MAKALAH KUMPULAN HADIST TENTANG TA’AT KEPADA PEMIMPIN

Baca Juga


KATA KUNCI (وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ)

Hadist Imam ad-Darimi No: 221
أَخْبَرَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ { أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ } قَالَ أُولُو الْعِلْمِ وَالْفِقْهِ وَطَاعَةُ الرَّسُولِ اتِّبَاعُ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
(DARIMI - 221) : Telah mengabarkan kepada kami Ya'la telah menceritakan kepada kami Abdul Malik dari 'Atha`: "`ATHII'ULLAHA WA `ATHII'UR RASUULA WA `ULIL `AMRI MINKUM"
(Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul shallallahu 'alaihi wasallam serta taatlah kepada pemimpin diantara kalian) ia berkata: '(Ulul `amri yaitu) yang mempunyai ilmu dan fikih, dan yang dimaksud taat kepada Rasul adalah mengikuti Al Qur`an dan sunnah' ".[1]

Hadits  penguat: Muslim No 3416
أَخْبَرَنِيهِ يَعْلَى بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَهَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَا حَدَّثَنَا حَجَّاحُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍنَزَلَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ } فِي عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُذَافَةَ بْنِ قَيْسِ بْنِ عَدِيٍّ السَّهْمِيِّ بَعَثَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَرِيَّةٍ أَخْبَرَنِيهِ يَعْلَى بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
(MUSLIM - 3416) : Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Harun bin Abdullah keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Muhahammad dia berkata; Ibnu Juraij berkata (Ayat): '(Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu …) ' (Qs. An Nisaa': 59), turun berkenaan dengan Abdullah bin Hudzafah bin Qais bin 'Adiy As Sahmiy, ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutusnya dalam sebuah ekspedisi militer." Ya'la bin Muslim memberitahukan hadits ini kepadaku, dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas."[2]

Hadits penguat Abu Daud  No: 2255
حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ } فِي عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسِ بْنِ عَدِيٍّ بَعَثَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَرِيَّةٍ أَخْبَرَنِيهِ يَعْلَى عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
(ABUDAUD - 2255) : Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, ia berkata; Ibnu Juraij berkata; firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul, serta pemimpin kalian" adalah mengenai Abdullah bin Qais bin 'Adi, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mengirimnya bersama dengan sebuah satuan militer. Telah mengabarkan kepadaku Ya'la dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas.[3]

Skema Ad Darimi No. 221
rasul
Imam ad-Darimi

Skema penguat Imam Muslim No: 3416
Rasul
Imam Muslim[5]

Skema hadits penguat Abu Daud No: 2255
                                                                          Rasul      
Imam Abu Daud


Skema gabungan hadits ad Darimi No.221 Muslim 3416 Abu Daud 2255















Ya’laa bin ubaid bin umayyah (w 209 H)















Abdul malik bin abi sulaiman maysarah (w 145 H)













Rasulullah (w 11 H)















Sa’id bin jubair bin hisyam (w 94 H)



























Abdullah bin abbas bin abdul muthalib bin hasyim (w 68 H)















Imam ad-darimi (w 255 H)















Imam abu daud (w 275 H)















imam muslim (w 261 H)















Juhair bin harb bin syaddad(w 234 H)















Hajjaj bin Muhammad (w 206 H)















Abdul malik bin abdul aziz bin juraij (w 150 H)















Ya’laa bin muslim bin hurmuj (w   H)































 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Biografi riwayat imam bukhari:
 
Pertumbuhan beliau
Nama: Beliau adalah Abdullah bin Abdurrahman bin al Fadhl bin Bahram bin Abdush Shamad.
Kuniyah beliau; Abu Muhammad
Nasab beliau:
  1. At Tamimi; adalah nisbah yang ditujukan kepada satu qabilah Tamim.
  2. Ad Darimi; adalah nisbah kepada Darim bin Malik dari kalangan at Tamimi. Dengan nisbah ini beliau terkenal.
  3. As Samarqandi; yaitu nisbah kepada negri tempat tinggal beliau
Tanggal lahir:
Ia di lahirkan pada taun 181 H, sebagaimana yang di terangkan oleh imam Ad Darimi sendiri, beliau menuturkan; 'aku dilahirkan pada tahun meninggalnya Abdullah bin al Mubarak, yaitu tahun seratus delapan puluh satu.
Ada juga yang berpendapat bahwa beliau lahir pada tahun seratus delapan puluh dua hijriah.
Aktifitas beliau dalam menimba ilmu
Allah menganugerahkan kepada iama Ad Darimi kecerdasan, pikiran yang tajam dan daya hafalan yang sangat kuat, teristimewa dalam menghafal hadits. Beliau berjumpa dengan para masyayikh dan mendengar ilmu dari mereka. Akan tetapi sampai sekarang kami tidak mendapatkan secara pasti sejarah beliau dalam memulai menuntut ilmu
Beliau adalah sosok yang tawadldlu' dalam hal pengambilan ilmu, mendengar hadits dari kibarul ulama dan shigharul ulama, sampai-sampai dia mendengar dari sekelompok ahli hadits dari kalangan teman sejawatnya, akan tetapi dia jua seorang yang sangat selektif dan berhati-hati, karena dia selalu mendengar hadits dari orang-orang yang terpercaya dan tsiqah, dan dia tidak meriwayatkan hadits dari setiap orang.
Rihlah beliau
Rihlah dalam rangka menuntut ilmu merupakan bagian yang sangat mencolok dan sifat yang paling menonjol dari tabiat para ahlul hadits, karena terpencarnya para pengusung sunnah dan atsar di berbagai belahan negri islam yang sangat luas. Maka Imam ad Darimi pun tidak ketinggalan dengan meniti jalan pakar disiplin ilmu ini.
Diantara negri yang pernah beliau singgahi adalah;
  1. Khurasan
  2. Iraq
  3. Baghdad
  4. Kufah
  5. Wasith
  6. Bashrah
  7. Syam; Damasqus, Himash dan Shur.
  8. Jazirah
  9. Hijaz; Makkah dan Madinah.
Guru-guru beliau
Guru-guru imam Ad Darimi yang telah beliau riwayatkan haditsnya adalah;
  1. Yazid bin Harun
  2. Ya'la bin 'Ubaid
  3. Ja'far bin 'Aun
  4. Basyr bin 'Umar az Zahrani
  5. 'Ubaidullah bin Abdul Hamid al Hanafi
  6. Hasyim bin al Qasim
  7. 'Utsman bin 'Umar bin Faris
  8. Sa'id bin 'Amir adl Dluba'i
  9. Abu 'Ashim
  10. 'ubaidullah bin Musa
  11. Abu al Mughirah al Khaulani
  12. Abu al Mushir al Ghassani
  13. Muhammad bin Yusuf al Firyabi
  14. Abu Nu'aim
  15. Khalifah bin Khayyath
  16. Ahmad bin Hmabal
  17. Yahya bin Ma'in
  18. Ali bin Al Madini
Dan yang lainnya
Murid-murid beliau
Sebagaimana kebiasaan ahlul hadits, ketika mereka mengetahui bahwa seorang alim mengetahui banyak hadits, maka mereka berbondong-bondong mendatangi alim tersebut, guna menimba ilmu yang ada pada diri si 'alim. Begitu juga dengan Imam Ad Darimi, ketika para penuntut ilmu mengetahui kapabaliti dalam bidang hadits yang dimiliki imam, maka berbondong-bondong penuntut ilmu mendatanginya, diantara mereka itu adalah;
  1. Imam Muslim bin Hajaj
  2. Imam Abu Daud
  3. Imam Abu 'Isa At Tirmidzi
  4. 'Abd bin Humaid
  5. Raja` bin Murji
  6. Al Hasan bin Ash Shabbah al Bazzar
  7. Muhammad bin Basysyar (Bundar)
  8. Muhammad bin Yahya
  9. Baqi bin Makhlad
  10. Abu Zur'ah
  11. Abu Hatim
  12. Shalih bin Muhammad Jazzarah
  13. Ja'far al Firyabi
  14. Muhammad bin An Nadlr al Jarudi
Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Persaksian para ulama terhadap beliau
  1. Imam Ahmad menuturkan; (Ad Darimi) imam.
  2. Muhammad bin Basysyar Bundar menuturkan; penghafal dunia ada empat: Abu Zur'ah di ar Ray, Muslim di an Nasaiburi, Abdullah bin Abdurrahman di Samarqandi dan Muhamad bin Ismail di Bukhara".
  3. Abu Sa'id al Asyaj menuturkan; 'Abdullah bin Abdirrahman adalah imam kami.'
  4. Muhammad bin Abdullah al Makhrami berkata; 'wahai penduduk Khurasan, selagi Abdullah bin Abdurrahman di tengah-tengah kalian, maka janganlah kalian menyibukkan diri dengan selain dirinya.'
  5. Raja` bin Murji menuturkan; 'aku telah melihat Ibnu Hambal, Ishaq bin Rahuyah, Ibnu al Madini dan Asy Syadzakuni, tetapi aku tidak pernah melihat orang yang lebih hafizh dari Abdullah.
  6. Abu Hatim berkata; Muhammad bin Isma'il adalah orang yang paling berilmu yang memasuki Iraq, Muhammad bin Yahya adalah orang yang paling berilmu yang berada di Khurasan pada hari ini, Muhammad bin Aslam adalah orang yang paling wara' di antara mereka, dan Abdullah bin Abdurrahman orang yang paling tsabit diantara mereka.
  7. Ad Daruquthni menuturkan; ' tsiqatun masyhur.
  8. Muhammad bin Ibrahim bin Manshur as Sairazi menuturkan; "Abdullah adalah puncak kecerdasan dan konsistensi beragama, di antara orang yang menjadi teladan dalam kesantunan, keilmuan, hafalan, ibadah dan zuhud".
Hasil karya beliau
  1. Sunan ad Darimi.
  2. Tsulutsiyat (kitab hadits)
  3. al Jami'
  4. Tafsir
Wafatnya beliau
Beliau meninggal dunia pada hari Kamis bertepatan dengan hari tarwiyyah, 8 Dzulhidjah, setelah ashar tahun 255 H, dalam usia 75 tahun. Dan dikuburkan keesokan harinya, Jumat (hari Arafah).

 

                              

 
 
 
Tarjamaturruwat:
 
               Komentar para kritukus hadist terhadap Imam ad-Darimi semuanya membarikan penilaian yang terpuji. Oleh karena itu, lambang periwayatan akhbarona (menghabarkan kepada kami) adalah benar bahwa periwayatan antara Ad-darimi dengan gurunya Ya'laa bin 'Ubaid bin Umayyah adalah benar bersambung.
 
 
Ya'laa bin 'Ubaid bin Umayyah:
  • Nama Lengkap : Ya'laa bin 'Ubaid bin Umayyah
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa
  • Kuniyah : Abu Yusuf
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 209 H
ULAMA
KOMENTAR
Ahmad bin Hambal
haditsnya shalih
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Abu Hatim
Shaduuq
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah
Adz Dzahabi
tsiqah ahli ibadah


6
2
6
6
15
22
123
0
79

 
               Berdasarkan komentar ulama kritikus (haditsnya shalih, Tsiqah, Shaduuq, disebutkan dalam 'ats tsiqaat, tsiqah ahli ibadah) terhadap Ya'laa bin 'Ubaid bin Umayyah tidak ada yang mencela. Oleh karena itu lambang periwayatan ‘an (dari pada) antara dia dengan gurunya Abdul Malik bin Abi Sulaiman Maysarah adalah benar bersambung.
 
 
Abdul Malik bin Abi Sulaiman Maysarah:
  • Nama Lengkap : Abdul Malik bin Abi Sulaiman Maysarah
  • Kalangan : Tabi'in kalangan biasa
  • Kuniyah : Abu Muhammad
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 145 H
ULAMA
KOMENTAR
Adz Dzahabi
Hafizh
Ahmad bin Hambal
tsiqah yuhthi'
Ibnu Hajar
"shaduq, lahu auham"


0
25
14
10
33
10
57
0
25

 
               Berdasarkan komentar ulama kritikus (Hafizh, tsiqah yuhthi, "shaduq, lahu auham",) terhadap Abdul Malik bin Abi Sulaiman Maysarah tidak ada yang mencela. Oleh karena itu lambang periwayatan haddastana (menceritakan kepada kami) antara dia dengan gurunya Atha’ bin abi rabbah aslam adalah benar bersambung.
 
Atha’ bin abi rabbah aslam:
  • Nama Lengkap : Atha' bin Abi Rabbah Aslam
  • Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan
  • Kuniyah : Abu Muhammad
  • Negeri semasa hidup : Marur Rawdz
  • Wafat : 114 H
ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Ibnu Saad
tsiqah
Abu Zur'ah
Tsiqah
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'Ats Tsiqat'


120
104
87
47
166
67
340
6
113

               Berdasarkan komentar ulama kritikus (tsiqah, disebutkan dalam 'Ats Tsiqat') terhadap Atha’ bin abi rabbah aslam tidak ada yang mencela. Oleh karena itu lambang periwayatan haddastanii (menceritakan kepadaku) antara dia dengan gurunya Rasulullah SAW adalah benar bersambung.
 
 
Biografi Imam Muslim:
 
Pertumbuhan beliau
Nama: Muslim bin al Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi
Kuniyah beliau: Abdul Husain
Nasab beliau:
1. Al Qusyairi; merupakan nisbah kepada Qabilah afiliasi beliau, ada yang mengatakan bahwa Al Qusyairi merupakan orang arab asli, dan ada juga yang berpendapat bahwa nisbah kepada Qusyair merupakan nisbah perwalian saja
2. An Naisaburi; merupakan nisbah yang di tujukan kepada negri tempat beliau tinggal, yaitu Naisabur. Satu kota besar yang terletak di daerah Khurasan
Tanggal lahir: para ulama tidak bisa memastikan tahun kelahiran beliau, sehingga sebagian mereka ada yang berpendapat bahwa tahun kelahirannya adalah tahun 204 Hijriah, dan ada juga yang berpendapat bahwa kelahiran beliau pada tahun 206 Hijriah.
Ciri-ciri beliau: beliau mempunyai perawakan yang tegap, berambut dan berjenggot putih, menjuntaikan ujung ‘imamahnya diantara dua punggungnya.
Aktifitas beliau dalam menimba ilmu
Sesungguhnya lingkungan tempat tumbuh imam Muslim memberikan peluang yang sangat luas untuk menuntut ilmu yang bermanfa’at, karena Naisabur merupakan negri hidup yang penuh dengan peninggalan ilmu dari pemilik syari’at. Semua itu terjadi karena banyaknya orang-orang yang sibuk untuk memperoleh ilmu dan mentransfer ilmu, maka besar kemungkinan bagi orang yang terlahir di lingkungan masyarakat seperti ini akan tumbuh dengan ilmu juga. Adanya kesempatan yang terpampang luas di hadapan Imam Muslim kecil untuk memetik dari buah-buah ilmu syariat tidak di sia-siakannya.
Maka dia mendengar hadits di negrinya tinggal pada tahun 218 Hijriah dari gurunya Yahya bin Yahya At Tamimi, pada saat itu umurnya menginjak empat belas tahun.
Dan bisa juga orang tuanya serta keluarganya mempunyai andil dalam memotifasinya untuk menuntut ilmu. Para ulama telah menceritakan bahwa orang tuanya, Al Hajaj adalah dari kalangan masyayikh, yaitu termasuk dari kalangan orang yang memperhatikan ilmu dan berusaha untuk memperolehnya.
Muslim mempunyai kesempatan untuk mengadakan perjalanan hajinya pada tahun 220 Hijriah. Pada saat keluar itu dia mendengar hadits dari beberapa ahli hadits, kemudian dia segera kembali ke negrinya Naisabur.
Rihlah beliau
Rihlah dalam rangka menuntut hadits merupakan syi’ar ahlul hadits pada abad-abad pertama, karena terpencarnya para pengusung sunnah dan atsar di berbagai belahan negri Islam yang sangat luas. Maka Imam Muslim pun tidak ketinggalan dengan meniti jalan pakar disiplin ilmu ini, dan beliau pun tidak ketinggalan dalam ambil bagian, karena dalam sejarah beliau tertulis rihlah ilmiahnya, diantaranya;
Rihlah pertama; rihlah beliau untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 220 hijriah, pada saat dia masih muda belia, pada saat itu beliau berjumpa dengan syaikhnya, Abdullah bin Maslamah al Qa’nabi di Makkah, dan mendengar hadits darinya, sebagaimana beliau juga mendengar hadits dari Ahmad binYunus dan beberapa ulama hadits yang lainnya ketika di tengah perjalanan di daerah Kufah. Kemudian kembali lagi ke negrinya dan tidak memperpanjang rihlahnya pada saat itu.
Rihlah kedua; rihlah kedua ini begitu panjang dan lebih menjelajah kenegri Islam lainnya. Rihlah ini di mulai sebelum tahun 230 Hijriah. Beliau berkeliling dan memperbanyak mendengar hadits, sehingga beliau mendengar dari bayak ahli hadits, dan mengantarkan beliau kepada derajat seorang imam dan kemajuan di bidang ilmu hadits.
Beberapa negri yang beliau masuki, diantaranya;
1. Khurasan dan daerah sekitarnya
2. Ar Ray
3. Iraq; beliau memasuki Kufah, Bashrah dan Baghdad.
4. Hijaz; memasuki Makkah dan Madinah
5. Asy Syam
6. Mesir
Guru-guru beliau
Perjalanan ilmiah yang dilakukan imam Muslim menyebabkan dirinya mempunyai banyak guru dari kalangan ahlul hadits. Al Hafizh Adz Dzahabi telah menghitung jumlah guru yang diambil riwayatnya oleh imam Muslim dan dicantumkan di dalam kitab shahihnya, dan jumlah mereka mencapai 220 orang, dan masih ada lagi selain mereka yang tidak di cantumkan di dalam kitab shahihnya
Diantara guru-guru beliau yang paling mencolok adalah;
1. Abdullah bin Maslamah Al Qa’nabi, guru beliau yang paling tua
2. Al Imam Muhammad bin Isma’il Al Bukhari
3. Al Imam Ahmad bin Hambal
4. Al Imam Ishaq bin Rahuyah al Faqih al Mujtahid Al Hafizh
5. Yahya bin Ma’in, imam jarhu wa ta’dil
6. Ishaq bin Manshur al Kausaj
7. Abu Bakar bin Abi Syaibah, penulis buku al Mushannaf
8. Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi
9. Abu Kuraib Muhammad bin Al ‘Alaa`
10. Muhammad bin Abdullah bin Numair
11. Abd bin Hamid
Murid-murid beliau
Al Imam Muslim sibuk menyebarkan ilmunya di negrinya dan negri-negri Islam lainnya, baik dengan pena maupun dengan lisannya, maka beliau pun tidak terlepas untuk mendektekan hadits dan meriwayatkannya, sehingga banyak sekali para penuntut ilmu mengambil ilmu dari beliau.
Diantara murid-murid beliau antara lain;
1. Muhammad bin Abdul wahhab al Farra`
2. Abu Hatim Muhammad bin Idris ar Razi
3. Abu Bakar Muhammad bin An Nadlr bin Salamah al Jarudi
4. Ali bin Al Husain bin al Junaid ar Razi
5. Shalih bin Muhammad Jazrah
6. Abu Isa at Tirmidzi
7. Ibrahim bin Abu Thalib
8. Ahmad bin Salamah An Naisaburi
9. Abu Bakar bin Khuzaimah
10. Makki bin ‘Abdan
11. Abdurrahman bin Abu Hatim ar Razi
12. Abu Hamid Ahmad bin Muhammad bin Asy Syarqi
13. Abu Awanah al-Isfarayini
14. Ibrahim bin Muhammad bin Sufyan al Faqih az Zahid.
Persaksian para ulama terhadap beliau
1. Ishak bin Mansur al Kausaj pernah berkata kepada imam Muslim: “sekali-kali kami tidak akan kehilangan kebaikan selama Allah menetapkan engkau bagi kaum muslimin.”
2. Muhammad bin Basysyar Bundar berkata; “huffazh dunia itu ada empat; Abu Zur’ah di ar Ray, Muslim di An Naisabur, Abdullah Ad Darimi di Samarkand, dan Muhammad bin Isma’il di Bukhara.”
3. Muhammad bin Abdul Wahhab Al Farra` berkata; “(Muslim) merupakan ulama manusia, lumbung ilmu, dan aku tidak mengetahuinya kecuali kebaikan.”
4. Ahmad bin Salamah An Naisaburi menuturkan; “Saya me­lihat Abu Zur’ah dan Abu Hatim selalu mengutamakan Muslim bin al-Hajjaj dalam perkara hadits shahih ketimbang para masyayikh zaman keduanya.
5. Ibnu Abi Hatim mengatakan: ” Saya menulis hadits darinya di Ray, dan dia merupakan orang yang tsiqah dari kalangan huffazh, memiliki pengetahuan yang mendalam dalam masalah hadits. Ketika ayahku di Tanya tentang dia, maka dia menjawab; (Muslim) Shaduuq.”
6. Maslamah bin Qasim al Andalusi berkata; ” tsiqah, mempunyai kedudukan yang agung, termasuk dari kalangan para imam.”
7. Abu Ya’la Al Khalili berkata; “dia sangat familier sekali untuk di sebutkan keutamaannya.”
8. Al Khatib Al Baghdadi berkata; “(dia) merupakan salah seorang a`immah dan penghafal hadits.”
9. As Sam’ani menuturkan; “termasuk salah seorang imam dunia.”
10. Ibnul Atsir berkata; “termasuk salah seorang dari para imam penghafal hadits.”
11. Ibnu Katsir berkata; “termasuk salah seorang dari para imam penghafal hadits.”
12. Adz Dzahabi berkata; ” Imam besar, hafizh lagi mumpuni, hujah serta orang yang jujur.”
Hasil karya beliau
Imam Muslim mempunyai hasil karya dalam bidang ilmu hadits yang jumlahnya cukup banyak. Di antaranya ada yang sampai kepada kita dan sebagian lagi ada yang tidak sampai.
Adapun hasil karya beliau yang sampai kepada kita adalah;
1. Al Jami’ ash Shahih
2. Al Kuna wa Al Asma’
3. Al Munfaridaat wa al wildan
4. Ath Thabaqaat
5. Rijalu ‘Urwah bin Az Zubair
6. At Tamyiz
Sedangkan hasil karya beliau yang tidak sampai kepada kita adalah;
1. Al Musnad al Kabir ‘Ala ar Rijal
2. Al Jami’ al Kabir
3. Al ‘Ilal
4. Al Afraad
5. Al Aqraan
6. Su`alaat Muslim
7. Hadits ‘Amru bin Syu’aib
8. Al Intifaa’ bi`ahabbi as sibaa’
9. Masyayikhu Malik
10. Masyayikhu Ats Tsauri
11. Masyayikhu Syu’bah
12. Man laisa lahu illa raawin waahid
13. Kitab al Mukhadldlramin
14. Awladu ash shahabah
15. Dzikru awhaami al Muhadditsin
16. Afraadu Asy Syamiyyin
Wafatnya beliau
Imam Muslim wafat pada hari Ahad sore, dan dikebumikan di kampung Nasr Abad, salah satu daerah di luar Naisabur, pada hari Senin, 25 Rajab 261 H bertepatan dengan 5 Mei 875. dalam usia beliau 55 tahun.

 

                              

 
Tarjamaturruwat:
               Komentar para kritukus hadist terhadap Imam Muslim semuanya membarikan penilaian yang terpuji. Oleh karena itu, lambang periwayatan qola (berkata ia) adalah benar bahwa periwayatan antara Imam Muslim dengan gurunya Zuhair bin Harb bin Syaddad adalah benar bersambung.
 
 
 
Zuhair bin Harb bin Syaddad:
  • Nama Lengkap : Zuhair bin Harb bin Syaddad
  • Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Khaitsamah
  • Negeri semasa hidup : Baghdad
  • Wafat : 234 H
ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
An Nasa'i
tsiqah ma`mun
Ibnu Wadldlah
Tsiqah
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah Tsabat
Abu Hatim
Shaduuq
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Adz Dzahabi
Alhafidz


12
749
43
0
1
2
35
0
1

 
               Berdasarkan komentar ulama kritikus (Tsiqah, tsiqah ma`mun, Tsiqah Tsabat, Shaduuq, disebutkan dalam 'ats tsiqaat, Alhafidz) terhadap Zuhair bin Harb bin Syaddad tidak ada yang mencela. Oleh karena itu lambang periwayatan qola  (berkata ia) antara dia dengan gurunya Hajjaj bin Muhammad adalah benar bersambung.
 
Hajjaj bin Muhammad
  • Nama Lengkap : Hajjaj bin Muhammad
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa
  • Kuniyah : Abu Muhammad
  • Negeri semasa hidup : Syam
  • Wafat : 206 H
ULAMA
KOMENTAR
An Nasa'i
Tsiqah
Ibnu Madini
Tsiqah
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Adz Dzahabi
Alhafidz


13
44
34
9
105
5
630
0
4

 
               Berdasarkan komentar ulama kritikus (Tsiqah, disebutkan dalam 'ats tsiqaat, Alhafidz) terhadap Hajjaj bin Muhammad tidak ada yang mencela. Oleh karena itu lambang periwayatan qola  (berkata ia) antara dia dengan gurunya Abdul Malik bin 'Abdul 'Aziz bin Juraij adalah benar bersambung.
 
Abdul Malik bin 'Abdul 'Aziz bin Juraij:
  • Nama Lengkap : Abdul Malik bin 'Abdul 'Aziz bin Juraij
  • Kalangan : Tabi'in (tdk jumpa Shahabat)
  • Kuniyah : Abu Al Walid
  • Negeri semasa hidup : Marur Rawdz
  • Wafat : 150 H
ULAMA
KOMENTAR
Adz Dzahabi
salah satu ahli ilmu
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Al 'Ajli
Tsiqah
Ibnu Hajar
"tsiqah,faqih"


190
265
146
63
221
73
658
0
76

 
               Berdasarkan komentar ulama kritikus (salah satu ahli ilmu,  disebutkan dalam 'ats tsiqaat, Tsiqah, tsiqah,faqih") terhadap Abdul Malik bin 'Abdul 'Aziz bin Juraij tidak ada yang mencela. Oleh karena itu lambang periwayatan haddatsana  (menceritakan kepada kami) antara dia dengan gurunya Ya'laa bin Muslim bin Hurmuz adalah benar bersambung.
 
Ya'laa bin Muslim bin Hurmuz:
  • Nama Lengkap : Ya'laa bin Muslim bin Hurmuz
  • Kalangan : Tabi'in (tdk jumpa Shahabat)
  • Kuniyah :
  • Negeri semasa hidup : Marur Rawdz
  • Wafat :
ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Abu Zur'ah
Tsiqah
Ibnu Hibban
haditsnya lurus
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah


8
2
1
1
3
0
4
0
0

 
 
 
               Berdasarkan komentar ulama kritikus (Tsiqah, haditsnya lurus, disebutkan dalam 'ats tsiqaat ") terhadap Ya'laa bin Muslim bin Hurmuz tidak ada yang mencela. Oleh karena itu lambang periwayatan haddatsana  (menceritakan kepada kami) antara dia dengan gurunya Sa'id bin Jubair bin Hisyam adalah benar bersambung
 
Sa'id bin Jubair bin Hisyam:
  • Nama Lengkap : Sa'id bin Jubair bin Hisyam
  • Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan
  • Kuniyah : Abu Muhammad
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 94 H
ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Adz Dzahabi
Ahadul A'lam
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Abu Zur'ah Arrazy
Tsiqah
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah tsabat Faqih


147
78
77
64
122
50
349
4
70

 
               Berdasarkan komentar ulama kritikus (disebutkan dalam 'ats tsiqaat, Ahadul A'lam, Tsiqah, Tsiqah tsabat Faqih) terhadap Sa'id bin Jubair bin Hisyam tidak ada yang mencela. Oleh karena itu lambang periwayatan haddatsana  (menceritakan kepada kami) antara dia dengan gurunya Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim adalah benar bersambung.
 
Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim:
  • Nama Lengkap : Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim
  • Kalangan : Shahabat
  • Kuniyah : Abu Al 'Abbas
  • Negeri semasa hidup : Marur Rawdz
  • Wafat : 68 H
ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Hajar Al Atsqalani
Shahabat
Adz Dzahabi
Shahabat


706
357
425
328
498
344
1897
50
243

 
               Berdasarkan komentar ulama kritikus (Shahabat) terhadap Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim tidak ada yang mencela. Oleh karena itu lambang periwayatan haddatsana  (menceritakan kepada kami) antara dia dengan gurunya Rasulullah SAW adalah benar bersambung.
 
Biografi Imam Abu Daud:

Pertumbuhan beliau
Nama:
- Menurut Abdurrahman bin Abi Hatim, bahwa nama Abu Daud adalah Sulaiman bin al Asy'ats bin Syadad bin 'Amru bin 'Amir.
- Menurut Muhammad bin Abdul 'Aziz Al Hasyimi; Sulaiman bin al Asy'ats bin Basyar bin Syadad.
Ibnu Dasah dan Abu 'Ubaid Al Ajuri berkata; Sulaiman bin al Asy'ats bin Ishaq bin Basyir bin Syadad. Pendapat ini di perkuat oleh Abu Bakr Al Khathib di dalam Tarikhnya. Dan dia dalam bukunya menambahi dengan; Ibnu 'Amru bin 'Imran al Imam, Syaikh as Sunnah, Muqaddimu al huffazh, Abu Daud al-azadi as-Sajastani, muhaddits Bashrah.
Nasab beliau:
Al Azadi, yaitu nisbat kepada Azd yaitu qabilah terkenal yang ada di daerah Yaman.
Sedangkan as-Sijistani, ada beberapa pendapat dalam nisbah ini, diantaranya:
Ada yang berpendapat bahwasan as Sijistani merupakan nisbah kepada daerah Sijistan, yaitu daerah terkenal. Ada juga yang berpendapat bahwa as sijistani merupakan nisbah kepada sijistan atau sijistanah yaitu suatu kampung yang ada di Bashrah. Tetapi menurut Muhammad bin Abi An Nashr bahwasannya di Bashrah tidak ada perkampung yang bernama as-Sijistan. Namun pendapat ini di bantah bahwa di dekat daerah Ahwaz ada daerah yang disebut dengan Sijistan
As Sam'ani mengutip satu pendapat bahwa as-sijistan merupakan nisbah kepada sijistan, yaitu salah suatu daerah terkenal yang terletak di kawasan Kabul
Abdul Aziz menyebutkan bahwasannya sijistan merupakan nisbah kepada Sistan, yaitu daerah terkenal yang sekarang ada di Negri Afganistan.
Tanggal lahir:
Tidak ada ulama yang menyebutkan tanggal dan bulan kelahiran beliau, kebanyakan refrensi menyebutkan tahun kelahirannya. Beliau dilahirkan pada tahun 202 H. disandarkan kepada keterangan dari murid beliau, Abu Ubaid Al Ajuri ketika beliau wafat, dia berkata:  aku mendengar Abu Daud berkata : “Aku dilahirkan  pada tahun  202 Hijriah"
Aktifitas beliau dalam menimba ilmu
Ketika menelisik biografi imam Abu Daud, akan muncul paradigma bahwasanya beliau semenjak kecil memiliki keahlian untuk menimba ilmu yang bermanfaat. Semua itu ditunjang dengan adanya keutamaan yang telah di anugerahkan Allah kepadanya berupa kecerdasan, kepandaian dan kejeniusan, disamping itu juga adanya masyarakat sekelilingnya yang mempunyai andil besar dalam menimba ilmu.
Dia semenjak kecil memfokuskan diri untuk belajar ilmu hadits, maka kesempatan itu dia gunakan untuk mendengarkan hadits di negrinya Sijistan dan sekitarnya. Kemudian dia memulai rihlah ilmiahnya ketika menginjak umur delapan belas tahun. Dia merupakan sosok ulama yang sering berkeliling mencari hadits ke berbagai belahan negri Islam, banyak mendengar hadits dari berbagai ulama, maka tak heran jika dia dapat menulis dan menghafal hadits dengan jumlah besar yaitu setengah juta atau bahkan lebih dari itu. Hal  ini merupakan modal besar bagi berbagai karya tulis beliau yang tersebar setelah itu keberbagai pelosok negri islam, dan menjadi sandaran dalam perkembangan keilmuan baik hadits maupun disiplin ilmu lainnya.
Rihlah beliau
Iman Abu Daud adalah salah satu Iman yang sering berkeliling mencari hadits ke negri-negri Islam yang ditempati para Kibarul Muhadditsin, beliau mencontoh para syaikhnya terdahulu dalam rangka menuntut ilmu dan mengejar hadits yang tersebar di berbagai daerah yang berada di dada orang-orang tsiqat dan Amanah. Dengan motivasi dan semangat yang tinggi serta kecintaan beliau sejak kecil terhadap ilmu-ilmu hadits, maka beliau mengadakan perjalanan (Rihlah) dalam  mencari ilmu sebelum genap berusia 18 tahun.
Adapun negri-negri islam yang beliau kunjungi adalah;
1. Iraq; Baghdad merupakan daerah islam yang pertama kali beliau masuki, yaitu pada tahun 220 hijriah
2. Kufah; beliau kunjungi pada tahun 221 hijriah.
3. Bashrah; beliau tinggal disana dan banyak mendengar hadits di sana, kemudian keluar dari sana dan kembali lagi setelah itu.
4. Syam; Damsyiq, Himsh dan Halb.
5. AL Jazirah; masuk ke daerah Haran, dan mendengar hadits dari penduduknya.
6. Hijaz; mendengar hadits dari penduduk Makkah, kemungkinan besar saat itu perjalanan beliau ketika hendak menunaikan ibadah haji.
7. Mesir
8. Khurasan; Naisabur dan Harrah, dan mendengar hadits dari penduduk Baghlan.
9. Ar Ray
10. Sijistan; tempat tinggal asal beliau, kelaur dari sana kemudian kembali lagi, kemudian keluar menuju ke Bashrah.
Guru-guru beliau
Diantara guru beliau yang terdapat di dalam sunannya adalah;
1. Ahmad bin Muhammmad bin Hanbal as Syaibani al Bagdadi
2. Yahya bin Ma'in Abu Zakariya
3. Ishaq binIbrahin bin Rahuyah abu ya'qub al Hanzhali
4. Utsman bin Muhammad bin abi Syaibah abu al Hasan al Abasi al Kufi.
5. Muslim bin Ibrahim al Azdi
6. Abdullah bin Maslamah bin Qa'nab al Qa'nabi al Harits al Madani
7. Musaddad bin Musarhad bin Musarbal
8. Musa bin Ismail at Tamimi.
9. Muhammad bin Basar.
10. Zuhair bin Harbi (Abu Khaitsamah)
11. Umar bin Khaththab as Sijistani.
12. Ali bin Al Madini
13. Ash Shalih abu sarri (Hannad bin sarri).
14. Qutaibah bin Sa'id bin Jamil al Baghlani
15. Muhammad bin Yahya Adz Dzuhli
Dan masih banyak yang lainnya .
Murid-murid beliau
Diantara murid-murid beliau, antara lain;
1. Imam Abu 'Isa at Tirmidzi
2. Imam Nasa'i
3. Abu Ubaid Al Ajuri
4. Abu Thayyib Ahmad bin Ibrahim Al Baghdadi (Perawi sunan Abi Daud dari beliau).
5. Abu 'Amru Ahmad bin Ali Al Bashri (perawi kitab sunan dari beliau).
6. Abu Bakar Ahmad bin Muhammad Al Khallal Al Faqih.
7. Isma'il bin Muhammad Ash Shafar.
8. Abu Bakr bin Abi Daud (anak beliau).
9. Zakaria bin Yahya As Saaji.
10. Abu Bakar bin Abi Dunya.
11. Ahmad bin Sulaiman An Najjar (perawi kitab Nasikh wal Mansukh dari beliau).
12. Ali bin Hasan bin Al 'Abd Al Anshari (perawi sunsn dari beliau).
13. Muhammad bin Bakr bin Daasah At Tammaar (perawi sunan dari beliau).
14. Abu 'Ali Muhammad bin Ahmad Al Lu'lu'i (perawi sunan dari beliau).
15. Muhammad bin Ahmad bin Ya'qub Al Matutsi Al Bashri (perawi kitab Al Qadar dari beliau).
Persaksian para ulama terhadap beliau
Banyak sekali pujian dan sanjungan dari tokoh-tokoh terkemuka kalangan imam dan ulama hadits dan disiplin ilmu lainnya yang mengalir kepada imam Abu Daud Rahimahullah, diantaranya adalah;
1. Abdurrahman bin Abi Hatim berkata : Abu daud Tsiqah
2. Imam Abu Bakr Al Khallal berkata: Imam Abu Daud adalah imam yang dikedepankan pada  zamannya.
3. Ibnu Hibban berkata: Abu Daud merupakan salah satu imam dunia dalam bidang ilmu dan fiqih.
4. Musa bin Harun menuturkan: Abu Daud diciptakan di dunia untuk hadits dan di akhirat untuk Syurga, dan aku tidak melihat seorangpun lebih utama daripada dirinya.
5. Al Hakim berkata: Abu Daud adalah imam bidang hadits di zamannya tanpa ada keraguan.
6. Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An Nawawi menuturkan: Para ulama telah sepakat memuji Abu Daud dan mensifatinya dengan ilmu yang banyak, kekuatan hafalan, wara', agama (kesholehan) dan kuat pemahamannya dalam hadits dan yang lainnya.
7. Abu Bakr Ash Shaghani berkata: Hadits dilunakkan bagi Abi Daud sebagaimana besi dilunakkan bagi Nabi Daud.
8. Adz Dzahabi menuturkan:Abu Daud dengan keimamannya dalam hadits dan ilmu-ilmu yang lainnya,termasuk dari ahli fiqih yang besar,maka kitabnya As Sunan telah jelas menunjukkan hal tersebut.
Sifat kitab sunan Abi Daud
Imam Abu Daud menyusun kitabnya di Baghdad. Prioritas penysusnan kitabnya adalah masalah hukum, jadi kumpulan haditsnya lebih terfokus kepada hadits tentang hukum. Sebagaimana yang di ungkapkan oleh as Suyuthi bahwasannya Abu Daud hanya membatasi dalam bukunya pada hadits-hadits yang berkaitan dengan hukum saja.
Abu Bakar bin Dasah menuturkan; aku mendengar Abu Daud berkata: Aku menulis dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebanyak lima ratus ribu hadits, kemudian aku pilah-pilah dari hadits-hadits tersebut dan aku kumpulkan serta aku letakkan dalam kitabku ini sebanyak empat ribu delapan ratus Hadits. Aku sebutkan yang shahih, yang serupa dengannya dan yang mendekati kepada ke shahihan. Cukuplah bagi seseorang untuk menjaga agamanya dengan berpegangan terhadap empat hadits, yaitu; yang pertama;'segala perbuatan harus di sertai dengan niat,' yang kedua; 'indikasi baik islamnya seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya.' Yang ketiga; 'tidaklah seorang mu'min menjadi mu'min yang hakiki, sehingga dia rela untuk saudaranya sebagaimana dia rela untuk dirinya sendiri.' Dan yang kelima; 'yang halal itu sudah jelas..'
Hasil karya beliau
Adapun hasil karya beliau yang sampai kepada kita adalah;
1. As Sunan
2. Al marasil
3. Al Masa'il
4. Ijabaatuhu 'an su'alaati Abi 'Ubaid al Ajuri
5. Risalatuhu ila ahli Makkah
6. Tasmiyyatu al Ikhwah alladziina rowaa 'anhum al hadits
7. Kitab az zuhd
Adapun kitab beliau yang hilang dari peredaran adalah;
1. Ar Radd 'ala ahli al qadar
2. An Nasikh wal Mansukh
3. At Tafarrud
4. Fadla'ilu al anshar
5. Musnad Hadits Malik
6. Dala'ilu an nubuwwah
7. Ad du'aa'
8. Ibtidaa'u al wahyi
9. Akhbaru al Khawarij
10. Ma'rifatu al awqaat
Wafatnya beliau
Abu 'Ubaid al Ajuri menuturkan; 'Imam abu daud meninggal pada hari jum'at tanggal 16 bulan syawwal tahun 275 hijriah, berumur 73 tahun. Beliau meninggal di Busrah. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmatNya dan meridlai beliau.

 

                              

 
Tarjamaturruwat: 
               Komentar para kritukus hadist terhadap Imam Abu Daud semuanya membarikan penilaian yang terpuji. Oleh karena itu, lambang periwayatan haddatsana (menceritakan kepada kami) adalah benar bahwa periwayatan antara Imam Abu Daud dengan gurunya Zuhair bin Harb bin Syaddad adalah benar bersambung.
               Selanjutnya periwayatan hadits mulai dari Zuhair bin Harb bin Syaddad sampai kepada Rasulullah SAW adalah sama dengan periwayatan hadits Imam Muslim di atas.
Perbandingan hadits dengan pentakhrij ulama terdahulu: 
 
1049 - الثَّالِث وَالسَّبْعُونَ: عَن يعلى بن مُسلم عَن سعيد بن جُبَير عَن ابْن عَبَّاس: {أطِيعُوا الله وَأَطيعُوا الرَّسُول وأولي الْأَمر مِنْكُم} [سُورَة النِّسَاء] ، نزلت فِي عبد الله بن حذافة بن قيس بن عدي السَّهْمِي، إِذْ بَعثه النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم فِي سَرِيَّة.[7]

571 - (خ م ت د س) ابن عباس - رضي الله عنهما - قال: نزلت قوله تعالى {أَطيعوا الله وأَطِيعوا الرسولَ وأُولِي الأمر منكم ... } الآية، [النساء: 59] ، في عبد الله بن حُذَافة بن قَيس بن عَدِيّ السهمي، إذ بعثَه رسول الله - صلى الله عليه وسلم - في سرية، أخرجه الجماعة إلا الموطأ (1) . [ص:93][8]

2863 - حَدِيثُ (كم) : فِي قَوْلِهِ: أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ [سورة: النساء، آية 59] قَالَ: أَهْلَ الْفِقْهِ وَالْخَيْرِ. (كم) فِي الْعِلْمِ: ثنا أَبُو زَكَرِيَّا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَنْبَرِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ السَّلامِ، ثنا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أنا وَكِيعٌ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ صَالِحٍ، عَنْهُ، بِهَذَا. مَوْقُوفٌ. وَقَالَ: تَفْسِيرُ الصَّحَابِيِّ عِنْدَ الشَّيْخَيْنِ مُسْنَدٌ.[9]
7461 - حَدِيثٌ (جا عه كم حم) : يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ [سورة: النساء، آية 59]- نَزَلَتْ فِي عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُذَافَةَ إِذْ بَعَثَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِي سَرِيَّةٍ. . . . الْحَدِيثَ. جا فِي الْجِهَادِ: ثنا الزَّعْفَرَانِيُّ، ثنا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي يَعْلَى بْنُ مُسْلِمٍ، عَنْهُ، بِهِ. عه فِيهِ: ثنا يُوسُفُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ: أَمْلاهُ عَلَيْنَا حَجَّاجٌ، بِهِ. كم فِيهِ: أَخْبَرَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ الْفَقِيهُ بِالرَّيِّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَرَجِ، ثنا حَجَّاجٌ، بِهِ. قَالَ أَحْمَدُ: ثنا حَجَّاجٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، بِهِ.[10]

3388 -[خ م د ت س] حديث: نزلت يا أيُّها الذين آمنوا أطيعوا اللهَ وأطيعوا الرسولَ وأُولي الأَمْرِ منكم في عبد الله بن حُذافة بن قيس بن عدي السَّهْمِيّ إذْ بَعَثَه رسولُ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ في السرية. (1: 337) حَدَّثَنا حجاج عن ابن جُرَيج عنه به. [تحفة 4: 457 حديث 5651][11]
 
Perbandingan dengan pentakhrij kontemporer: kitab al-bany
 
1049 - الثَّالِث وَالسَّبْعُونَ: عَن يعلى بن مُسلم عَن سعيد بن جُبَير عَن ابْن عَبَّاس: {أطِيعُوا الله وَأَطيعُوا الرَّسُول وأولي الْأَمر مِنْكُم} [سُورَة النِّسَاء] ، نزلت فِي عبد الله بن حذافة بن قيس بن عدي السَّهْمِي، إِذْ بَعثه النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم فِي سَرِيَّة.[12]
 
8650 - حَدِيثٌ (كم) : فِي قَوْلِهِ: أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ [سورة: النساء، آية 59] . يَعْنِي: أَهْلَ الْفِقْهِ وَالدِّينِ ... الْحَدِيثَ. مَوْقُوفٌ. كم فِي الْعِلْمِ: أنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلَمَةَ الْعَنْزِيُّ، ثنا عُثْمَانُ بْنُ سَعِيدٍ الدَّارِمِيُّ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ، عَنْهُ، بِهِ.[13]
 
24777 - /آخر: مي في العلم: أنا يَعْلَى، ثنا عبد الملك، عن عطاء: { ... أَطِيعُواْ اللهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِى الْأَمْرِ مِنكُمْ ... } قال: وأولو العلم والفقه، وطاعة الرسول اتباع الكتاب والسنة.[14]
 
Natijah (kesimpulan):
            berdasarkan tarjamaturruwat di atas bahwa hadits tentang Taat Kepada Pemimpin adalah sohih, menurut perbandingan dengan kutubuttakhrij dan kitab kontemporer (al-bany) tidak berbeda dan tidak berlawanan.


[1]http://localhost:5000/cari_hadist.php?imam=darimi&keyNo=221&x=23&y=11
[2]  http://localhost:5000/cari_hadist.php?imam=muslim&keyNo=3416&x=22&y=9
[3]http://localhost:5000/cari_hadist.php?imam=abudaud&keyNo=2255&x=19&y=14
[4]http://localhost:5000/perawi_open.php?imam=darimi&nohdt=221
[5]http://localhost:5000/perawi_open.php?imam=muslim&nohdt=3416
[6]http://localhost:5000/perawi_open.php?imam=abudaud&nohdt=2255
[7]  الكتاب: الجمع بين الصحيحين البخاري ومسلم المؤلف: محمد بن فتوح بن عبد الله بن فتوح بن حميد الأزدي الميورقي الحَمِيدي أبو عبد الله بن أبي نصر (المتوفى: 488هـ)المحقق: د. علي حسين البواب الناشر: دار ابن حزم - لبنان/ بيروت الطبعة: الثانية، 1423هـ - 2002م عدد الأجزاء: 2×4[ترقيم الكتاب موافق للمطبوع] ج 2 ص 60
[8] الكتاب :جامع الأصول في أحاديث الرسول المؤلف : مجد الدين أبو السعادات المبارك بن محمد بن محمد بن محمد ابن عبد الكريم الشيباني الجزري ابن الأثير (المتوفى : 606هـ) تحقيق : عبد القادر الأرنؤوط - التتمة تحقيق بشير عيون الناشر : مكتبة الحلواني - مطبعة الملاح - مكتبة دار البيان الطبعة : الأولى [ترقيم الكتاب موافق للمطبوع ومذيل بحواشي المحقق الشيخ عبد القادر الأرنؤوط - رحمه الله - ، وأيضا أضيفت تعليقات أيمن صالح شعبان (ط : دار الكتب العلمية) في مواضعها من هذه الطبعة] الجزء [1 ،2] : 1389 هـ ، 1969 م الجزء [3 ، 4] : 1390 هـ ، 1970 م الجزء [5] : 1390 هـ ، 1971 م الجزء [6 ، 7] : 1391 هـ ، 1971 م الجزء [8 - 11] : 1392 هـ ، 1972 م الجزء [12] (التتمة) : ط دار الفكر ، تحقيق بشير عيون ج 2 ص 92
[9] الكتاب : إتحاف المهرة بالفوائد المبتكرة من أطراف العشرة المؤلف : أبو الفضل أحمد بن علي بن محمد بن أحمد بن حجر العسقلاني (المتوفى : 852هـ) تحقيق : مركز خدمة السنة والسيرة ، بإشراف د زهير بن ناصر الناصر (راجعه ووحد منهج التعليق والإخراج) الناشر : مجمع الملك فهد لطباعة المصحف الشريف (بالمدينة) - ومركز خدمة السنة والسيرة النبوية (بالمدينة) الطبعة : الأولى ، 1415 هـ - 1994 م عدد الأجزاء : 19 [ترقيم الكتاب موافق للمطبوع]ج 3 ص 215
[10] الكتاب : إتحاف المهرة بالفوائد المبتكرة من أطراف العشرة المؤلف : أبو الفضل أحمد بن علي بن محمد بن أحمد بن حجر العسقلاني (المتوفى : 852هـ) تحقيق : مركز خدمة السنة والسيرة ، بإشراف د زهير بن ناصر الناصر (راجعه ووحد منهج التعليق والإخراج) الناشر : مجمع الملك فهد لطباعة المصحف الشريف (بالمدينة) - ومركز خدمة السنة والسيرة النبوية (بالمدينة) الطبعة : الأولى ، 1415 هـ - 1994 م عدد الأجزاء : 19 [ترقيم الكتاب موافق للمطبوع] ج 7 ص 131
[11] الكتاب : فتح الغفار الجامع لأحكام سنة نبينا المختار المؤلف : الحسن بن أحمد بن يوسف بن محمد بن أحمد الرُّباعي الصنعاني (المتوفى : 1276هـ) المحقق : مجموعة بإشراف الشيخ علي العمران الناشر : دار عالم الفوائد الطبعة : الأولى ، 1427 هـ عدد الأجزاء : 4 (في ترقيم مسلسل واحد) [ترقيم الكتاب موافق للمطبوع ، وهو مذيل بالحواشي] ج 3 ص 109
[12] الكتاب: الجمع بين الصحيحين البخاري ومسلم المؤلف: محمد بن فتوح بن عبد الله بن فتوح بن حميد الأزدي الميورقي الحَمِيدي أبو عبد الله بن أبي نصر (المتوفى: 488هـ) المحقق: د. علي حسين البواب الناشر: دار ابن حزم - لبنان/ بيروت الطبعة: الثانية، 1423هـ - 2002م عدد الأجزاء: 2×4 [ترقيم الكتاب موافق للمطبوع] 2 w 60
[13] الكتاب : إتحاف المهرة بالفوائد المبتكرة من أطراف العشرة المؤلف : أبو الفضل أحمد بن علي بن محمد بن أحمد بن حجر العسقلاني (المتوفى : 852هـ) تحقيق : مركز خدمة السنة والسيرة ، بإشراف د زهير بن ناصر الناصر (راجعه ووحد منهج التعليق والإخراج) الناشر : مجمع الملك فهد لطباعة المصحف الشريف (بالمدينة) - ومركز خدمة السنة والسيرة النبوية (بالمدينة) الطبعة : الأولى ، 1415 هـ - 1994 م عدد الأجزاء : 19 [ترقيم الكتاب موافق للمطبوع]  ج 7 ص 636
[14] الكتاب : إتحاف المهرة بالفوائد المبتكرة من أطراف العشرة المؤلف : أبو الفضل أحمد بن علي بن محمد بن أحمد بن حجر العسقلاني (المتوفى : 852هـ) تحقيق : مركز خدمة السنة والسيرة ، بإشراف د زهير بن ناصر الناصر (راجعه ووحد منهج التعليق والإخراج) الناشر : مجمع الملك فهد لطباعة المصحف الشريف (بالمدينة) - ومركز خدمة السنة والسيرة النبوية (بالمدينة) الطبعة : الأولى ، 1415 هـ - 1994 م عدد الأجزاء : 19 [ترقيم الكتاب موافق للمطبوع] ج 19 ص 258

📢 Bagikan Postingan Ini

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke teman atau media sosial Anda.

Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link

🤝 Butuh Bantuan atau Dokumen Lain?

Terima kasih telah berkunjung ke blog KhairalBlog21. Jika Anda membutuhkan makalah, format surat resmi, administrasi sekolah, atau dokumen lain yang belum tersedia di blog ini, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak. Kami juga menerima request untuk pembuatan dokumen sesuai kebutuhan Anda.

Jangan ragu untuk memberikan saran dan masukan agar blog ini bisa lebih bermanfaat untuk semua. Klik tombol di bawah ini untuk langsung menghubungi kami via WhatsApp:

Kami siap membantu menyediakan dokumen pendidikan dan administrasi sesuai kebutuhan Anda 📚✍️


No comments:

💬 Tinggalkan Komentar Anda

Kami sangat senang dengan pendapat, pertanyaan, atau pengalaman Anda. Mari kita berdiskusi bersama di kolom komentar ini ⬇️

Featured Post

CONTOH DAN DONWLOAD SURAT LAMARAN SEBAGAI SPG

Bagi Anda yang ingin melamar pekerjaan sebagai Sales Promotion Girl (SPG) , tentunya diperlukan sebuah surat lamaran kerja yang baik dan b...