MAKALAH ISTILAH-ISTILAH NI PARADATON

Baca Juga



     A.      Koum-sisolkot (kaum-kerabat)
Koum-sisolkot adalah yang berdomisili di kampung yang cukup jauh dari kampung tempat pelaksanaan upacara adat, yang telah ipataon (diundang) untuk datang menghadiri upacara adat (orja) tersebut, seringkali sudah datang lebih awal sebelum dilangsungkannya orja (upacara adat) tersebut. Untuk itu mereka menginap satu-dua malam di rumah saudara se-marga (kahanggi) mereka di kampung tersebut, dan ada kalanya mereka turut juga membantu persiapan pelaksanaan orja itu.

Pada hari 'H' pelaksanaan upacara adat (orja) yang biasanya berlangsung di pagi hari, penduduk kampung, kaum-kerabat, pemimpin dan tokoh masyarakat, serta para tamu undangan lainnya berdatangan secara beramai-ramai ke rumah tempat penyelenggaraan orja tersebut. Biasanya, umak-umak ('kaum ibu') datang dengan membawa satu 'muk' beras yang dimasukkan ke dalam wadah khusus untuk itu (baul-baul) sebagai tanda partisipasi untuk diberikan kepada 'tuan rumah' sebagai penyelenggara upacara adat (orja).

B.       Orja Siriaon (upacara adat  perkawinan)
Orja Siriaon dalam masyarakat Mandailing hingga kini masih berlangsung secara tradisional. Dalam hal ini, orang Mandailing menganut adat perkawinan manjujur, yang bersifat exogamy patriarchat, dimana setelah upacara adat perkawinan dilaksanakan, maka 'pengantin wanita' meninggalkan klannya dan masuk ke klan (marga) suaminya dan suaminya menjadi kepala keluarga dan anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan itu akan mengikuti klan (marga) dari ayahnyanya. Idealnya perkawinan dalam masyarakat Mandailing secara adat-istiadat adalah  antara anak namboru dengan boru tulang-nya.8 Penerapan adat manjujur dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan dari pihak keluarga wanita atas hilangnya seorang anggota keluarga mereka yang telah masuk menjadi anggota keluarga suami. Adapun 'materi' (benda) yang akan diberikan sebagai jujur adalah berupa seresebagai 'mas kawin' (tuor) dan istilah menyerahkan jujur ini disebut manulak sere yang berarti untuk masa sekarang sebagai bantuan untuk melengkapi keperluan pihak gadis untuk barang bawaannya (seperti untuk membeli kasur, pakaian, dan lainnya) ataupun untuk tambahan biaya penyelenggaraan upacara adat perkawinan (orja). Dalam proses manulak sere ini pihak calon mempelai pria diwajibkan membawa batang boban (mahar) yang besarnya telah disepakati sebelumnya ke rumah calon mempelai wanita.
Ketika duduk berdua di pelaminan, kedua mempelai (namora pule) mengenakan 'pakaian adat' seperti ampu sebagai 'topi' pengantin pria, serta bulang untuk pengantin wanita pada bagian kepala dan gajah meong dikalungkannya. Dalam perkawinan keturunan bangsawan (namora-mora), setelah kedua mempelai menjalani prosesi mangupa-upa dan manabalkan goar harajaon (khusus bagi pengantin pria), lalu keduanya manortor diiringi ensambel musik gondang dua (gondang topap). 
Di samping itu, manortor pula raja panusunan bulung bersama namora natoras, raja-raja tording balok, mora (dan mora ni mora) yang di-ayapi (isembar) oleh anak boru (pisang raut), suhut berama kahanggidan naposo nauli bulung; sementara itu ensambel musik gordang sambilan dibunyikan di sopo godang ('balai sidang adat') dengan memainkan sejumlah repertoar, dan 'bendera-bendera adat' pun berkibar-kibar di halaman bagas godang ('istana raja'). 
Kemuanya itu membuat semarak suasana upacara adat perkawinan (orja siriaon) tersebut, yang ada kalanya berlangsung meriah selama tujuh hari tujuh malam berturut-turut. Di siang hari setelah sholat zuhur, semua orang yang menghadiri upacara adat (orja) itu makan bersama di rumah-rumah penduduk huta yang diladeni oleh naposo nauli bulung.
C.       Orja Siluluton (upacara adat kematian)
Orja Siluluton dalam masyarakat Mandailng hingga kini juga masih berlangsung secara tradisional yang disebut mambulungi. Menurut adat Mandailing, seorang yang pada waktu perkawinannya dilaksanakan dengan upacara adat perkawinan (orja), maka pada saat meninggalnya juga harus dilakukan dengan upacara adat kematian, terutama bagi namora-mora (kaum bangsawan). Seorang anak keturunan raja di Mandailing, apabila ayahnya meninggal dunia maka diwajibkan untuk melaksanakan upacara adat mambulungi. Apabila upacara adat mambulungi tersebut belum terlaksana (disebut mandali), maka bagi turunan (keluarganya) akan tetap menjadi utang adat (kewajiban) selamanya. Sebagai konsekwensinya, apabila belum terlaksana juga, maka jika ada keturunannya yang akan menikah, tidak diperbolehkan mengadakan upacara adat perkawinanan (orja siriaon
Upacara adat mambulungi dilaksanakan pada saat penguburan atau dapat dilaksanakan pada waktu yang akan ditentukan kemudian sesuai dengan kesempatan dan kemampuan keturunan (keluarganya) tersebut. Jika dalam orja siriaon, 'bendera-bendera adat' yang dipasang di halaman bagas godang (istan raja) menghadap keluar, maka sebaliknya pada orja siluluton, 'bendera-bendera adat' itu dibalik menghadap ke rumah sebagai pertanda berkabung. Sewaktu raja yang wafat akan dimakamkan dibawa dengan memakai tandu khusus bernama roto, dan kepergiannya itu dibunyikan pula ensemble musik adat gordang lima dengan memainkan repertoar khusus pula yaitu gondang roto.  
D.      Orja Siulaon (upacara adat 'berkarya')
Orja Siulaon adalah suatu upacara adat yang dilaksanakan untuk memulai suatu aktivitas (berkarya) secara bersama-sama dalam menyelesaikan suatu perkerjaan tertentu, seperti mendirikan rumah baru, mendirikan perkampungan baru (mamungka huta), membuka areal persawahan baru, dan sebagainya. Boleh dikatakan bahwa orja Siulaon ini merupakan 'kearifan-kearifan lokal' (local genius) yang membuat kebudayaan 'kelompok etnik' itu memiliki 'akar' (root) yang esensial dan karena itu setiap kebudayaan kelompok etnik tersebut seringkali berfungsi sebagai sumber atau acuan bagi kreativitas baru (inovasi). Kearifan lokal Mandailing yang dapat dilihat dengan mata (tangible) hingga kini antara lain seperti seni pertunjukan godang sambilandan tortor, rumah adat bagas godang dan sopo godang, serta yang lain-lainnya.
E.       Marga dan Tarombo
Marga adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah (patrilineal) Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garis keturunan selalu dihubungkan dengan anak laki laki. Seorang Batak merasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak laki laki yang meneruskan marganya. Sesama satu marga dilarang saling mengawini, dan sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu. Menurut buku "Leluhur Marga Marga Batak", jumlah seluruh Marga Batak sebanyak 416, termasuk marga suku Nias.
Tarombo adalah silsilah, asal usul menurut garis keturunan ayah. Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga. Bila orang Batak berkenalan pertama kali, biasanya mereka saling tanya Marga dan Tarombo. Hal tersebut dilakukan untuk saling mengetahui apakah mereka saling "mardongan sabutuha" (semarga) dengan panggilan "ampara" atau "marhula- hula" dengan panggilan "lae/tulang". dengan tarombo, seseorang mengetahui apakah ia harus memanggil "namboru" (adik perempuan ayah/bibi), "amangboru/ makela",(suami dari adik ayah/om) "bapatua/ amanganggi/ amanguda" (abang/adik ayah), "ito/boto" (kakak/ adik), pariban atau boru tulang (putri dari saudara laki laki ibu) yang dapat kita jadikan istri.

📢 Bagikan Postingan Ini

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke teman atau media sosial Anda.

Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link

🤝 Butuh Bantuan atau Dokumen Lain?

Terima kasih telah berkunjung ke blog KhairalBlog21. Jika Anda membutuhkan makalah, format surat resmi, administrasi sekolah, atau dokumen lain yang belum tersedia di blog ini, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak. Kami juga menerima request untuk pembuatan dokumen sesuai kebutuhan Anda.

Jangan ragu untuk memberikan saran dan masukan agar blog ini bisa lebih bermanfaat untuk semua. Klik tombol di bawah ini untuk langsung menghubungi kami via WhatsApp:

Kami siap membantu menyediakan dokumen pendidikan dan administrasi sesuai kebutuhan Anda 📚✍️


No comments:

💬 Tinggalkan Komentar Anda

Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️

Featured Post

CONTOH DAN DONWLOAD SURAT LAMARAN SEBAGAI SPG

Bagi Anda yang ingin melamar pekerjaan sebagai Sales Promotion Girl (SPG) , tentunya diperlukan sebuah surat lamaran kerja yang baik dan b...