A. PENDAHULUAN
Islam menjadi tugas untuk menciptakan perdamaian di dunia ini dengan menegakkan persaudaraan semua agama di dunia, menghimpun kebenaran-kebenaran yang terdapat dalam agama-agama yang dulu, betulkan ajaran yang salah, mengganti yang palsu dengan yang benar, megajarkan kebajikan abadi yang dulu belum pernah diajarkan karena keadaan-keadaan khusus dari
tiap ras dan masyarakat dari tingkatan perkembangannya, dan akhirnya kengajarkan tuntunan-tuntunan moral dan spritual bagi kemajuan ummat manusia.
B. PENGERTIAN ISLAM
Islam dari segi bahasa berasal dari bahasa arab yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa, dan damai. adapun pengertian islam dari segi istilah menurut Harun Nasution adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad SAW.Dan pentingnya agama itu dinamakan islam karena menunjukkan hakikat dan esensi agama itu. Arti kata islam adalah masuk dalam perdamaian. Damai dengan Tuhan berarti tunduk dan patuh secara menyeluruh kepada kehendaknya dan damai dengan manusia tidak hanya berarti meninggalkan pekerjaan jelek dan menyakitkan orang lain tetapi juga berbuat baik kepada orang lain. Makna perdamaian diatas merupakan esensi dari agama Islam. Al-Qur’an menyatakan :
Artinya: (Tidak demikian), bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah sedangkan dia berbuat kebajikan maka baginya pahala disisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.S.Al-Baqarah: 112).
Dengan itu maka islam pada asasnya adalah agama perdamaian, dan ajarannya yang pokok adalah keesaan Tuhan dan seantara ummat manusia. Islam ingin menciptakan kehidupan dunia yang damai dan rukun diantara ummat manusia. Islam adalah agama yang mencakup semua ajaran agama-agama yang sebelumnya telah diturunkan kepada para nabi dan rasul. Jadi seorang muslim bukan hanya percaya kepada Nabi Muhammad, tetapi juga kepada nabi-nabi sebelumnya.
Dengan itu, Agama Islam adalah agama yang mencakup semua ajaran Agama yang diwahyukan oleh Allah di dunia ini, sebagaimana kitab suci Al-Qur’an merupakan himpunan dari semua kitab suci yang pernah diturunkan oleh Allah di dunia ini.
C. PERANAN ISLAM DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
1.Dimensi Baru dari Kedatangan Islam
Dengan kedatangan Islam agama memperoleh dimensinya yang baru. Pertama-tama agama itu tidak lagi harus di terima sebagai dogma, yang harus diterima apabila seorang igin selamat dari siksa selama-lamanya . Tetapi islam diterima sebagai agama yang didasarkan kepada pengalaman universal dari kemanusiaan.
Yang kedua, Ajaran Islam tidak hanya terbatas pada kehidupan setelah mati. Perhatian utamanya adalah bahkan untuk kehidupan dunia sekarang ini bahwa manusia dengan perantaraan perbuatan baik di dunia ini dapat memperoleh kesadaran tentang eksistensinya yang lebih tinggi
2. Agama dan Peradaban Umat Manusia
Sepintas lalu sejarah peradaban umat manusia, orang akan tahu bahwa agama merupakan kekuatan yang pokok dalam perkembangan umat manusia sekarang ini. Apa yang dikatakan baik dan mulia pada manusia itu memperoleh inspirasi dari Iman kepada Tuhan suatu kebenaran yang barangkali saja orang ateispun akan sulit menentangnya. Orang seperti Ibrahim, Musa, Isa, dan orang seperti Muhammad saw dalam gilirannya masing-masing dan dalam tingkatannya sendiri-sendiri telah mengubah sejarah umat manusia dan mengangkat mereka dari kerendahan yang serendah-rendahnya kepada ketinggian moral yang tidak pernah mereka bayangkan. Adalah dengan perantaraan Ajaran Nabi ini, atau Nabi itu, manusia sanggup melawan wataknya yang rendah dan memencangkan dihadapan cita-cita yang mulia dari sifat tidak mementingkan diri sendiri dan kemauan berbakti kepada umat manusia. Perkembangan moral dan etika manusia hingga dewasa ini, kalau di cari sebabnya adalah agama. Memeng kenyataannya peradaban umat manusia yang kita miliki dewasa ini apakah kita mau atau tidak adalah didasarkan pada Agama. Agama adalah yang menjadikan peradaban ini mungkin mencapai tingkatan seperti sekarang ini, yang berungkali dapat menyelamatkan umat manusia dari kehancuran. Bukan hanya kebudayaan ini dapatnya berlangsung adalah dasar moral dan bahwa moral yang mulia selalu mendapat inspirasi dari kepercayaan kepada Tuhan, tetapi persatuan dan keutuhan umat manusia yang tampa itu kebudayaan tidak dapat berdiri, adalah juga didorong oleh kekuatan Agama.
3. Agama Menyatukan Bangsa-Bangsa
Apabila persatuan itu merupakan dasar bagi kebudayaan umat manusia - tanpa persatuan , kebudayaan tidak akan timbul – maka tidak usah diragukan lagi bahwa Islam merupakan kekuatan yang menjadikan dunia ini beradab. Tiga belas abad yang lalu Islam-lah yang menyelamatkan dunia dari tenggelam dalam kebiadaban, dan bahwa Islam itu pulalah yang meletakkan dasar baru dan menegakkan kultur dan etika baru. Ide tentang kesatuan umat manusia keseluruhan – bukan kesatuan suatu bangsa – diperkenalkan oleh Islam di dunia ini, suatu ide yang begitu kuat yang menjadikan bangsa-bangsa dapat menjadi satu.
Islam tidak hanya menyatukan suku-suku yang berperang dari suatu negara, tetapi menegakkan persaudaraan semua bangsa yang di dunia ini, bahkan menyatukan orang-orang tidak mempunyai persamaan kecuali sama-sama manusia. Islam menghilangkan perbedaan warna, ras, bahasa, batas geografi , bahkan perbedaan kebudayaan. Hal ini disebabkan, jika Agama-agama lain berhasil hanya dalam menyatukan elemen-elemen yang berbeda-beda dari satu ras, Islam tlah berhasil menyatukan banyak banyak ras dan mengharminiskan berbagai macam elemen yang berbeda dari umat manusia.
Dengan itu Islam telah meletakkan dasar bagi persatuan umat manusia yang agama lain tidak pernah dapat melakukannya. Islam bukan hanya mengakui persamaan hak manusia, baik sipil maupun politik, tetapi juga hak-hak rohaniah. Sedangkan tugas Islam adalah hanya menyampaikan kebenaran.
4. Islam adalah Jalan Tegah
Islam patuh dipikirkan sedalam-dalamnya oleh pemikir-pemikir dunia, bukan hanya karena ia merupakan kekuatan rohani yang paling besar yang membawa peradaban, tetapi ia juga memberikan penyelesaian terhadap masalah-masalah yang menimpa dunia dewasa ini, Materialisme yang menjadi cita-cita dunia modern selamanya tidak akan membawa perdamaian dan saling memiliki kepercayaan di antara bangsa-bangsa didunia. Islam adalah satu-satunya kekuatan yang telah berhasil menghilangkan bencana yang ditimbulkan oleh perbedaan itu, dan dengan perantaraan Islam persoalan dunia modern itu dapat di selesaikan. Islam adalah agama antar Bangsa dan adalah dengan cita rasa internasional dari Islam itu maka ide tentang kesamaan ras dan umat manusia dapat menghilangkan malapetaka yang ditimbulkan oleh nasionalisme sempit yang bertanggung jawab terhadap kesulitan – kesulitan dunia lama dan dunia modern. Dengan memecahkan masalah-masalah itu, dan masih banyak lagi hal-hal lain yang menjadi teka-teki bagi manusia modern ini, maka Islam benar-benar membawa kebahagiaan bagi umat manusia ( Maulana Muhammad Ali, The Religion Of Islam).
5. Kerukunan Hidup Beragama
Bangsa Indonesia adalah hidup dalam ‘plural society’, masyarakat serba ganda-ganda kepercayaannya, kebudayaanya, agamanya dan sebagainya. Kita kini sedang membangun. Manusia Indonesia yang beragama ini di tuntut supaya rukun dalam kehidupan agama. Kericuhan dalam kehidupan agama merupakan halangan bagi pembangunan. Pembangunan mustahil dilaksanakan dalam masyarakat yang kacau,. Kerukunan dalam kehidupan agama dapat tercipta apabila tiap-tiap orang saling tenggang menenggang rasa dan lapang dada ( toleransi ).
D. SUMBER AJARAN ISLAM
Dikalangan Ulama terdapat kesepakatan bahwa sumber ajaran Islam yang utama adalah AL-Qur’an dan Sunnah. Didalam al-qur’an suratan-nisa ayat : 105.
Artinya: Sesungguhnya kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu dan janganlah kamu menjadi penantang ( orang yang tidak bersalah ) karena ( membela ) orang-orang yang berhianat.
E. PENGERTIAN MORAL
Perkataan “ Moral “ berasal dari bahasa Latin “mores” kata jama’ dari “mos” yang berarti: adat kebiasaan. Dalam bahasa Indonesia, moral diterjemahkan dengan arti susila. Yang dimaksud dengan moral ialah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan wajar. Jadi sesuai dengan ukuran-ukuran tindakan yang lebih umum diterima yang meliputi kesatuan sosial atau lingkungan tertentu. Dengan demikian jelaslah persamaan antara etika dan moral. Namun ada pula perbedaannya, yakni etika sering bersifat teori, sedangkan moral lebih banyak bersifat praktis.
Menurut pandangan ahli-ahli filsafat, etika memandang laku perbuatan manusia secara universal (umum), sedangkan moral secara lokal. Moral menyatakan ukuran, etika menjelaskan ukuran itu. Pengarang Abul A’la Maududi mengemukakan adanya moral Islam dalam bukunya : Ethical Viewpoint of Islam dan memberikan garis tegas antara moral sekuler dan moral Islam. Moral sekuler bersumber dari pikiran dan prasangka manusia yang beraneka ragam.
Sedangkan moral Islam bersandar kepada bimbingan dan petunjuk Allah dalam al-qur’an. Sedangkan Istilah- istilah lain dalam bahasa Indonesia , selain menerima perkataan akhlak, etika dan moral yang masing-masing berasal dari bahasa Arab, Yunani dan Latin, juga dipergunakan beberapa perkataan yang makna dan tujuannya sama atau hampir sama dengan perkataan akhlak, ialah: susila, kesusilaan, tata susila, budi pekerti, kesopanan, sopan – santun, adab, perangai, tingkah laku, perilaku dan kelakuan.
F. ISLAM DIPANDANG DARI SEGI MORALNYA
Berlomba-lomba berbuat kebaikan
1. Berdakwah ke jalan kebaikan
Sesungguhnya tujuan hidup yang paling mulia adalah bahwa manusia hendaknya selalu berbuat kebaikan, agar supaya meninggi sifat kemanusiaannya dan menyerupai malaikat serta berakhlak sesuai dengan sifat Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang kepada hamba-hambanya.
Allah SWT. Memerintahkan hambanya berbuat kebaikan dan berlomba-lomba mengamalkannya sebagaimana di firmannya:
Artinya : “Dan bagi tiap-tiap ummat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepada-Nya maka berlomba-lombalah (dalam berbuat) kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”. (Q.S Al-Baqarah : 148.)
2. Yang dimaksud dengan amal kebajikan
Amalan kebajikan yang diserukan oleh Allah adalah mencangkup semua amal kebaktian dan menjangkau amal shaleh diantaranya: taat kepada Allah, iklas dan niat ynag baik, berbuat baik kepada orang lain, menghubungi famili kerabat, kata-kata yang sopan dan yang baik dan sesmua perbuatan yang menganngkat derajat orang secara pribadi atau berjamaah.
Contoh-contohnya : menuntut ilmu dan menambah pengetahuan adalah termasuk amal kebajikan. Allah berfirman :
Artinya: “ Allah memberikan hikmah bagi siapa ynag dikehendakinya dan barang siapa yang diberi hikmah sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan dia menyadari yang sedemikian kecuali orang yang sempurna.” (Q.S Al-Baqarah : 269)
Bersabda Rasulullah Saw :
Artinya: “ Barang siapa dikehendakai kebajikan baginya oleh Allah, ia dipandaikan tentang pengetahuan Agama dan diilhami kebenarannya.”
Contohnya: Berbaik-baik, beramah tamah, berlemah lembut dalam pergaulan, dan bercakap-cakap dengan kata-kata yang baik, semuanya itu yanda-tanda bahwa Allah menghendakai kebajikan bagi ynag memilikinya.
Mencari nafkah dari hasil tangan sendiri adalah amal kebajikan. Demikian pual menolong orang lain adalah amala kebajikan.Amal atau perbuatan apapun yang bertujuan menegakkan kalimat Allah dan membela agamanya, adalah merupakan amal kebajikan yang paling utama. Bersabda Rasulullah Saw :
Artinya: “ Perjalanan di waktu pagi atau diwaktu sore dengan tujuabn berjihad fisabililillah adalah lebih baik dari dunia dan apa yang ada didalamnya.”
Atau seorang yang tinggal di ladangnya atas salah satu bukit atau disalah satu lembah, melakukan shalat, menunaikan zakat dan menyembah Tuhannya sampai tiba ajalnya, tiada hubungan dengan manusia melainkan didalam kebajikan.
3. Membiasakan Diri
Melaksanakan amal kebajikan dan berbudi pekerti yang luhur dan baik membutuhkan latihan agar membiasakan diri melakukannya dengan mudah. Dan sesungguhnya melatih anak dari masa kecil serta mendidiknya berbuat kebajiakn sejak usia mudanya akan menjadikan kebajikan itu suatu kebiasaan yang melekat pada dirinya yang tidak akan tergoyahkan. Agama islam memerinkan agar anak-anak dididik berakhlak baika sejak kecilnya dan dibisakan melaksanakan kewajiban-kewajiban
4.Bersegera Berbuat Kebajikan
Bersegeralah melakukan agama agar membudaya dan mewarnai sikap hidupnya untuk selama-lamanya. Kebajikan dan berlomba-lomba dal;am amal yang baik dihimbau oleh Islam agar waktu tidak terbuang , karena matahari tidak menuggu orang dan waktu berlalu dengan capatnya. Maka hendaklah manusia tidak menyia-nyiakan masa hidupn a tanpa diisi dengan amal shaleh dan perbuatn-perbuatan yang baik. Firman Allah SWT :
Artinya: “ Dia yang menjadikan mati dan hidup supaya ia menguji kamu diantara kamu sipaa yang lebih baik amal nya.” (Q.S Al-Mulk: 2).
5. Beberapa Gambaran dari Kehidupan Rasulullah dan Para Sahabatnya
Bahwasanya Rasulullah Saw. Adalah teladan utama bagi penyegaran amal kebajikan. Diriwayatkan oleh Abu Sirwa’ah yang berkata:” Pada suatu waktu aku bershalat Ashar di belakang Rasulullah di Kota Madinah. Aku lihat beliau setelah salam cepat-cepat berdiri melangkahi jama’ah menuju salah satu kamar istrinya para jama’ah yang ada ditempat merasa khawatir melihat tergesa-gesanya Rasulullah, kalau-kalau ada hal yang tidak diinginkan. Namun tidak seberapa lama beliau kembali ditempatnya sambil berkata:” Aku ingin barang sesuatau dirumah yang aku perintahkan segera dibagi-bagikannya sebelum aku terhalang melakukan itu demikian pula para sahabat rasulullah bertauladan kepadanya. Mereka berlomba-lomba maju ke medan jihad menginginkan mati sebagai syahid di jalan Allah .
6. Beristiqomah
Sesungguhnya Allah SWT. telah menentukan pedoman bagi manusia untuk digunakannya dalam hubungannya dengan Allah dan dengan sesama makhluknya pedoman itu mencakup dalam dua perkara:
a. Keimanan yang sehat dan i’tikad yang bulat dengan hal-hal yang ghaib, sesuai dengan apa yang terdapat dalam Al-qur’an tanpa meubah-ubah mena’wil atau memperumpamakan :
b. Mengikat diri dengan apa yang ada kitab Allah (Al-Qur’an) dan apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW. secara lahir dan bathin
Mengikuti dan menyesuaikan diri dengan pedoman itu secara tepat dan tuntas , itulah yang dikatakan “istiqamah” .
7. Pengaruh Istiqamah dalam Hidup Manusia
Istiqamah seyogiahnya menganggkat martabat manusia dan membawanya kepuncak kesempurnaan melindungi akal dan hatinya dari kerusakan dan menyelamatkan jiwanya dari kejatuhan dalam lumpur kebejatan moral.
8. Seruan Islam untuk Beristiqamah
Islam berseru kepada ummatnya agar beristiqamah, sebagaimana firman Allah dengan menjanjikan pahala-pahala yang mengikat hati sebagai berikut :
Artinya: “ Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka (beristiqamah) meneguhkan pendirian mereka , maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) : “ Jaganlah kamu merasatakut dan janganlah kamu merasa sedih; dan gembiralah mereka dengan (memperoleh) syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” Kamilah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; didalamnya kamu memperoleh pula didalamnya apa yang kamu minta, sebangai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun Lagi Maha Tidak Dusta Penyayang.” (Q.S.Fushilat : 30-31-32).
9. Menunaikan Amanat
Bersikap amanat ( jujur tulus hati ) adalah sesuatu sifat yang dibutuhkan oleh tiap orang dalam kehidupannya sehari-hari guna mencapai tujuannya dan memperoleh harapan yang dicita-citakan. demikian pula sesuatu umat atau bangsa tidak dapat menegakkan sendi-sendi hidupnya jika sikap beramanat tidak merata di dalam pergaulan sehari-hari diantara sesama anggotanya.
“ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” ( Q.S.An-Nisa : 58 )
10. Kata Benar – Tidak Dusta
Berkata benar, adalah suatu kebiasaan yang baik, suatu sifat yang luhur, tumpuan akhlak dan budi pekerti yang tinggi. Ia adalah tanpa kesempurnaan akal dan kemantapan watak. Sifat kebiasaan berkata benar, menjamin keamanan pergaulan hidup dan ketenteraman masyarakat. Ia mempererat hubungan serta mempertebal kepercayaan di antara sesama kawan sesama keluarga dan sesama warga masyarakat. Diakhirat kelak orang-orang yang selalu benar dalam kata-kata dan dalam perbuatan dan tidak mendustai dirinya dan mendustai Allah dengan ibadah yang kosong dari ikhlas dan keyakinan yang teguh. Mereka itulah akan tergolong oleh kebenaran dan perbuatan mereka itu. 11. Menepati Janji
Menepati janji kepada Allah atau janji kepada sesama manusia termasuk juga dalam kebiasaan berlaku benar. Allah Swt memerintahkan kita untuk menepati janji.
“ Hai orang – orang yang beriman, tunaikanlah janji-janji itu ? Yaitu janji prasetia hamba kepada Allah dan perjanjian yang dibuat oleh manusia dalam pergaula sesamanya. ( Q.S Al-Maidah : 1 ) 12. Larangan Berdusta
Agama islam menganggap kebiasaan berdusta adalah suatu kebiasaan yang buruk, bahkan menganggapnya sebagai salah satu sifat dan kebiasaan orang-orang kafir. Islam melarang para penganutnya berdusta dan mengancam pelakunya dengan siksaan yang pedih.
13. Ramah Tamah dan Sopan Santun
Agama Islam telah memberi pedoman dan petunjuk bagi umat manusia bagaimana mereka harus bergaul, bermu’amalah dan berhubungan satu dengan yang lain dalam suatu masyarakat dan dunia, dimana tiap pribadi merasa aman, tenang dan tentram, karna ia tahu bahwa ia dikeliligi oleh sesama manusia yang beradap, bertata krama tolong menolong, sayang menyayagi, cinta mencintai dan bukannyaoleh mahluk-mahluk yang liar dan luas yang hanya mencari kesempatan untuk menerkamnya.
Diantara petunjuk-petunjuk dan ajaran-ajaran yang diberikan oleh Islam itu ialah bahwa orang harus bersikap lemah-lembut, sopan –santun dalam pergaulannya dengan sesama manusia, tidak usah menggunakan kekerasan atau kekejaman dalam kata-kata walupun dalam tindak dan geraknya. 14. Mengerjakan sholat
Dari ( Q.S. Al- Ankabut ) menyatakan :
“ Sholat mencegah orang dari perbuatan jahat dan tidak baik “
G. PENUTUP
Islam dari segi bahasa berasal dari bahasa arab yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa, dan damai. adapun pengertian islam dari segi istilah menurut Harun Nasution adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Moral adalah
sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan wajar.
Islam Dipandang dari Segi Moralnya
Berlomba-lomba berbuat kebaikan
1. Berdakwah ke jalan kebaikan
2. Yang dimaksud dengan amal kebajikan
3. Membiasakan Diri
4. Bersegera Berbuat Kebajikan
5. Pengaruh Istiqamah dalam Hidup Manusia
6. Menunaikan Amanat
7. Kata Benar – Tidak Dusta
DAFTAR PUSTAKA
Abd. Hakim Atang & Jaih Mubarok. Metodologi Studi Islam, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2004.
Mukti Ali. A. Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam, Yogyakarta: Mizan, 1990.
Nasution Harun. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Jakarta: Universitas Indonesia ( UI.PRESS ), 1985.
Nata Abuddin. Metodologi Studi Islam, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2000.
Sabiq Sayid. Islam Dipandang dari Segi Rohani-Moral-Sosial, Jakarta: Rineka Cipta, 1994.
Ya’qub Hamzah. Etika Islam, Bandung: Diponegoro, 1996.
No comments:
💬 Tinggalkan Komentar Anda
Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️