat dijangakau daya pemikirang yang dibantu penginderaan itu, yang kebenarannya diuji secara empiris, riset dan eksperimental.
Dari definisi tersebut diperoleh ciri-ciri ilmu pengetahuan yaitu, sistematis, generalitas (keumuman) , resionalitas, objektivitas, verifibialitas dan komunitas. Sistematis, ilmu pengetahuan disusun seperti sistem yang memiliki pakta-pakta penting yang saling berkaitan. Generalitas, kualitas ilmu pengetahuan untuk merangkum penomena yang senantiasa makin luas dengan penentuan konsep yang makin umum dalam pembahasan sasarannya. Rasionalitas, bersumber pada pikiran rasional yang mematuhi kaidah-kaidah logika. Verifibialita, dapat diperiksa kebenarannya, diselidiki kembali atau diuji ulang oleh setiap anggota lainnya dari masyarakat ilmuan. Komunitas, dapat diterima secara umum, setelah diuji kebenarannya oleh ilmuan.
C.    Hubungan antara agama, filsafat dan ilmu pengetahuan
1.      Hubungan filsafat dengan agama
Menurut Hocking (1946), agama merupakan obat dari kesulitan dan kekhawatiran yang dihadapi manusia, sekurang-kurangnya meringankan manusia dari kesulitan. Agama merupakan pernyataan pengharapan manusia dalam dunia yang besar atau jagat raya, karena ada jalan hidup yang benar yang perlu ditemukan. Agama menjadi suatu lembaga yang bersemangat untuk memperoleh kehidupan yang baik dan merenungkannya sebagai suatu tuntutan kosmis,.
Menusia menjadi penganutnya yang setia terhadap agama karena manurus keyakinannya agama telah memberikan sesuatu yang sangat berharga bagi hidupnya yang tidak mungkin dapat diuji dengan pengalaman maupun oleh akal sepert halnya menguji kebenaran sains dan filsafat karena agama lebih banyak menyangkut perasaan dan keyakinan.
Agama merupakan sesuatu yang ada, karena keberadaanya itulah makanya agama dikatakan pengkajian filsafat. Landasan agama atau tauhid meurpkan landasan utama yang perlu diperhatikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk keselamatan di dnia dan menjadi bekal di akhirat nanti. Misalnya dalam melaksanakan proses pendidikan dan pembelajran bagi anak didi, dimna alandasan tauhi dan spritual keagaaamini menyangkut dengan hakikat menusi asebagai makhluk ciptaan Tuhan. Oleh karena itu pendidikan dan pemblajarna yang harus dilakukan harus mengacu pada pembentukan kepribadian anak didik yang sesuai dengan nilai-nilai aqidan dan spritual kegaman yaitu menurut ajaran agama islam.
Pandangan filsafat menurut agama islam tertung semuanga pada Al-qur’an yang dijadikan seabgaipegangan dan pedoman hidup bagi orang-orang yang beriman. Karena dia yakin bahwa semuanya. Baik hidup, mati, kapan, dan dimanapun ia berada adalah kekuasaan dan kehendak yang maha kuasa yaitu Allah SWT.
Filsafat merupakan pertolongan yang sangat penting pula pengaruhnya terhadap seluruh sikap dan pandangan orang, karena filsafat justru hendak memberikan dasar-dasar yang terdalam mengenai hakikat manusia dan dunia. Ada beberapa hal yang penting dalam agama yaitu : menyakini adanya Tuhan yang menciptakan semua yang ada dilangit dan dibumi dan mengatur semua kehidupan manusia, adanya kebajikan, sifat buruk dan baik dan lain sebagainya,juga diselidi oleh filsafat karena itu meurpakan atau mungkin ada secara umum kebenaran dalam agama didasarkan pada wahtu atau firman-firman Allah, sedangkan kebenaran dalam filsafat didasarkan pada pikiran belaka, agama telah mengaskan bahwa agama itu untuk orang-orang yang berakal dan berilmu pengetahuan.
 Maksudnya adalah dalam agama terutama gama islam adanya aturan-aturan yang ditetapkan Allah, dimnaa aturah Allah adalah wajib, sunat, haram, makhru dan mubah. Jadi agama dan pendidikan merupakan dual yang saling berhubungan dan saling berkaitan, maksudnya adalah didalam agama ada aturan-aturan yang harus dipatuhi sedangkan dalam pendidikan juga ada aturan yang harus dipatuhi dan semua atuaran baik agama maupun pendiidkan dijalankan dan diterapkan oleh manusia.
Dimana dapat dikatakan hubungan filsafat dengan agama diantaranya : setiap orang diharapkan merenung dalamhikmah untuk menjadi prosesn pendidikan dan usaha-usaha pendidkan suatu bangsa guna mempersiapkan generasi muda dan warga negara agar beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dan menjadi warga negara sadar dan insaf tentang hidup serta mempunyai tauladan yang dapat dijadikan perinsip dan keyakinan.
2.      Hubungan agama dengan ilmu pengetahuan
Ilmu pengetahuan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran agama Islam, sebab kata islam itu sendiri, dari kata dasar aslama yang artinya “tunduk patuh”, mempunyai makna “tunduk patuh kepada kehendak atau ketentuan Allah”. Dalam Surat Ali Imran ayat 83, Allah menegaskan bahwa seluruh isi jagat raya, baik di langit maupun di bumi, selalu berada dalam keadaan islam, artinya tunduk patuh kepada aturan-aturan Ilahi.
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya.
Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Iptek atau Ilmu Pengetahuan dan Teknolgi, merupakan salah satu hal yang tidak dapat kita lepaskan dalam kehidupan kita. Kita membutuhkan ilmu karena pada dasarnya manusia mempunyai suatu anugerah terbesar yang diberikan Allah SWT hanya kepada kita, manusia, tidak untuk makhluk yang lain, yaitu sebuah akal pikiran.
Dengan akal pikiran tersebutlah, kita selalu akan berinteraksi dengan ilmu. Akal yang baik dan benar, akan terisi dengan ilmu-ilmu yang baik pula. Sedangkan teknologi, dapat kita gunakan sebagai sarana untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu sendiri. Namun, dalam mempelajari dan mengaplikasikan iptek itu sendiri, harus memperhatikan beberapa hal yang penting.
Tidak semua sains dan teknologi yang diciptakan para ilmuwan itu baik untuk kita. Terkadang ada pula yang menggunakan bahan – bahan berbahaya bagi kesehatan lingkungan sekitar. Beberapa dari mereka ada yang menyalahgunakan hasil penelitian tsb. Sesungguhnya Allah melarang kita membuat pengrusakan di bumi, seperti dalam firman-Nya dalam (Q.S. Al-A’raf : 56).




3.      Hubungan ilmu, filsafat dan agama
No
institusi
sumber
kebenaran
Pembuktian
1.
Ilmu
Manusia (rasio)
Positif/akumulatif =relatif
Observasi/eksperimentasi
2.
Filsafat
Manusia (rasio)
spekulatif
Logika/rasionalisasi
3.
Agama
tuhan
Absolut
Wahyu
Dengan demikian, ketiga institusi diatas memiliki hubungan, sesuai dengan pendekatan yang berbeda. Perbedaan pendekatan bukanlah serta merta menyimpulkan adanya pertentangan (kontradiksi). Melainkan hanya perbedaan (koniarari). Hal ini merupakan bukti adanya kekayaan wacana kebenaran yang demikian manusia. Jhon k. Roth dan frederick sontag. Mengabdikan perbedaan dan sekaligus hubungan diantara agama dengan filsafat[3].
4.      Titik persamaan
Baik ilmu, filsafat dan agama bertujuan sekurang kurangnya berusaha berurusan dengan hal yang sama, yaitu kebenaran.
Ilmu pengetahuan dengan metodenya sendiri mencari kebenaran tentang alam dan manusia.
Filsafat dengan wataknya sendiri yang menghampiri kebenaran, baik tentang alam maupuntentang manusia (yang belum atu tidak dapat dijawab oleh ilmu, ataupun tentang tuhan. Agama dengan karakteristiknya memberikan jawaban atas segala persoalan asasi yang dipertanyakan manusia ataupun tentang tuhan.
5.      Titik perbedaan
Baik ilmu maupun filsafat, keduanya merupakan hasil dari sumber yang sama yaitu ra’yu atau (akal, rasio) manusia. Sedangkan agama bersumberkan wahyu dari Allah SWT .
Ilmu pengetahuan mencari kebenaran dengan jalan penyelidikan (riset),  pengalaman (empiris), dan percobaan (eksperimen) sebagai batu ujian.
Filsafat menghampiri kebenaran dengan cara menualangkan (mengembarakan atau mengalanakan) akal budi secara radikal (mengakar) dan integral, serta universal (mengalam), tidak merasa terikat oleh ikatan apapun, kecuali oleh ikatan tangannya sendiri yang bernama logika. Manusia mencari dan menemukan kebenaran dengan dan dalam agama dengan jalan mempertanyakan ( mencari jawaban tentang) berbagai masalah asasi dari atau pada kitab suci, kodifikasi firman ilahi untuk manusia.
Kebenaran ilmu pengetahuan ialah kebenaran fositif (berlaku dengan sampai saat ini),  kebenaran filsafat adalah kebenaran sfekulatif (dugaan yang dapat dibuktikan secara empirik, riset dan eksperimental) baik kebenaran ilmu maupun filsafat, kedua-duanya nisbi (relatif).  Sedangakan kebenaran agama bersifat mutlak (absolute) karena agama adalah wahyu yang diturunkan oleh zat yang maha benar, maha mutlak, dan maha sempurna, yaitu Allah swt.
Baik ilmu maupun filsafat, kedua-duanya bermulai dengan sikap sangsi atau tidak percaya.

D.    Kesimpulan
agama dapat yaitu seperangkat aturan dan hukum-hukum normative yang mengatur dan menata kehidupan manusia dalam rangka mentaati aturan tuhan. Sebagai komplementer dari defenisi diatas, agama dapat di defenisikan sebagai aturan dan stipulasi yang diterima dalam ranah keyakinan dalam perilaku kehidupan manusia. Berdasarkan defenisi di atas, agama memiliki dua rukun asasi, (1) keyakinan terhadap tuhan (2) amal dan perbuatan sesuai dengan tuntutan keyakinan tersebut.
Ilmu merupakan pengetahuan yang kita gumuli sejak bangkusekolahdasar sampai pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi. Ilmu berarti kita berterus terang kepada diri kita sendiri apakah yang sebenarnya yang kita ketahui tentang ilmu ? apakah ciri-ciri yang membedakan ilmu dengan pengetahuan lainnya yang bukan ilmu? Mengapa kita mesti mempelajari ilmu?


DAFTAR PUSTAKA
Bakti, Hasan, Filsafat Umum , Jakarta: Gaya Media Pratama,2001.
Dradjat, Zakiyah, Islam Untuk Disiplin Ilmu filsafat , jakarta: Bulan Bintang, 1998.
Nottinghan, Agama dan Masyarakat , suatu Pengantar Sosiologi Agama, Jakarta: Raja Grafindo Persada 2002.
Saifuddin Endang, Ilmu Filsafat dan Agama, Surabaya: PT Bina Ilmu Opsett 1987.




[1]Endang Saifuddin, Ilmu Filsafat Dan Agama, (Surabaya: PT. Bina Ilmu Offset 1987), hlm 50
[2]Elizabeth, K. Nottinghan, Agama dan Masyarakat, Suatu Pengantar Sosiologi Agama, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002), hlm 3
[3]Hasan Bakti Nasution, filsafat Umum, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2001), hlm 27-31

📢 Bagikan Postingan Ini

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke teman atau media sosial Anda.

Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link

🤝 Butuh Bantuan atau Dokumen Lain?

Terima kasih telah berkunjung ke blog KhairalBlog21. Jika Anda membutuhkan makalah, format surat resmi, administrasi sekolah, atau dokumen lain yang belum tersedia di blog ini, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak. Kami juga menerima request untuk pembuatan dokumen sesuai kebutuhan Anda.

Jangan ragu untuk memberikan saran dan masukan agar blog ini bisa lebih bermanfaat untuk semua. Klik tombol di bawah ini untuk langsung menghubungi kami via WhatsApp:

Kami siap membantu menyediakan dokumen pendidikan dan administrasi sesuai kebutuhan Anda 📚✍️


No comments:

💬 Tinggalkan Komentar Anda

Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️

Featured Post

CONTOH DAN DONWLOAD SURAT LAMARAN SEBAGAI SPG

Bagi Anda yang ingin melamar pekerjaan sebagai Sales Promotion Girl (SPG) , tentunya diperlukan sebuah surat lamaran kerja yang baik dan b...