BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap usaha yang dijalankan, tentunya akan memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif dan negatif ini akan dapat dirasakan oleh berbagai pihak, baik bagi pengusaha itu sendiri, pemerintah, ataupun masyarakat luas. Dalam aspek ekonomi dan sosial dampak positif yang diberikan dengan adanya investasi lebih ditekankan kepada masyarakat khususnya dan pemerintahan pada umumnya.
Oleh karena itu, kami akan membahas makalah yang berjudul tentang Aspek Ekonomi dan Sosial dilengkapi dengan dampak yang timbul dan juga peningkatan pendapatan nasional untuk menambah wawasan kita dalam memperkuat ilmu pengetahuan yang kita miliki.
Dalam aspek ekonomi dansosial ini akan dibahas secara terperinci sehingga kita semua memahami apa saja yang perlu diperhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dapat diketahui, yaitu:
1. Apa Pengertian Aspek Ekonomi dan Aspek Sosial ?
2. Apa saja Dampak yang Timbul ?
3. Bagaimana Menghitung Pendapatan Nasional ?
C. Tujuan
Tujuan pembahasan ini adalah agar dapat mengetahui apa pengertian dari aspek ekonomi dan aspek sosial serta dampak yang dapat timbul dan juga dapat mengetahui bagaimana metode penghitungan pendapatan nasional.
BAB II
PEMBAHASAN
Aspek Ekonomi dan Sosial
A. Pengertian Aspek Ekonomi dan Sosial
Aspek ekonomi dan sosial merupakan pengaruh apa yang akan terjadi dengan adanya perusahaan, khususnya dibidang perekonomian masyarakat tempatan dan bidang sosial kemasyarakatan. Setiap usaha yang dijalankan akan memberikan dampak positif dan negatif bagi berbagai pihak.
Bagi masyarakat adanya investasi ditinjau dari aspek ekonomi memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan, sedangkan bagi pemerintah akan memberikan pemasukan berupa pendapatan baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Dalam aspek ekonomi dan sosial perlu ditelaah apakah keberadaan suatu proyek atau usaha akan memberikan manfaat secara ekonomi dan sosial kepada berbagai pihak atau sebaliknya. Islam menganjurkan setiap kebaikan yang kita lakukan termasuk proyek bisnis yang kita jalankan dapat memberikan manfaat bagi orang lain atau masyarakat. Seperti dalam firmannya:
tbqãZÏB÷sßJø9$#ur àM»oYÏB÷sßJø9$#ur öNßgàÒ÷èt/ âä!$uÏ9÷rr& <Ù÷èt/ 4 crâßDù't Å$rã÷èyJø9$$Î/ tböqyg÷Ztur Ç`tã Ìs3ZßJø9$# cqßJÉ)ãur no4qn=¢Á9$# cqè?÷sãur no4qx.¨9$# cqãèÏÜãur ©!$# ÿ¼ã&s!qßuur 4 y7Í´¯»s9'ré& ãNßgçHxq÷zy ª!$# 3 ¨bÎ) ©!$# îÍtã ÒOÅ3ym ÇÐÊÈ
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Surat At-Taubah:71). Begitulah seharusnya bisnis yang kita jalankan dapat mendatangkan manfaat bagi manusia dan tidak melakukan perusakan terhadap lingkungan di sekitarnya bahkan kita ikut melakukan perbaikan-perbaikan hidup masyarakat di sekitar lokasi proyek bisnis yang kita jalankan. Untuk melihat apakah keberadaan suatu proyek atau usaha akan memberikan manfaat, maka akan dilihat secara detail dari aspek ekonomi dan aspek sosial.
1. Aspek ekonomi
a. Sisi Rencana Pembangunan Nasional
Analisis manfaat proyek ditinjau dari sisi ini dimaksudkan agar proyek dapat:
1) Memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat,
2) Menggunakan sumber daya lokal,
3) Menghasilkan dan menghemat devisa,
4) Menumbuhkan industri lain,
5) Turut menyediakan kebutuhan konsumen dalam negeri sesuai dengan kemampuan, dan
6) Menambah pendapatan nasional
b. Sisi Distribusi Nilai Tambah
Yaitu agar proyek yang akan dibangun memiliki nilai tambah. Nilai tambah hendaknya dapat dihitung secara kuantitatif. Dalam penghitungan tersebut, agar lebih mudah dapat diasumsikan bahwa proyek berproduksi dengan kapasitas normal. Setelah nilai tambah tersebut diketahui besarnya, maka nilai ini selanjutnya dapat didistribusikan.
Proyek bisnis yang direncanakan harus mempunyai nilai tambah. Nilai tambah ini hendaknya dapat dihitung secara kuantitatif. Dalam perhitungan tersebut, agar lebih mudah dapat diasumsikan bahwa bisnis berproduksi dengan kapasitas normal. Setelah nilai tambah diketahui besarnya, nilai ini selanjutnya dapat didistribusikan. Contoh:
Penerimaan penjualan (100%) Rp 500.000.000
Biaya-biaya (40%) RP 200.000.000
Nilai tambah kotor (60%) Rp 300.000.000
Biaya depresiasi dan amortasi (10%) Rp 50.000.000
Nilai tambah bersih (50%) Rp 250.000.000
Dari perhitungan di atas, nilai tambah bersih RP 250.000.000. Nilai tambah ini selanjutnya didistribusikan kepada pihak-pihak tertentu dengan nilai persentase tertentu pula, milalnya.
Pihak-pihak yang menerima nilai tambah persentase Nilai
· Pajak-pajak bagi pemerintah 15% RP 37.500.000
· Gaji dan upah pegawai 35% Rp 87.500.000
· Deviden bai pemegang saham 30% Rp 75.000.000
· Kreditor/bank2 20% Rp 50.000.000
Jumlah 100% Rp 250.000.000
Dengan adanya nilai tambah, maka bisnis yang dijalankan perusahaan meningkatkan kesejahteraan berbagai pihak.
c. Sisi Nilai Investasi Per Tenaga Kerja
Penilaian berikutnya adalah bahwa proyek mampu meningkatkan kesempatan kerja. Salah satu cara mengukur proyek padat modal atau padat karya adalah dengan membagi jumlah investasi (modal tetap + modal kerja) dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat sehingga didapat per tenaga kerja. Untuk proyek perluasan, perhitungan nilai investasi merupakan jumlah investasi sebelum dan sesudah investasi. Sayangnya, modal ini berpatokan pada nilai rupiah tertentu, misalnya proyek bisnis dengan nilai lebih besar dari X rupiah adalah padat modal, dan selain itu adalah padat karya.
d. Hambatan di Bidang Ekonomi
Pelaksanaan pembangunan ekonomi terus dilaksanakan dalam rangka menaikkan atau paling tidak mempertahankan pendapatan yang telah dicapai. Bagi Indonesia, masih banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi, sehingga tidaklah mudah untuk melakukan dan melaksanakan pembangunan ekonomi, yang juga akan berdampak pada aspek sosial. Beberapa penghambat pembangunan itu antara lain seperti tertera di bawah ini:
1) Iklim Tropis
Iklim tropis menyebabkan terjadinya lingkungan kerja yang panas dan lembab sehingga menurunkan usaha atau gairah kerja manusia, banyak muncul penyakit, serta membuat pertanian kurang menguntungkan.
2) Produktivitas Rendah
Produktivitas rendah ini disebabkan oleh kualitas manusia dan sumber alam yang relatif kurang menguntungkan
3) Kapital Sedikit
Disebabkan oleh rendahnya produktivitas tenaga kerja yang berakibat kepada rendahnya pendapatan Negara, sehingga tabungan sebagai sumber kapital juga rendah.
4) Nilai perdagangan luar negeri
Ini disebabkan Negara miskin mengandalkan ekspor bahan mentah yang mempunyai elastisitas permintaan atas perubahan harga yang inelastis.
5) Besarnya pengangguran
Ini disebabkan karena banyaknya tenaga kerja yang pindah dari desa ke kota dan kota tidak mampu menampung tenaga mereka karena kurangnya faktor produksi lain untuk mengimbanginya sehingga terjadilah pengangguran itu.
6) Besarnya ketimpangan distribusi pendapatan
Misalnya keuntungan lebih banyak dimiliki oleh sebagian kecil golongan tertentu saja.
7) Tekanan penduduk yang erat
Hal ini disebabkan karena antara lain naiknya rata-rata umur manusia dibarengi dengan masih besarnya persentase kenaikan jumlah penduduk yang makin lama makin membebani sumber daya lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.
8) Penggunaan tanah yang produktivitas rendah
Hal ini disebabkan karena sektor pertanian menjadi mata pencaharian utama, di samping itu juga, kualitas alat-alat produksi, pupuk, teknik pengolahan tanah juga masih kelatif rendah.
e. Dukungan Pemerintah
Pemerintah mempunyai kepentingan agar perdagangan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di dalam negara akan menghasilkan devisa bagi negara. Salah satu bentuk dukungan itu adalah melakukan proteksi perdagangan. Proteksi perdagangan merupakan seluruh intensif perdagangan baik berupa proteksi maupun bantuan (subsidi). Oleh karena itu, produksi perdagangan lebih tepat disebut sebagai intensif perdagangan.
2. Aspek Sosial
Tujuan utama perusahaan adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Namun demikan, perusahaan tidak dapat hidup sendirian. Perusahaan hidup bersama-sama dengan komponen lain dalam satu tatanan kehidupan yang pluralistis dan kompleks, walau hendaknya selalu berada dalam keseimbangan. Salah satu komponen yang dimaksud adalah lembaga sosial, sehingga dalam rangka keseimbangan tadi, hendaknya perusahaan memiliki tanggung jawab sosial.
a. Perubahan sebagai lembaga sosial
Sebuah perusahaan memiliki tugas dan melaksanakan bermacam-macam kegiatan dalam waktu yang bersamaan. Misalnya perusahaan manufaktur, selain membeli bahan baku, mengolahnya menjadi barang jadi, kemudian mendistribusikannya ke pasar, juga melakukan kegiatan-kegiatan seperti penelitian, penyediaan lapangan pekerjaan baru, dan sebagainya.
b. Perubahan kondisi sosial yang kompleks
Pemecatan karyawan karena berbagai alasan, seperti misalnya karena karyawan mabuk-mabukan atau karena perusahaan mengalami kemerosotan keuangan, merupakan hal yang biasa pada masa lalu. Kini, tindakan seperti itu hanya akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan dalam sistem sosial yang kompleks dalam perusahaan. Hal ini, diantaranya disebabkan oleh makin baiknya peraturan-peraturan pemerintah, meningkatnya kualitas SDM, kemajuan dibidang teknologi dan ilmu pengetahuan, perkembangan pasar yang sudah harus dilayani oleh banyak perusahaan dan adanya sistem sosial yang bersifat pluralistik, dimana tugas-tugas sosial mulai didatangi oleh lembaga-lembaga yang besar.
c. Perusahaan dalam masyarakat yang pluralistik
Masyarakat pluralistik adalah sebuah kehidupan berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan dalam mendapatkan harapan-harapan ekonomi dan sosial. Dalam sistem sosial yang kompleks sekarang ini, kelompok-kelompok masyarakat yang terlibat di dalamnya sudah banyak sehingga hubungan antara yang satu dengan yang lain menjadi kompleks. Masing-masing kelompok berusaha mengembangkan diri supaya fungsi sistem itu efektif. Berkaitan dengan hal di atas, hendaknya bisnis memiliki manfaat-manfaat sosial yang hendaknya diterima oleh masyarakat, seperti:
1) Membuka lapangan kerja baru,
2) Melaksanakan alih teknologi,
3) Meningkatkan mutu hidup, dan
4) Pengaruh positif.
B. Dampak yang Timbul
Secara garis besar dampak dari aspek ekonomi dengan adanya suatu usaha atau investasi, misalanya pendirian suatu pabrik, antara lain:
1. Dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui:
a. Peningkatan tingkat pendapatan keluarga. Dengan adanya suatu investasi akan memberikan peningkatan kepada masyarakat, teritama bagi mereka yang dapat diterima bekerja di lokssi pabrik maupun mereka yang bekerja di luar lokasi pabrik dengan cara berdagang atau lainnya.
b. Perubahan pola nafkah. Di beberapa wilayah kehadiran pabrik atau suatu usaha akan mengubah pola hidup masyarakat. Misalnya, semula masyarakat hidup dari pertanian, dengan kahadiran pabrik banyak yang beralih profesi menjadi karyawan pabrik.
c. Adanya pola nafkah ganda. Bagi masyarakat di sekitar lokasi usaha di samping tetap mempertahankan pekerjaan semula seperti bertani, mereka juga bekerja sebagai karyawan, sehingga memperoleh penghasilan ganda.
d. Tersedianya jumlah dan ragam produk barang dan jasa di masyarakat, sehingga masyarakat punya banyak pilihan untuk produk yang diinginkan. Banyaknya ragam produk dan jasa pada akhirnya akan meningkatkan persaingan, sehingga para produsen berusaha untuk meningkatkan kemasan, harga, mutu produk, dan jasa, sehingga hal ini juga akan berpengaruh terhadap harga jual di pasaran.
e. Membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekaligus mengurangi pengangguran, karena setiap proyek/usaha baru yang didirikan pasti akan membutuhkan tenaga kerja tambahan dan hal ini tentu saja akan membuka peluang bagi tenaga kerja yang belum mendapatkan pekerjaan atau masih menganggur.
f. Tersedianya sarana dan prasarana dengan dibukanya suatu proyek atau usaha dapat pula memberikan fasilitas bagi masyarakat luas maupun pemerintah seperti dibangunnya jalan raya, listrik, telepon, sekolah, rumah ibadah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan sarana hiburan.
2. Menggali, mengatur, dan menggunakan ekonomi sumber daya alam melalui:
a. Pemilikan dan penguasaan sumber daya alam yang teratur, artinya kepemilikan diatur berdasarkan luas lahan, jangan sampai masyarakat kehilangan kesempatan. Demikian pula dengan penguasaan sumber daya alam juga diatur sedemikian rupa.
b. Penggunaan lahan yang efisien dan efektif, penggunaan lahan yang benar-benar memberikan manfaat kepada berbagai pihak.
c. Peningkatan nilai tambah sumber daya alam.
d. Peningkatan sumber daya alam lainnya yang belum terjamah, terutama untuk wilayah-wilayah yang masih terisolasi.
3. Meningkatkan perekonomian pemerintah baik lokal maupun regional melalui:
a. Menambah peluang dan kesempatan kerja dan berusaha bagi masyarakat.
b. Memberikan nilai tambah proses manufaktur.
c. Menambah jenis dan jumlah aktivitas ekonomi nonformal di masyarakat.
d. Pemerataan pendistribusian pendapatan.
e. Menimbulkan efek ganda ekonomi.
f. Peningktan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
g. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
h. Menambah pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di daerah tertentu.
i. Menyediakan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan masyarakat.
j. Menghemat devisa apabila produk dan jasa yang dihasilkan dapat mengurangi pemakaian impor barang dan jasa dari luar negeri.
k. Memperoleh pendapatan berupa pajak dari sumber-sumber yang dikelola oleh perusahaan, baik dari pendapatan penjualan maupun dari pajak lainnya. Meningkatkan devisa Negara, jika produk atau jasa yang di produksi dibuat untuk di ekspor, baik untuk bahan baku maupun bahan jadi.
4. Pengembangan wilayah
a. Meningkatkan pemerataan. pembangunan (dengan prioritas pembangunan di daerah tertentu).
b. Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, di mana setiap adanya proyek baru biasanya berdatangan tenaga kerja dari berbagai wilayah.
c. Terbuka lingkungan pergaulan dengan adanya pembukaan suatu wilayah, tentu akan mengundang pendatang dari daerah lain, sehingga dengan demikian dapatlah terbina lingkungan pergaulan antar berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia.
d. Membuka isolasi wilayah dan cakrawala bagi penduduk. Daerah yang tadinya terpencil akan menjadi terbuka, begitu pula penduduk di sekitarnya menjadi lebih mengenal lingkungan sekitarnya sehingga membuka cakrawalanya.
Sedangkan dampak sosial dengan adanya suatu proyek atau investasi antara lain meliputi:
1. Adanya perubahan demografi melalui terjadinya:
a. Perubahan struktur penduduk menurut kelompok umur, kelamin, mata pencaharian, pendidikan, dan agama.
b. Perubahan tingkat kepadatan penduduk.
c. Pertumbuhan penduduk, tingkat kelahiran, tingkat kematian bayi, dan pola migrasi.
d. Perubahan komposisi tenaga kerja naik tingkat partisipasi angkatan kerja maupun tingkat pengangguaran.
2. Perubahan budaya yang meliputi terjadinya:
a. Kemungkinan perubahan kebudayaan melalui perubahan adat istiadat, nilai, dan norma budaya setempat.
b. Perubahan warisan budaya seperti perusakan situs purbakala maupun cagar budaya.
c. Perubahan pelapisan sosial berdasarkan pendidikan, ekonomi, pekerjaan, dan kekuasaan.
d. Kemungkinan terjadinya tingkat kriminalitas dan konflik antar warga asli dengan pendatang.
e. Perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan.
3. Perubahan kesehatan masyarakat meliputi terjadinya:
a. Perubahan parameter lingkungan yang diperkirakan terkena dampak rencana pembangunan dan berpengaruh terhadap kesehatan.
b. Perubahan proses dan potensi terjadinya pencemaran.
c. Perubahan potensi besarnya dampak timbulnya penyakit, seperti angka peningkatan kesakitan dan angka kematian.
d. Perubahan karakteristik spesifik penduduk yang berisiko terjadi penyakit.
e. Perubahan sumber daya kesehatan masyarakat.
f. Perubahan status gizi masyarakat
Dapat disimpulkan bahwa dalam aspek ekonomi komponen yang penting untuk ditelaah di antaranya:
1. Ekonomi rumah tangga (tingkat pendapatan, pola nafkah, dan pola nafkah ganda)
2. Ekonomi sumber daya alam (pola pemilikan dan penguasaan sumber daya alam, pola penggunaan lahan, nilai tanah sumber daya alam, dan sumber daya alam lainnya).
3. Perekonomian lokal dan regional (kesempatan kerja dan berusaha, memberikan nilai tambah dan proses manufaktur, jenis dan jumlah aktivitas ekonomi non formal, distribusi pendapatan, fasilitas umum dan fasilitas sosial, aksesibilitas wilayah).
4. Pengembangan wilayah
.
Sedangkan komponen sosial yang penting untuk ditelaah diantaranya meliputi:
1. Komponen Demografi
a. Struktur penduduk.
b. Tingkat kepadatan penduduk.
c. Pertumbuhan penduduk dan tenaga kerja.
2. Komponen Budaya
a. Kebudayaan (adat istiadat, nilai dan norma budaya)
b. Proses sosial.
c. Warisan budaya (situs purbakala, cagar budaya).
d. Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha atau kegiatan.
3. Kesehatan Masyarakat
a. Parameter lingkungan yang diperkirakan terkena dampak rencana pembangunan dan berpengaruh terhadap kesehatan.
b. Proses dan potensi terjadinya pencemaran.
c. Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit (angka kesakitan dan angka kematian).
d. Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit.
C. Peningkatan Pendapatan Nasional
Ditinjau dari aspek ekonomi salah satu kelayakan usaha atau dapat dilihat dari kemampuan investasi tersebut dalam meningkatkan pendapatan nasional atau daerah melalui peningkatan PDB dan PAD. Artinya,dengan adanya investasi akan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan secara nasional dan pendapatan daerah dimana investasi tersebut dilakukan.
Untuk menghitung Pendapatan Nasional dapat dilakukan melalui 3 pendekatan, yaitu:
1. Pendekatan produksi (production approach).
2. Pendekatan pengeluaran (expenditure approach).
3. Pendekatan pendapatan (income approach).
Yang dimaksud dengan pendekatan nasional dengan pendekatan produksi adalah nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun tertentu. Pada umumnya lapangan usah (sector ekonomi) untuk menghitung pendapatan nasional ada 11 sektor, yaitu:
1. Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan.
2. Pertambangan dan penggalian.
3. Industri pengolahan.
4. Listrik, jasa, dan air minum.
5. Bangunan.
6. Perdagangan, hotel, dan restoran.
7. Pengangkutan dan komunikasi.
8. Bank dan lembaga keuangan lainnya.
9. Sewa rumah.
10. Pemerintah dan pertahanan.
Kemudian yang dimaksud dengan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran adalah pendapatan nasional yang dihitung dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh berbagai golongan masyarakat dalam perekonomian. Pengeluaran-pengeluaran yang dimaksud adalah:
1. Pengeluaran konsumsi rumah tangga.
2. Pengeluaran konsumsi dan investasi pemerintah.
3. Pengeluaran pengusaha untuk investasi.
4. Ekspor impor.
Selanjutnya yang dimaksud dengan pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan adalah pendapatan nasional yang dihitung dengan menjumlahkan balasan jasa yang diterima oleh faktor produksi. Jenis-jenis pendapatan yang diterima, yaitu:
1. Gaji dan upah.
2. Sewa, bunga, dan pendapatan lainnya.
3. Pajak tidak langsung.
4. Penyusutan.
Dalam praktiknya, pendapatan nasional di negara maju biasanya menggunakan pendekatan pengeluaran dan pendapatan. Sedangkan di negara yang sedang berkembang menggunakan pendekatan produksi dan pengeluaran. Metode atau pendekatan mana yang digunakan tergantung pada mudah tidaknya memperoleh data di lapangan dan tingkat validitas data tersebut.
Dengan metode perhitungan seperti yang telah dikemukakan, maka kegiatan proyek atau investasi yang dilaksanakan dapat diketahui sumbangan atau perannya dalam pendapatan nasional, seperti meningkatnya produksi/output di berbagai sektor, dimana investasi tersebut ditanam pada khususnya dan sektor lain pada umumnya.
Dari segi pendapatan, dengan adanya investasi tersebut dapat dihitung seberapa besar peningkatan pendapatan yang diterima oleh berbagai golongan masyarakat. Begitu juga disisi pengeluaran yang dilakukan oleh berbagai golongan masyarakat dalam mendongkrak kegiatan pereokonomian lainnya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kajian aspek ekonomi dan sosial menekankan kajian pada azas manfaat keberadaan proyek bisnis terhadap masyarakat terutama masyarakat di sekitar proyek maupun secara makro yang dapat meningkatkan pendapatan nasional.
Diharapkan dengan adanya proyek bisnis nantinya mampu meningkatkan kondisi perekonomian masyarakat terutama masyarakat sekitar proyek dan tidak memberikan dampak sosial yang bersifat negatif. Dengan kata lain keberadaan proyek bisnis nantinya akan lebih banyak memberikan manfaat dari pada mudharadnya. Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu memberikan kemanfaatan bagi setiap usaha yang kita jalankan, terutama kemanfaatan bagi masyarakat sekitar lokasi proyek bisnis.
B. SARAN
Semoga makalah ini bermanfaat dan berguna bagi yang membacanya,apabila terdapat kesalahan dalam pembuatan makalah ini terlebih dahulu kami memohon maaf dan kami juga membutuhkan kritik dan saran agar ke depannya bisa lebih baik lagi.
No comments:
💬 Tinggalkan Komentar Anda
Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️